Pelaku Bom Gereja di Filipina Diduga Asal Indonesia 
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190202064155-113-365908/pelaku-bom-gereja-di-filipina-diduga-asal-indonesia
 Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 06:48 WIB
 Bagikan :    
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190202064155-113-365908/pelaku-bom-gereja-di-filipina-diduga-asal-indonesia#
  
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190202064155-113-365908/pelaku-bom-gereja-di-filipina-diduga-asal-indonesia#
 Ledakan bom bunuh diri terjadi di Filipina pada 27 Januari 2019. (Armed Forces 
Of The Philippines/Handout via REUTERS)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano meyakini 
pengeboman gereja di pulau Jolo, Mindanao pada akhir pekan lalu dilakukan oleh 
suami istri asal Indonesia.

Pengeboman itu terjadi pada Minggu (27/1) pagi, tepat saat misa pertama selesai 
dilaksanakan. Bom kedua lantas meledak sesaat setelah tentara merespons ledakan 
pertama.

Kejadian di Mindanao yang dikenal sebagai basis militan Islam itu menewaskan 22 
orang serta melukai lebih dari 100 orang, termasuk warga sipil dan tentara. 
Kelompok militan ISIS sudah mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman 
tersebut.


"Mereka adalah orang Indonesia. Saya yakin mereka adalah orang Indonesia," kata 
Ano kepada CNN Filipina, disiarkan Reuters, Jumat (1/2).

 Lihat juga: VIDEO: Masjid Mahardika di Filipina Diserang Dengan Granat 
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190130154440-110-365112/video-masjid-mahardika-di-filipina-diserang-dengan-granat/
 
Keterangan baru dari Ano itu menambah rumit informasi yang muncul setelah 
pengeboman. Sebelumnya banyak pernyataan datang dari pemerintahan, penyelidik 
yang diwawancarai pihak televisi, dan ditambah lagi keruwetan lokasi kejadian.

Pihak keamanan telah mengatakan dua bom dikendalikan dari jauh, namun pada 
Kamis hal itu berubah setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan 
kemungkinan bom bunuh diri. Pernyataan Duterte didukung Menteri Pertahanan 
Delfin Lorenzana.

Lorenzana mengatakan pada Jumat, sistem pemeriksaan tas di pintu masuk gereja 
bakal mempersulit meletakkan bom di dalam gedung, sehingga alat yang dilekatkan 
ke tubuh lebih memungkinkan.

"Menurut para penyelidik forensik ... bagian tubuh ini bisa jadi milik dua 
orang, satu di dalam gereja dan satu di luar," jelas Lorenzana kepada wartawan.

Ano mengatakan pasangan dari Indonesia itu mendapatkan bantuan dari organisasi 
militan yang terkenal karena faksi penculikan dan gerakan ekstremis. Ano juga 
menjelaskan perencana serangan kemungkinan berada di bawah instruksi yang 
berkaitan dengan ISIS.

 Lihat juga: Filipina Gempur Abu Sayyaf dari Udara Usai Teror Bom 
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190131164251-106-365460/filipina-gempur-abu-sayyaf-dari-udara-usai-teror-bom/
 
Darurat militer telah diberlakukan di Mindanao sejak pejuang dalam dan luar 
negeri mengenakan pakaian hitam menyerbu kota Marawi pada 2017. Selama lima 
bulan mereka bertahan dari serangan udara dan pertempuran darat yang 
mengingatkan pada pemandangan di Suriah dan Irak.

Aksi pengeboman ini terjadi setelah undang-undang memperluas otonomi di 
Mindanao yang mayoritas warganya muslim terbit pada 21 Januari.

Pada Rabu dua orang tewas karena ledakan granat yang dilempar ke masjid dekat 
Zamboanga, wilayah mayoritas Kristen. Belum diketahui jelas siapa dalang aksi 
itu. (fea)

Kirim email ke