Mengapa  puluhan perempuan asal Saudi ini tidak  meminta suaka di NKRI yang
ada MUInya?

https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/19/02/04/pme3ba382-puluhan-perempuan-asal-saudi-mencari-suaka-ke-australia


*Puluhan Perempuan Asal Saudi Mencari Suaka ke Australia*

*Senin 04 Feb 2019 13:57 WIB*

*Red: Nur Aini*



[image: Perempuan Arab Saudi]

*Foto: BBC*

*Perempuan Saudi melarikan diri dari hukum perwalian.*

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Petugas Satuan Perbatasan Australia (ABF)
dituduh menghalang-halangi sejumlah perempuan Arab Saudi yang dicurigai
akan mengajukan suaka begitu mereka tiba di bandara Australia.

Program *Four Corners ABC* kini mendapatkan bukti dua wanita Arab Saudi
yang ditolak masuk ke negara ini begitu mereka tiba di Bandara Sydney.
Selain itu, kabarnya sejumlah wanita Arab Saudi yang tiba sendirian di
Australia ditanyai mengapa mereka bepergian tanpa pendamping pria.

Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 80 wanita Arab Saudi mencari suaka
di Australia. Umumnya mereka melarikan diri dari hukum perwalian yang
memungkinkan suami, ayah, saudara lelaki, paman, dan bahkan anak lelaki
mereka mengontrol kehidupan para wanita itu.

Sejumlah wanita Arab Saudi yang berhasil masuk ke Australia, kini menunggu
proses permintaan suaka mereka. Salah satunya bernama Ranya (bukan nama
sebenarnya), berusia 28 tahun. Pada awal 2017, dia menunggu temannya yang
baru tiba di Bandara Sydney.

Namun, yang ditunggu tidak pernah muncul dari ruang kedatangan.

"Dia berencana mengajukan suaka di sini. Dia datang dari Arab Saudi ke
Indonesia dan Indonesia ke Sydney," kata Ranya kepada *ABC.*

"Sejak itu saya tak pernah mendengar kabar darinya atau apa yang terjadi
padanya," ujarnya.

*[image: A boarding pass and passport held by a Saudi Arabian woman.]
<https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/indonesian/2019-02-04/boarding-pass-and-passport-of-saudi-woman/10776916>
<https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/indonesian/2019-02-04/boarding-pass-and-passport-of-saudi-woman/10776916>*
*Photo:** Paspor dan boading pass seorang wanita Arab Saudi yang ditolak
masuk ke Australia setelah tiba di Bandara Sydney. *(Supplied)
<https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/indonesian/2019-02-04/boarding-pass-and-passport-of-saudi-woman/10776916>

Pengalaman serupa disampaikan Dr Taleb Al Abdulmohsen, aktivis asal Arab
Saudi yang tinggal di Jerman. Dia menjalin kontak dengan Amal (bukan nama
sebenarnya), yang tiba di Bandara Sydney pada November 2017.

"Mereka curiga dia akan meminta suaka. Ketika dia tidak diizinkan masuk dan
akan dipulangkan ke Arab Saudi, dia lantas meminta suaka. Tapi mereka tidak
membiarkannya melakukan hal itu," kata Dr Taleb kepada *ABC.*

Amal lalu memberitahu Dr Taleb bahwa dia telah dimasukkan ke tahanan
imigrasi dan tidak disediakan pengacara.

"Tiga hari kemudian, mereka melakukan deportasi, mengirim dia kembali ke
Korea Selatan, tempat dia transit dalam perjalanan ke Sydney," kata Dr
Taleb.

Dia mengaku sempat mengontak Amal namun kemudian kehilangan kontak dengan
Amal.

"Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya," katanya.
*Kasus di Hong Kong*

*ABC *juga mendapat informasi mengenai kasus dua wanita bersaudara asal
Arab Saudi yang dicegah naik pesawat ke Sydney saat akan berangkat dari
Hong Kong. Kejadiannya pada 6 September 2018. Saat itu mereka ditemui oleh
petugas Konsul Jenderal Arab Saudi dan dicegah melanjutkan penerbangan ke
Australia.

Padahal, kedua orang ini memiliki visa Australia dan tiket penerbangan
Qantas. Menurut sumber *ABC,* seorang petugas Satuan Perbatasan Australia
yang bekerja di Bandara Hong Kong melarang kedua wanita ini naik ke
pesawat, karena dicurigai akan mengajukan suaka.

Departemen Dalam Negeri Australia membatalkan visa keduanya dan menolak
memberikan penjelasan. Kedua wanita muda itu telah menghabiskan empat bulan
terakhir bersembunyi di Hong Kong, hidup berpindah-pindah untuk menghindari
keluarga atau pihak berwenang Arab Saudi.

Pada Januari lalu, remaja bernama Rahaf Mohammed, menjadi pemberitaan
global karena mengunci diri di sebuah hotel dalam Bandara Bangkok, setelah
dihentikan petugas imigrasi saat akan terbang ke Australia.

Rahaf yang kini mendapat suaka dari Kanada, mengaku mendengar mengenai
tindakan petugas *ABF* yang menanyai wanita asal Arab Suadi.

"Saya mendengar mereka menyelidiki para wanita, terutama asal Arab Saudi
dan menanyakan soal wali mereka," kata Rahaf kepada *ABC.*

"Tadinya saya akan bilang ke mereka bahwa ayahku tahu semua ini dan dia
mengizinkan saya bepergian sendiri," ujarnya.

Petugas *ABF* kabarnya juga meminta nomor telepon wali laki-laki dari
wanita Arab Saudi yang tiba sendirian di negara ini.

"Mereka mulai menginterogasi wanita ini dengan teliti di bandara Australia
setidaknya sejak Agustus 2017. Kini semakin buruk," kata Dr Taleb
Abdulmohsen.

"Mereka menanyakan apakah walinya mengizinkannya bepergian. Mereka meminta
nomor teleponnya untuk dihubungi. Mereka meminta para wanita ini membacakan
SMS, WhatsApp, serta pesan obrolan dan email lainnya," katanya.
*Merasa tak aman di Australia*

Mereka yang berhasil masuk ke Australia pun kini merasa tetap tidak aman.
Mereka mengaku dilecehkan dan diintimidasi orang Arab Saudi yang tinggal di
Australia dan memaksa mereka pulang.

Menurut sumber *ABC,* salah seorang di antaranya bekerja untuk Kementerian
Dalam Negeri Arab Saudi.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka mendapatkan email saya. Dia mencoba
bertemu dan mengaku hanya ingin ngobrol. Tentu saja saya menolak," kata
Ranya.

Seorang wanita lainnya berusia 23 tahun, Rawan (bukan nama sebenarnya),
mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah menawari beasiswa bagi para wanita
ini untuk kembali ke negaranya.

Menurut Rawan, pemerintah Arab Saudi seakan menjamin tidak akan terjadi
apa-apa pada para wanita ini jika kembali ke sana.

"Mereka berbohong supaya kami bisa kembali dan tidak membicarakan apa yang
terjadi di Arab Saudi. Mereka ingin agar kami diam," katanya.

Menteri Imigrasi Australia David Coleman menolak pertanyaan *ABC*mengenai
perlakuan petugasnya terhadap pencari suaka wanita asal Arab Saudi.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris *di sini*
<https://www.abc.net.au/news/2019-02-04/border-force-accused-of-targeting-saudi-women-traveling-alone/10768036>
..

*Ikuti juga berita lainnya dari **ABC Indonesia.*
<https://www.abc.net.au/news/indonesian/>

Kirim email ke