Kelihatan belang ular pym. heehehehehehe

On Fri, Feb 8, 2019 at 4:09 PM Tatiana Lukman [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
> Habis serahkan sertifikat secara simbolis, pergilah ngeloyor sang PYM!!!
> Pencitraan selesai!! Nggak tahu sang PYM kalau masih ada 100 warga yang
> sertifikatnya belum muncul!!!Udah dipungut 3 juta pun, masih belum muncul!!
> Ada Pungutan Rp 3 Juta di Pembagian Sertifikat Gratis Jokowi
> Reporter: Francisca Christy Rosana
> Editor: Zacharias Wuragil
>
> Rabu, 6 Februari 2019 10:03 WIB
>
>
> [image: Banjir setinggi mata kaki saat Presiden Jokowi dan Gubernur Anies
> Baswedan membagikan sertifikat tanah di lapangan Ahmad Yani, Kebayoran
> Lama, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah]
> <https://statik.tempo.co/data/2018/10/23/id_744362/744362_720.jpg>
>
> Banjir setinggi mata kaki saat Presiden Jokowi dan Gubernur Anies Baswedan
> membagikan sertifikat tanah di lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta
> Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah
>
> TEMPO.CO, Jakarta - Seorang warga peserta pembagian sertifikat tanah
> gratis secara simbolis dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi
> <https://www.tempo.co/tag/jokowi> mengungkap adanya pungutan sebesar Rp 3
> juta agar lembar kertas sertifikat itu sampai ke tangannya. Pembagian
> secara simbolis dilakukan 23 Oktober 2018 lalu, dia membayar Rp 3 juta ke
> pengurus lingkungan setempat tak lama setelahnya, tapi hingga kini
> sertifikat belum juga digenggamnya.
>
> Baca berita sebelumnya:
> Sertifikat Gratis dari Jokowi Tak Kunjung Diterima, Warga Palmerah Resah
> <https://metro.tempo.co/read/1172540/sertifikat-dari-jokowi-tak-kunjung-terbit-warga-palmerah-resah>
>
> Warga itu bernama Naneh, seorang nenek berusia 60 tahun, warga RT 2 RW 5
> Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia termasuk di antara 5000
> orang peserta pembagian sertifikat tanah untuk rakyat oleh Jokowi di
> Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, pada Oktober lalu.
>
> “Presiden Jokowi memang membagikan sertifikat surat itu secara simbolis,
> tapi sampai sekarang kami belum memegang fisiknya,” ujar Naneh saat ditemui
> di rumahnya, Jalan Palmerah Barat, pada Sabtu, 2 Februari lalu.
>
> Naneh menceritakan, empat bulan lalu saat diundang ke pembagian sertifikat
> tanah, sudah dilihatnya penampakan sertifikat atas namanya itu. Saat itu
> dia dan yang lainnya diminta memberikan kartu identitas atau KTP oleh
> petugas yang disebutnya berasal dari Badan Pertanahan Nasional. Tapi
> setelah acara kelar, hanya KTP yang dikembalikan.
>
> Naneh tak mengetahui mengapa sertifikatnya ditahan. Ia telah mencoba
> menanyakan hal itu kepada RW setempat, namun belum berbalas. Menerima
> bayaran uang Rp 3 juta, pengurus RW menjanjikan sertifikat tersebut turun
> bulan Desember, namun hasilnya nihil hingga saat tulisan ini dibuat.
>
> Lurah Kecamatan Grogol Utara, Jumadi, menyangkal pernah menginstruksikan
> pungutan apa pun. Termasuk uang Rp 3 juta kepada Naneh atau yang lainnya
> penerima sertifikat tanah gratis dari presiden.
>
> Menurut dia, pengurus RW memiliki kebijakan sendiri soal memungut Rp 3
> juta. “Bisa saja karena mereka enggak dibayar, sukarela, jadi begitu,” ujar
> Jumadi.
>
> Hingga bulan ini, Jumadi mengatakan, ada 100 warganya belum menerima
> sertifikat tanah gratis itu dari total 450 orang penerima sertifikat tanah
> untuk rakyat dari Presiden Jokowi
> <https://metro.tempo.co/read/1172540/sertifikat-dari-jokowi-tak-kunjung-terbit-warga-palmerah-resah>.
> Jumadi mengatakan masih menunggu kabar dari BPN tentang 100 lembar
> sertifikat itu.
>
>
>
> 
>

Kirim email ke