Hariman Siregar: Kembali Ke UUD 1945 Asli Bukan BerartiDemokrasi Mati
RABU, 06 FEBRUARI 2019 , 16:34:00 WIB | LAPORAN:FAISAL ARISTAMA RMOL.Pengembalian UUD 1945 ke aslinya tidak akan mematikan demokrasi Indonesia.Sebaliknya, Indonesia justru akan kembali bernilai dan berkarakter. Tidakseperti saat ini, di mana sistem kenegaraan telah jauh dari cita-citaproklamasi. Demikian disampaikan aktivis senior Hariman Siregar kepada wartawan di KomplekParlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). "Enggak, jadi saya kira founding father ngerti bener demokrasi dansosialisme. Nah dua itu sebenarnya yang kuat dalam UUD kita, anti kolonialisme,kemerdekaan, demokrasi, dan sosialisme," kata Hariman. Menurutnya, demokrasi di Indonesia berbeda dengan demokrasi ala AmerikaSerikat. Sebab, demokrasi di Indonesia menggunakan asas Pancasila yangmengedepankan musyawarah mufakat. "Jadi, bukan liberal, bukan individual bukan demokrasi individual,"jelas Hariman. Dia yakin, para pendiri bangsa telah memahami konteks demokrasi khas Indonesiaadalah musyawarah mufakat. "Sistem perwakilan ini kembali lagi musti ada demokrasi lagi siapa yangjadi perwakilan itu. Karenanya, mereka (pendiri bangsa) mengerti yang disebutperwakilan tadi," tutur Hariman. UUD 1945 juga tidak serta merta mengembalikan Faksi TNI-Polri di DPR. Sebab,kehadiran fraksi itu sebatas tafsiran belaka. "Itu kan tergantung tafsiran, bukan di UUD loh itu. Itu kan penjabaranyaitu tergantung kebutuhan. Kalau mereka merasa punya perwakilan ya boleh, tapikalau mereka diwakili oleh yang lain ya enggak usah diperdebatin lagi,"pungkasnya. [ian]
