*Kira-kira menteri yang mana akan dipecat bila terjadi kelaparan karena
bencana alam. Apakah para korban bencana alam di Lombok dan Palu sudah
mendapat pelayanan bantuan sepatutnya. Kapan janji pemecatan menteri
ditepati? hehehehe*


https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4419703/jokowi-pernah-janji-pecat-menteri-bila-3-tahun-tak-swasembada-pangan



Jumat, 08 Feb 2019 17:13 WIB
Jokowi Pernah Janji Pecat Menteri Bila 3 Tahun Tak Swasembada Pangan

Dana Aditiasari - detikFinance


[image: Foto: Rifkianto Nugroho]Foto: Rifkianto Nugroho


*Jakarta* - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menargetkan
swasembada beras, jagung, kedelai, dan gula dalam 3 tahun ke depan. Tugas
ini dibebankan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman, bila dalam 3 tahun
tak tercapai maka Jokowi siap mencopotnya.

Jokowi telah memberikan target kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman
selain swasembada, juga harus membangun irigasi jutaan hektar dengan
anggaran Rp 15 triliun pada tahun depan. Perbaikan irigasi akan difokuskan
di 11 provinsi penghasil pangan.

"Sudah hitung-hitungan, 3 tahun nggak swasembada, saya ganti menterinya.
Yang dari fakultas pertanian bisa antre. Tapi saya yakin bisa,
hitung-hitungannya ada. Jelas sekali. Konsentrasi 11 provinsi, rampung,
sudah ada perhitungan," kata Jokowi dalam acara kuliah umum di Balai Senat
Balairung UGM, Yogyakarta, Selasa (9/12/2014) silam.



*Baca juga: *Janji Jokowi Swasembada Pangan dalam 3 Tahun, Apa Hasilnya?
<https://finance.detik.com/read/2019/02/08/151914/4419509/4/janji-jokowi-swasembada-pangan-dalam-3-tahun-apa-hasilnya>



Lalu sudahkah RI berhasil swasembada pangan?

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan),
Kuntoro Boga Andri menegaskan bahwa saat ini RI sudah swasembada pangan.

"Saat ini kita sudah 100% swasembada pangan. Saya sudah bolak balik
jelaskan," tutur Kuntoro yang dihubungi *detikFinance*, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, produksi sejumlah komoditas strategis seperti beras dan jagung
selama empat tahun terakhir meningkat signifikan.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan pernyataan Ketua Umum Kontak Tani
Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir.

"Empat tahun terakhir produktivitas petani kita meningkat pesat.
Modernisasi sudah berjalan dengan penggunaan alat mesin pertanian
(alsintan) secara masif sehingga kerja petani lebih efektif dan efisien,"
jelas Winarno saat dimintai keterangan, Rabu (6/2/2019).

Pada tahun 2018 saja, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian
mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,81 triliun untuk belanja lebih dari
70.000 unit alsintan yang berfokus pada peningkatan komoditas pangan
strategis padi, jagung dan kedelai.

Modernisasi pertanian tidak hanya sebatas inovasi alat dan mesin pertanian,
tapi juga perubahan dalam manajemen tanam. Petani yang semula hanya menanam
sekali setahun, sekarang sudah bisa menanam dua hingga tiga kali setahun.
"Dengan manajemen tanam yang baru, setiap hari terjadi olah tanah, tanam
dan panen. Dengan produktivitas petani yang meningkat, hasil produksi pun
turut terdongkrak," ucapnya.

Winarno mencontohkan komoditas beras yang produksinya tak hanya sebatas
meningkat. Jika mengacu pada Food and Agricultural Organization (FAO),
Winarno menyebutkan Indonesia sudah bisa dinyatakan swasembada beras. "Hal
ini mengacu pada FAO yang menyebutkan suatu negara dikatakan swasembada
jika produksinya minimal mencapai 90% dari kebutuhan nasionalnya,"
terangnya.


*Baca juga: *Janji Prabowo: Tak Ada yang Boleh Kelaparan
<https://finance.detik.com/read/2019/01/14/202115/4384544/4/janji-prabowo-tak-ada-yang-boleh-kelaparan>



Winarno mengungkapkan sejak tahun 2016 sampai 2018, produksi beras surplus.
Faktanya, pada tahun 2016 dan 2017 sama sekali tidak ada impor. Sementara
beras yang masuk pada tahun 2016 itu merupakan sisa impor tahun 2015.

Kemudian pada tahun 2018, Indonesia bahkan mengalami surplus. Berdasarkan
data BPS, surplus beras 2018 sebesar 2,85 juta ton dan impor 2018 itu
merupakan sebagai cadangan nasional, tidak sebagai stok utama.

Capaian yang diraih pertanian Indonesia pada beberapa tahun belakangan ini,
merupakan prestasi para petani Indonesia. Untuk itu, Winarno meminta publik
untuk tidak mendistorsi prestasi petani dengan menggembar-gemborkan data
impor pangan. *(dna/zul)*

swasembada pangan <https://www.detik.com/tag/swasembada-pangan/>

Kirim email ke