https://pemilu.antaranews.com/berita/796648/ratusan-santri-jember-turun-ke-jalan-kecam-fadli-zon
Ratusan santri Jember turun ke jalan
kecam Fadli Zon
* Pilpres <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 10 Februari 2019 17:53
Sekjen PDIP menikmati soto dan kopi di pasar tradisional Sejumlah
perempuan yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Nahdatul Ulama (JPN)
membentangkan sejumlah poster bela kiai disela-sela rapat koordinasi
dukungan JPN se-Kabupaten Semarang kepada Capres-Cawapres nomor urut 01
Jokowi-Ma’ruf Amin di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu
(10/2/2019). Aksi JPN tersebut sebagai bentuk protes atas puisi Wakil
ketua DPR Fadli Zon yang berjudul "Doa yang Ditukar" yang diduga isinya
menghina kiai. ANTARA FOTO/Aji Styawan/ama.
Jember (ANTARA News) - Ratusan santri yang tergabung dalam Aliansi
Santri Bela Kiai Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu, turun ke jalan
melakukan "longmarch" dari lapangan Talangsari menuju alun-alun Jember
untuk mengecam puisi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang dinilai menghinai
kiai.
Para santri mengenakan sarung dan kopiah sambil membawa sejumlah poster
yang mengecam keras pernyataan Fadli Zon dalam puisi berjudul "Doa yang
Ditukar" yang dinilai menghina kiai NU KH Maimoen Zubair itu, mendapat
pengawalan dari Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Jember hingga menuju
alun-alun kota Jember.
"Kami menyayangkan pernyataan pimpinan DPR RI Fadli Zon yang tidak hanya
sekali mendiskreditkan kiai, sehingga aksi damai ini merupakan reaksi
keras dari para santri di Jember," kata koordinator aksi yang juga Ketua
Gerakan Pemuda Ansor Jember Ayub Junaidi di Jember.
Menurutnya pernyataan Fadli Zon yang dinilai menyakiti hati para santri
NU tidak hanya pada puisi yang menghina KH Maimoen Zubair, tapi juga
pernyataan lainnya yang seperti penghinaan terhadap Katib Aam PBNU Yahya
Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais Aam PBNU saat dijabat KH Mahruf Amin.
"Tidak seharusnya elite politik yang duduk di pimpinan Senayan
menyampaikan pernyataan yang dapat melukai hati para santri dan
masyarakat, sehingga kami mendesak saudara Fadli Zon untuk meminta maaf
dalam kurun waktu 2x24 jam," ucap Ayub yang juga Wakil Ketua DPRD Jember.
Ayub berharap para elite politik menyampaikan pernyataan politiknya
dengan santun dan tidak melukai hati masyarakat, terutama para santri
karena momentum tahun politik seharusnya tidak membuat gaduh suasana
menjelang Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019.
"Kami juga meminta para tokoh nasional yang lain untuk menghentikan
kebiasaan mencela kiai karena kewajiban sebagai muslim menghormati ulama
dan kiai, bukan malah sebaliknya karena dapat melukai hati para santri
yang berguru kepada para kiai," ujarnya.
Beberapa poster dan spanduk yang dibawa para santri bertuliskan "Mulutmu
Harimaumu", "Tenggelamkan Fadli Zon", "Hentikan Menghujat Kiai", dan
"Jika Kau Nisatakan Guru Kami, maka Kau Menghadapi Kekuatan Santri".
Ratusan santri yang melakukan longmarch dan menggelar doa di alun-alun
Jember berjalan dengan tertib, serta mendapat pengamanan dari aparat
Polres Jember sebanyak 300 personel yang dipimpin langsung Kapolres
Jember AKBP Kusworo Wibowo.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019