Debat Capres diharapkan mampu cerminkan keberpihakan pada perekonomian
 domestik

Jumat, 8 Februari 2019 07:05 WIB

Debat Capres diharapkan mampu cerminkan keberpihakan pada perekonomian domestik

Pengamat ekonomi Suroto (ANTARA News/Hanni Sofia)

Bukan mengobral sumber daya alam kita sehingga kita menjadi berketergantungan pada bangsa lain

Jakarta (ANTARA News) - Debat Calon Presiden (Capres) sesi kedua pada 17 Februari 2019 diharapkan mampu mencerminkan keberpihakan pasangan capres dan calon wakil presiden (cawapres) terhadap kepentingan dan perekonomian nasional pada lingkup domestik.

Pengamat ekonomi dari Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategi (Akses) Suroto di Jakarta, Jumat, mengatakan, debat capres sesi kedua akan mengambil tema yang menarik yaitu soal energi, pangan, sumber daya alam (SDA), lingkungan hidup, serta infrastruktur.

"Sub-sub tema ini sebetulnya saling terkait dan diharapkan bisa menjadi cerminan sehingga  kita akan tahu seperti apa janji atau setidaknya komitmen dari capres kita mendatang untuk menangani persoalan ini," katanya.

Melalui debat tersebut kata dia, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan sajian terkait ada tidaknya keberanian pasangan capres dan cawapres  untuk memutar arah kebijakannya lebih dominan pada kepentingan domestik.

"Apakah masyarakat banyak menjadi yang utama? Apakah kepentingan domestik menjadi prioritas," katanya.

Terkait dengan tema debat, Suroto mengutip pernyataan Bung Hatta pada 1951 yang pernah mengatakan secara berulang-ulang seperti sebuah peringatan agar sebaiknya ekonomi yang ujung jangan dijadikan pangkal dan yang pangkal jangan dijadikan ujung.

"Apa itu ekonomi pangkal? Dan ekonomi ujung itu? ekonomi pangkal adalah ekonomi domestik, terutama pangan dan energi. Sementara itu ekonomi ujung adalah ekonomi ekstraktif atau ekonomi yang terkait dengan sumberdaya alam," katanya.

Menurut Bung Hatta, kata dia, soal ekonomi domestik atau pangan dan energi itu harus yang dijadikan pangkalnya. Kepentingan yang didahulukan ketimbang ekonomi ujung atau komoditas yang tergantung sumber daya alam seperti pertambangan dan perkebunan.

"Kenapa Bung Hatta memberikan peringatan yang berulang-ulang? Sebab beliau sebagai ekonom strukturalis yang jeli tentu paham bahwa kekuatan kemandirian ekonomi suatu bangsa itu sangat tergantung bagaimana ekonomi panganya dipenuhi terlebih dahulu. Bukan mengobral sumber daya alam kita sehingga kita menjadi berketergantungan pada bangsa lain," katanya.

Ia pun mengamati sudah lebih dari setengah abad lamanya ekonomi Indonesia bergantung pada konsumsi.  Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kurang lebih 60-70 persen sementara apa yang dikonsumsi masyarakatnya termasuk pangan dan energi masih dominan impor.

"Lalu pertanyaannya, adakah capres kita yang mau membalik arah kebijakan ini semua? Adakah capres yang mau dengan keras hati mengganti haluan ekonomi neoklasik ini? Menegakkan kedaulatan pangan dan energi bukan hanya saat sesi kampanye saja?" katanya.

Oleh karena itu, ia sangat berharap hal-hal tersebut dapat tercermin dalam debat capres pada 17 Februari 2019.

*Baca juga:Dalam debat capres diharap berbicara tentang fakta dan data pembangunan <https://www.antaranews.com/berita/795945/dalam-debat-capres-diharap-berbicara-tentang-fakta-dan-data-pembangunan>

Baca juga:Pengamat: Capres perlu prioritaskan pembangunan infrastruktur dan transportasi <https://www.antaranews.com/berita/795940/pengamat-capres-perlu-prioritaskan-pembangunan-infrastruktur-dan-transportasi>*

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Risbiani Fardaniah


 Dalam debat capres diharap berbicara tentang fakta dan data pembangunan

Jumat, 8 Februari 2019 06:18 WIB

Dalam debat capres diharap berbicara tentang fakta dan data pembangunan

Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie Hisar Sirait di Jakarta, Kamis (7/2/2019). (ANTARA News/Aji Cakti)

.... saya yakin dan percaya bahwa return of investment tidak dilihat dari sisi ekonomi saja

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat ekonomi Hisar Sirait berharap kedua calon presiden bicara fakta dan data mengenai dampak pengadaan infrastruktur transportasi agar menjadi jawaban bagi pembangunan Indonesia dalam debat kedua pemilu presiden 2019.

"Harapan saya dalam debat-debat yang akan datang, saya yakin dan percaya mari kita bicara fakta dan data, bahwa sebetulnya dampak dari sisi pengadaan infrastruktur terutama transportasi saya kira ini akan menjadi jawaban bagi pembangunan Indonesia yang lebih maju," ujar Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie tersebut di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa masalah aspek transportasi dan infrastruktur merupakan aspek yang sangat krusial, di mana kalau Indonesia ingin melihat bagaimana kemajuan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan China, mereka saat hendak membangun perekonomiannya yang pertama kali perhatikan serta pastikan adalah pembangunan sarana transportasinya.

"Memang, sekali lagi, kita harus bisa memahami bahwa kita butuh biaya yang besar. Tetapi saya yakin dan percaya bahwa/return of investment/tidak dilihat dari sisi ekonomi saja. Namun bagi saya adalah bagaimana masyarakat di pelosok-pelosok daerah yang dulu tidak mengenal jalan-jalan yang bagus menjadi terbantu dengan adanya pembangunan infrastruktur saat ini," kata Hisar Sirait usai menjadi moderator dalam seminar nasional.

Debat pilpres 2019 babak kedua akan digelar pada Minggu 17 Februari 2019. Debat babak kedua tersebut akan membahas energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Pengamat  Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memprediksikan bahwa  topik infrastruktur akan menjadi salah satu topik paling hangat yang dibahas dalam debat kedua pilpres 2019 tersebut.

Beberapa isu seperti dampak berantai infrastruktur terhadap ekonomi daerah, masalah utang serta tenaga kerja, menurut Bhima, akan dikait-kaitkan dengan topik infrastruktur dalam debat kedua pilpres 2019.

Debat babak kedua ini termasuk dalam lima babak debat pilpres 2019 dengan debat pertama mengenai hukum, HAM, korupsi dan terorisme telah digelar pada 17 Januari 2019, dan debat terakhir yakni debat babak kelima bertema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri akan menutup seluruh rangkaian debat pilpres 2019.

*Baca juga:Pengamat: Capres perlu prioritaskan pembangunan infrastruktur dan transportasi <https://www.antaranews.com/berita/795940/pengamat-capres-perlu-prioritaskan-pembangunan-infrastruktur-dan-transportasi>*

Pewarta:Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke