https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/19/02/06/pmhyyg409-jk-propaganda-rusia-dimaksud-jokowi-itu-ibarat-bika-ambon?utm_source=dable
*JK: Propaganda Rusia Dimaksud Jokowi Itu Ibarat Bika Ambon*

*Rabu 06 Feb 2019 16:13 WIB*

*Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani*


[image: Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan wartawan di
Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (6/2).]
*Foto: Republika/Fauziah Mursid*
*Presiden Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wakil
Presiden, Jalan Men Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (6/2*

*Propa**).**ganda Rusia bukan merujuk pada campur tangan Rusia sebagai
negara.*

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menanggapi
ramainya istilah propaganda Rusia yang dilontarkan calon presiden Joko
Widodo (Jokowi) akhir pekan lalu. Senada dengan penjelasan Jokowi, JK
menilai propaganda Rusia bukan merujuk pada campur tangan Rusia sebagai
negara ke Indonesia.

Namun, propaganda Rusia yang dimaksud sebagai salah satu jenis propaganda
dengan cara menyebarkan *hoaks*. "Jadi ini yang dimaksud propaganda. Jadi
ini Bika Ambon, bukan Ambonnya, tapi Bikanya itu. Jadi yang dimaksud
Propaganda Rusia itu jenisnya, bukan (negara) Rusianya. Iya, sama dengan
Russian Roulette," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka
Utara, Jakarta, Rabu (6/2).

Namun, JK menilai Rusia sebagai negara tidak ada intervensi langsung kepada
Indonesia. Menurutnya, istilah jenis propaganda Rusia bisa jadi karena
mengacu sejarah dari negara tersebut.

"Tidak, itu kata jenis itu, Rusia *kan* pernah negara sosialis berat,
komunislah, jadi cara berkampanye memang meyakinkan orang, gini caranya,
jadi bukan menyinggung Rusia sebagai negara, tetapi sebagai kata jenis gitu
kan," ujar JK.

Namun demikian, JK menilai propaganda lazim digunakan dalam pemilihan.
Seperti halnya kampanye, propaganda merupakan cara untuk meyakinkan orang
agar memilih calon tertentu.

"Jadi, ya namanya propaganda tentu mengupayakan agar didengar yang
baik-baik. Yang jelek-jelek tidak didengarkan, dipercayai yang baik. Yang
negatif ya kita usahakan bagaiamana tidak didengarkan," ujar Ketua Dewan
Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tersebut

Istilah propaganda Rusia ini disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Forum
Alumni Jatim di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (2/2). Saat itu, ia
menjelaskan, adanya tim sukses yang menggunakan propaganda ini untuk
menyerang tim lawan. Salah satu ciri utamanya yakni dengan menyebarkan
fitnah, hoaks, dan juga dusta.

“Ada tim sukses yang menyiapkan sebuah propaganda yang namanya propaganda
Rusia. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan-semburan fitnah,
semburan-semburan dusta, semburan-semburan hoaks. Ini yang harus segera
diluruskan oleh bapak ibu sekalian, sebagai intelektual," kata Jokowi.

Istilah propaganda Rusia yang disampaikan Jokowi itupun juga membuat
Kedutaan Besar Rusia angkat bicara. Menurut Kedubes Rusia, istilah
propaganda Rusia di Pilpres Amerika Serikat itu merupakan rekayasa.

“Sebagaimana diketahui istilah 'propaganda Rusia' direkayasa pada 2016 di
Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama
sekali tidak berdasarkan pada realitas,” ujar Kedubes Rusia.

Kirim email ke