Masih dipertanyakan?
Apakah Indonesia dengan MUInya bisa - dalam kenyataan -  memberikan jaminan
pada kebebasan dan keamanan bagi kaum wanita yang ingin maju? 

salam dari pinggiran,

Titiek Maslam
 
 
 
 
-------Oorspronkelijk bericht-------
 
Van: Sunny ambon [email protected] [GELORA45]
Datum: 5-2-2019 07:41:13
Aan: undisclosed-recipients:,
Onderwerp: [GELORA45] Puluhan Perempuan Asal Saudi Mencari Suaka ke
Australia
 
  
Mengapa  puluhan perempuan asal Saudi ini tidak  meminta suaka di NKRI yang
ada MUInya?



https://internasional.republika.co
id/berita/internasional/abc-australia-network/19/02/04/pme3ba382-puluhan-pere
puan-asal-saudi-mencari-suaka-ke-australia


Puluhan Perempuan Asal Saudi Mencari Suaka ke Australia
Senin 04 Feb 2019 13:57 WIB
Red: Nur Aini





Foto: BBC
Perempuan Saudi melarikan diri dari hukum perwalian.
REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Petugas Satuan Perbatasan Australia (ABF)
dituduh menghalang-halangi sejumlah perempuan Arab Saudi yang dicurigai akan
mengajukan suaka begitu mereka tiba di bandara Australia.
Program Four Corners ABC kini mendapatkan bukti dua wanita Arab Saudi yang
ditolak masuk ke negara ini begitu mereka tiba di Bandara Sydney. Selain itu
 kabarnya sejumlah wanita Arab Saudi yang tiba sendirian di Australia
ditanyai mengapa mereka bepergian tanpa pendamping pria.
Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 80 wanita Arab Saudi mencari suaka di
Australia. Umumnya mereka melarikan diri dari hukum perwalian yang
memungkinkan suami, ayah, saudara lelaki, paman, dan bahkan anak lelaki
mereka mengontrol kehidupan para wanita itu.
Sejumlah wanita Arab Saudi yang berhasil masuk ke Australia, kini menunggu
proses permintaan suaka mereka. Salah satunya bernama Ranya (bukan nama
sebenarnya), berusia 28 tahun. Pada awal 2017, dia menunggu temannya yang
baru tiba di Bandara Sydney.
Namun, yang ditunggu tidak pernah muncul dari ruang kedatangan.
"Dia berencana mengajukan suaka di sini. Dia datang dari Arab Saudi ke
Indonesia dan Indonesia ke Sydney," kata Ranya kepada ABC.
"Sejak itu saya tak pernah mendengar kabar darinya atau apa yang terjadi
padanya," ujarnya.
 Photo: Paspor dan boading pass seorang wanita Arab Saudi yang ditolak masuk
ke Australia setelah tiba di Bandara Sydney. (Supplied)
Pengalaman serupa disampaikan Dr Taleb Al Abdulmohsen, aktivis asal Arab
Saudi yang tinggal di Jerman. Dia menjalin kontak dengan Amal (bukan nama
sebenarnya), yang tiba di Bandara Sydney pada November 2017.
"Mereka curiga dia akan meminta suaka. Ketika dia tidak diizinkan masuk dan
akan dipulangkan ke Arab Saudi, dia lantas meminta suaka. Tapi mereka tidak
membiarkannya melakukan hal itu," kata Dr Taleb kepada ABC.
Amal lalu memberitahu Dr Taleb bahwa dia telah dimasukkan ke tahanan
imigrasi dan tidak disediakan pengacara.
"Tiga hari kemudian, mereka melakukan deportasi, mengirim dia kembali ke
Korea Selatan, tempat dia transit dalam perjalanan ke Sydney," kata Dr Taleb

Dia mengaku sempat mengontak Amal namun kemudian kehilangan kontak dengan
Amal.
"Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya," katanya.
Kasus di Hong Kong
ABC juga mendapat informasi mengenai kasus dua wanita bersaudara asal Arab
Saudi yang dicegah naik pesawat ke Sydney saat akan berangkat dari Hong Kong
 Kejadiannya pada 6 September 2018. Saat itu mereka ditemui oleh petugas
Konsul Jenderal Arab Saudi dan dicegah melanjutkan penerbangan ke Australia..
Padahal, kedua orang ini memiliki visa Australia dan tiket penerbangan
Qantas. Menurut sumber ABC, seorang petugas Satuan Perbatasan Australia yang
bekerja di Bandara Hong Kong melarang kedua wanita ini naik ke pesawat,
karena dicurigai akan mengajukan suaka.
Departemen Dalam Negeri Australia membatalkan visa keduanya dan menolak
memberikan penjelasan. Kedua wanita muda itu telah menghabiskan empat bulan
terakhir bersembunyi di Hong Kong, hidup berpindah-pindah untuk menghindari
keluarga atau pihak berwenang Arab Saudi.
Pada Januari lalu, remaja bernama Rahaf Mohammed, menjadi pemberitaan global
karena mengunci diri di sebuah hotel dalam Bandara Bangkok, setelah
dihentikan petugas imigrasi saat akan terbang ke Australia.
Rahaf yang kini mendapat suaka dari Kanada, mengaku mendengar mengenai
tindakan petugas ABF yang menanyai wanita asal Arab Suadi.
"Saya mendengar mereka menyelidiki para wanita, terutama asal Arab Saudi dan
menanyakan soal wali mereka," kata Rahaf kepada ABC.
"Tadinya saya akan bilang ke mereka bahwa ayahku tahu semua ini dan dia
mengizinkan saya bepergian sendiri," ujarnya.
Petugas ABF kabarnya juga meminta nomor telepon wali laki-laki dari wanita
Arab Saudi yang tiba sendirian di negara ini.
"Mereka mulai menginterogasi wanita ini dengan teliti di bandara Australia
setidaknya sejak Agustus 2017. Kini semakin buruk," kata Dr Taleb
Abdulmohsen.
"Mereka menanyakan apakah walinya mengizinkannya bepergian. Mereka meminta
nomor teleponnya untuk dihubungi. Mereka meminta para wanita ini membacakan
SMS, WhatsApp, serta pesan obrolan dan email lainnya," katanya.
Merasa tak aman di Australia
Mereka yang berhasil masuk ke Australia pun kini merasa tetap tidak aman.
Mereka mengaku dilecehkan dan diintimidasi orang Arab Saudi yang tinggal di
Australia dan memaksa mereka pulang.
Menurut sumber ABC, salah seorang di antaranya bekerja untuk Kementerian
Dalam Negeri Arab Saudi.
"Saya tidak tahu bagaimana mereka mendapatkan email saya. Dia mencoba
bertemu dan mengaku hanya ingin ngobrol. Tentu saja saya menolak," kata
Ranya.
Seorang wanita lainnya berusia 23 tahun, Rawan (bukan nama sebenarnya),
mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah menawari beasiswa bagi para wanita
ini untuk kembali ke negaranya.
Menurut Rawan, pemerintah Arab Saudi seakan menjamin tidak akan terjadi
apa-apa pada para wanita ini jika kembali ke sana.
"Mereka berbohong supaya kami bisa kembali dan tidak membicarakan apa yang
terjadi di Arab Saudi. Mereka ingin agar kami diam," katanya.
Menteri Imigrasi Australia David Coleman menolak pertanyaan ABCmengenai
perlakuan petugasnya terhadap pencari suaka wanita asal Arab Saudi.
Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.
Ikuti juga berita lainnya dari ABC Indonesia.



 

Kirim email ke