pingin makan lontong cap go meh
On Friday, February 8, 2019, 9:08:26 AM PST, kh djie <[email protected]>
wrote:
Cahaya purnamanya muncul sebentar lagi pada Cap Go Meh............dan setiap
tanggal 15 menurut kalender bulan ?
Pada tanggal Jum, 8 Feb 2019 pukul 17.40 Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
Menanti Terang 'Tjahaja Purnama' Ahok di Sosok BTP
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Menanti Terang 'Tjahaja Purnama' Ahok di Sosok BTP
Perubahan nama Ahok menjadi BTP diharapkan menjadikan sosok mantan gubernur itu
menggunakan kata-kata yang tak '...
|
|
|
Suriyanto, CNN Indonesia | Jumat, 25/01/2019 14:20 WIBBagikan : Perubahan
nama Ahok menjadi BTP diharapkan menjadikan sosok mantan gubernur itu
menggunakan kata-kata yang tak 'kasar' dan kontroversial. (Foto: CNN
Indonesia/Andry Novelino)Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang bebas, salah satu
yang mengejutkan dari sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah dia tak
ingin dipanggil dengan panggilan lamanya itu. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu
lebih ingin dipanggil BTP, singkatan dari nama panjangnya.
Padahal nama Ahok seakan sudah menjadi 'merek' sekaligus nama besar. Nama ini
dikenal dan terus moncer sejak 2012 saat diusung menjadi calon Wakil Gubernur
DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo. Sebelum 2012, publik yang mengenal Ahok
tak seluas sekarang.
Selain itu, nama Ahok juga terkesan menjadi kata kunci sakti untuk pemberitaan
media karena mantan Bupati Belitung Timur itu dikenal sebagai media darling.
Pemberitaan soal Ahok baik sebelum dan selama ia dipenjara, terus menghiasi
media massa.
|
Lihat juga:
'Mimpi' Konsultan e-Budgeting dan Jasa Ahok pada Anggaran DKI |
Nama itu juga digunakan untuk menyebut nama pendukung dan orang yang
menggemarinya, Ahoker.
Karena itu sebuah pertanyaan besar mengapa Ahok tak ingin lagi dipanggil dengan
sebutan yang sudah melegenda itu dan memilih BTP.
Ahok pertama kali menyatakan ingin dipanggil BTP dalam suratnya yang diunggah
di media sosial pada 12 Agustus 2018. Surat tersebut ditulis dalam rangka
peluncuran buku karyanya berjudul Kebijakan Ahok.
"Semoga Tuhan memberikan kita damai sejahtera dan keadilan. Salam BTP. Catatan,
panggil saya BTP," kata Ahok dalam suratnya kala itu.
Permintaan penggantian nama panggilan itu, kembali disampaikan Ahok melalui
sebuah surat yang ditulis Ahok dan diunggah oleh tim Basuki Tjahaja Purnama
(BTP) melalui akun Instagram @basukibtp pada Kamis (17/1).
|
Lihat juga:
Jelang Dinikahi Ahok, Bripda Puput Mundur Diri dari Polri |
Surat itu sendiri berisi permohonan maaf Ahok atas segala tutur kata, sikap,
dan perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati warga. Dua
lembar kertas bertulis tangan itu ditutup dengan permintaan agar publik
memanggilnya BTP.
"Saya mohon maaf, dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP
bukan Ahok,"tulis Ahok.
Tapi apalah arti sebuah nama, apalagi panggilan.
Ahok bisa dipanggil apa saja. Selama dia nyaman dan yang memanggil tak
mempermasalahkan, tentu sah-sah saja. Namun dalam tulisan ini, saya akan tetap
menggunakan nama Ahok. Alasannya simpel, saya lebih nyaman atau mungkin lebih
familiar dengan nama itu.
Sebagai orang biasa yang sama sekali tidak kenal Ahok secara personal, saya
berharap dengan perubahan panggilan ini, ada perubahan pada sosok Ahok setelah
ia tak lagi di penjara.
| Pendukung Ahok. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan) |
Semua tahu, sosok Ahok akrab dengan kontroversi. Terutama kontroversi yang
berasal dari ucapannya. Bahkan vonis dua tahun kasus penodaan agama yang
menjeratnya, buah dari mulutnya. Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Ahok
mengutip Surat Almaidah ayat 51 soal kepemimpinan dalam Islam.
Mulut Harimau
'Mulut harimau' Ahok itu yang kemudian memantik reaksi demo berjilid-jilid di
Jakarta, termasuk Aksi 212 yang disebut dihadiri jutaan orang.
Bukan soal perkara Al Maidah saja, Ahok juga pernah menyebut seorang ibu yang
mengadu kepadanya dengan istilah 'maling' karena mencairkan Kartu Jakarta
Pintar (KJP) secara tunai.
Mulut Ahok juga terus menuai kontroversi saat menyebut DPRD DKI Jakarta rampok.
Anak buahnya di Pemprov DKI juga pernah jadi sasaran ucapan Ahok yang kasar.
Saat itu ia menyebut pejabat DKI sebagai bajingan soal kasus jual beli unit
rusun.
|
Lihat juga:
Media Internasional Soroti Pembebasan Ahok |
Rekam jejak Ahok soal kesantunan kata-kata, bisa jadi, demikian buruk selama
ini.
Karena itu dengan berubahnya panggilan dari Ahok ke BTP, saya kira bakal ada
perubahan perilaku terutama ucapan Ahok setelah keluar penjara.
Apalagi dengan statusnya sebagai media darling saat kata-kata dan perilakunya
dianggap punya nilai berita.
Tegas bukan berarti harus kasar. Petuah ini pula yang diakui Ahok pernah
diberikan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepadanya. Masih banyak yang bisa
dilakukan Ahok tanpa mengumbar kata-kata kasar yang bisa memicu kontroversi.
|
Lihat juga:
Ma'ruf Amin Singgung Hak Ahok untuk Bebas dari Penjara |
Harus diakui, terlepas dari segala kontroversi dari mulutnya, banyak yang harus
diapresiasi dari Ahok saat memimpin DKI Jakarta. Mulai soal transparansi hingga
profesionalitas pelayanan publik.
Sangat disayangkan jika prestasi dan pencapaian pencapaian selama ini, harus
pudar hanya karena Ahok yang tak juga bisa menjaga mulutnya.
Semoga BTP benar-benar menjadi Ahok baru setelah keluar penjara. Dia dapat
menjadi sosok yang lebih sejuk dan tak membuat kontroversi terus menerus, namun
tak mengurangi ketegasannya.
Dia, bukan tak mungkin, bakal menjadi 'Tjahaja Purnama' yang baru dan
menerangi. (asa)