Jokowi Cabut Larangan Rapat di Hotel dari Mendagri 
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190212014807-92-368371/jokowi-cabut-larangan-rapat-di-hotel-dari-mendagri
 CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 05:16 WIB
 Bagikan :    
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190212014807-92-368371/jokowi-cabut-larangan-rapat-di-hotel-dari-mendagri#
  
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190212014807-92-368371/jokowi-cabut-larangan-rapat-di-hotel-dari-mendagri#
 Ilustrasi (CNN Indonesia TV)
 Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut 
larangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengenai rapat di hotel. 
Pencabutan larangan tersebut diumumkannya kala menghadiri acara hari ulang 
tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang ke-50 di kawasan 
Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (11/2) malam. 

Pencabutan larangan itu merupakan respons Jokowi atas keluhan dari PHRI yang 
menganggap larangan tersebut bisa memberi tekanan bagi pertumbuhan sektor 
perhotelan da restoran di Tanah Air. Meski begitu, kepala negara mengaku baru 
mengetahui larangan tersebut. 

"Soal statement Mendagri, tadi baru saja saya diberitahu. Itu tidak akan 
ditindaklanjuti. Baru saja tadi saya dikasih tahu, coba langsung ke Mendagri 
dan katanya tidak ditindaklanjuti," ujarnya. 



 Lihat juga:Tjahjo Heran Sumber THR dan Gaji Ke-13 PNS dari APBD Dikritik 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180606035846-20-303833/tjahjo-heran-sumber-thr-dan-gaji-ke-13-pns-dari-apbd-dikritik/
 Pernyataan dari Jokowi itu sontak langsung disambut oleh para pengusaha hotel 
dan restoran yang hadir dalam acara tersebut. "Hore..." teriak para pengusaha 
kompak. 

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan ia akan terus berupaya menciptakan 
kebijakan-kebijakan yang mampu membangun sektor kepariwisataan, termasuk 
industri hotel dan restoran. Begitu pula dalam membuat kebijakan yang 
dikeluarkan melalui masing-masing kementerian. 

"Walau ada menteri yang sampaikan masalah rapat di hotel, tapi yang jelas itu 
bukan presidennya," lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani sempat mengungkapkan beberapa 
curahan hati (curhat) dari para pengusaha sektor hotel dan restoran kepada 
kepala negara. Salah satunya mengenai larangan rapat di hotel dari Mendagri. 


 Lihat juga:Mendagri Sebut Ongkos Jadi Anggota DPR Bisa Capai Rp43 Miliar 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181204132857-32-351021/mendagri-sebut-ongkos-jadi-anggota-dpr-bisa-capai-rp43-miliar/
 "Itu akan memukul pariwisata, termasuk perhotelan dan restoran. Kalau 
alasannya efisiensi, maka seharusnya ada pengelolaan anggaran yang lebih baik 
di masing-masing kementerian, bukan larang rapat di hotel," katanya pada 
kesempatan yang sama. 

Menurutnya, para pengusaha wajar khawatir dengan larangan ini karena kebijakan 
serupa pernah diterapkan pula oleh Yuddy Chrisnandi yang pernah menjabat 
sebagai menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi pada awal 
pembentukan Kabinet Kerja. 

Kala itu, Yuddy menilai rapat di hotel hanya membuat penggunaan anggaran tidak 
efisien. Namun belakangan, larangan itu dicabut karena didesak oleh industri. 

"Tapi kalau diingat, kebijakan KemenPAN-RB dulu itu diikuti kementerian lain 
dan BUMN, itu sempat membuat keuntungan industri ini turun sekitar 20 persen 
dan pemulihan dari kebijakan itu membutuhkan waktu sekitar satu tahun," 
jelasnya. 


 Lihat juga:YLBHI: Pembahasan RUU di Hotel Melanggar Aturan 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160626202334-12-141023/ylbhi-pembahasan-ruu-di-hotel-melanggar-aturan/
 Tak ingin hal itu kembali terulang, maka Hariyadi meminta Jokowi agar segera 
mencabut larangan dari Mendagri. Sementara Mendagri Tjahjo mengeluarkan 
larangan tersebut usai terjadi insiden dugaan penganiayaan terhadap dua pegawai 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

"Saya sudah minta kepada Pak Sekjen Kemdagri untuk membuat aturan setiap 
pemprov yang mau konsultasi anggaran agar ke kantor, bukan di hotel, wong punya 
kantor kok," kata Tjahjo pekan lalu. 

Selain karena insiden tersebut, Tjahjo mengaku larangan rapat di hotel 
berdampak positif pada penghematan anggaran kementerian. Pada 2015 misalnya, 
kementerian berhasil menghemat anggaran sekitar Rp600 miliar karena minim 
mengadakan rapat di hotel. (uli/eks)

Kirim email ke