Antara pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi mana yg lebih besar 
kemungkinannya jadi NKRI Bersyariah? tolong berikan alasan/argumen. 

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Iyaaa, ... sementara ini mereka BERHASIL ganti dan penjarakan Ahok, juga 
akhirnya Buni dikorbankan meringkuk juga dipenjara, tapi, ... pertarungan 
berikut yang lebih seruuu masih berlanjut! Sesuai target merekat #Ganti 
Presiden Jokowi dan wujudkan Khilafah, Negara Islam Indonesia!
 
 
 kh djie 於 2/2/2019 8:35 寫道:
 
 Yang berhasil adalah gerakan ganti gubernur DKI. Yang diuntungkan, biarkan 
Buni Yani buntung ?
 Senjata makan tuan ?
 
 
 Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 01.29 ChanCT SADAR@... mailto:SADAR@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> menulis:
 
   
 SETUUUJUUUU, ...! Seandainya saja TIDAK ADA orang yg hendak gunakan ucapan 
Ahok ttg. Almaidah 51 itu di Pulau Seribu itu untuk genjot dan jatuhkan Ahok, 
TENTU tidak akan terjadi tuduhan menista Agama dan serentetan aksi 212 sampai 
Ahok dipaksakan masuk penjara, ...! Lha, ... kenyataannya "jutaan" orang jadi 
"MARAH" merasa Agamanya dinista setelah video Buni Yani yg sudah direkayasa itu 
viral di medsos, ...!
 Hanya saja SAYANAG, SERIBU SAYANG, ... pengadilan hanya menjatuhkan vonis 1,5 
tahun pada diri Buni Yani, TIDAK mengusut ada orang-orang yang menjadi DALANG 
dibalik kerusuhan yg terjadi ini! Dimana kemungkinan sangat besar, Buni maupun 
Ahok hanyalah korban dari rencana besar aksi #Ganti Presiden Jokowi saja!
 
 
 
 
 Sugih Liawan sugihlia@... mailto:sugihlia@... [GELORA45] 於 2/2/2019 7:20 寫道:
 
   Kalau Buni Yani tidak melakukan apa2, sebenarnya MUI juga tidak akan 
mengeluarkan fatwa apa2, terbukti dari sebenarnya itu video kejadian dari 
beberapa waktu yang sudah lewat Dan tidak ada Yang komplain, begitu buni yani 
melakukan upload Dan memotong, baru keluar fatwa penistaan agama, bukannya 
begitu Pak Jonathan? 
 
 Kalau masalah Ma'aruf Amin Yang mengeluarkan fatwa, ya mang segala sesuatu 
bagi mereka, kalau menguntungkan, fatwa bisa menjadi alat mereka.
 
 
 Kalau jokowi tidak Turun tangan, saya agak kurang setuju, walau mereka pernah 
pasangan Gub - Wagub, Dan skrg Jokowi Presiden, gak bisa seenaknya juga campur 
tangan, ya jgn sampai presiden intervensi hukum, kalau sampai iya, maka hukum 
dibawah presiden, bukan presiden dibawah hukum, nanti malah jd diktator
 
 
 On Sat, 2 Feb 2019, 06:09 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... wrote:
 
 Saya kira yg jadi penyebab utama 
 1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok pikiran MUI penista agama shg 
membakar kemarahan masa. 
 2. Joko Widodo sang presiden yang "cuci tangan" tunduk pada tekanan masa.
 
 
 Perbandingannya kurang lebih mirip dengan peran Kayafas dan Pontius Pilatus 
dalam drama penyaliban Yesus.
 
 
 Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani sebenarnya korban.
 
 
 
 
 
 On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM PST, Sugih Liawan <sugihlia@... 
mailto:sugihlia@...> wrote: 
 
 
 
 
 Apa kabarnya Ahok yang karir politik hancur, kebiasaan kelompok mereka, merasa 
paling dikorbankan atas apa yang mereka buat sndr... 
 
 
 
 
 
 On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected] wrote:
 
   
 
 Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok 
 
 
 
 
 Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok | me... 
Ronald
 Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis. Dia mengaku ikhlas 
atas kejadian ini. Baginya, peristi...
 
 
 
 
 
 Jumat, 1 Februari 2019 15:04Reporter : Ronald 
https://www.merdeka.com/reporter/ronald/
 
 
 Buni Yani. ©2016 merdeka.com/arie http://merdeka.com/arie basuki
 
 Merdeka.com - Buni Yani mendatangi Masjid Al Barkah, Jalan Al Barkah, 
Tebet,Jakarta http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/ Selatan. Padahal 
rencananya, dia akan dieksekusi hari ini atas kasus mengedit video Basuki 
Tjahaja Purnama alias Ahok.
 
 
 
 
 
 Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis. Bukan karena takut 
dijebloskan ke penjara melainkan telah diterima Pimpinan Pondok Pesantren Al 
Barkah, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i.
 "Ini saya nangis bukan karena saya takut di penjara, tapi karena saya sangat 
berbahagia, karena diterima beliau. Kami di sini untuk meminta arahan, saya 
dari tadi menangis karena sangat berbahagia karena bisa diterima oleh Kiai 
Rasyid guru kita semua," katanya di dalam masjid Al Barkah, Jumat (1/2).
 Buni Yani sempat menceritakan, sejak kasus tersebut dirinya sempat sering 
mendapat teror. Bahkan, dia terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya.
 "Setelah saya dilaporkan besoknya ada teror di kampus tempat saya mengajar, 
lalu saya oleh manager diminta untuk mengundurkan diri. Jadi satu hari setelah 
saya dilaporkan ini masuk TV menjadi isu nasional lalu kemudian karir saya 
sudah habis," ujarnya.
 "Tidak berjarak setelah itu pada bulan November itu penelitian doktoral saya 
di Universitas Leiden Belanda dihentikan. Jadi sudah dua. Di tempat saya 
mengajar saya diminta mengundurkan diri, yang kedua kata pembimbing saya, 
profesor saya di Universitas Leiden Belanda karena anda terlalu ikut-ikutan 
urus yang begini-beginian ini jadi salah satu yang menjadi alasan kata dia," 
sambungnya.
 Dia mengaku ikhlas atas kejadian ini. Baginya, peristiwa ini adalah jalan dari 
Yang Maha Kuasa.
 "Tapi saya tidak sedih, karena saya sudah ikhlas karena ini sudah 2,5 tahun 
sudah ikhlas seikhlas-ikhlasnya mungkin Allah tidak ridho saya ada di sana. 
Jadi mungkin Allah mencarikan tempat yang lebih baik dari yang sebelumnya Allah 
sudah ambil," jelasnya. [lia]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 不含病毒。www.avg.com 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 #m_-635212525577322846_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
 
 
 
 

 
 

Kirim email ke