Kasihan memang anak milenial yang tidak kenal sejarah, hidupnya terbenam dalam
modernisme yang gemerlap dengan warna-warni label, merk, brand, bikinan neolib
imperialis. Hidup sebagai makhluk feodal modern.
Ya, karena pada hakekatnya imperialisme sebagai tahapan tertinggi dari
kapitalisme terus memperkokoh sandaran kolonialisnya pada adab feodal, hanya
saja dalam bentuk modern; gelar bangsawan berganti gelar akademik, konglomerasi
sebagai kerajaan, dan sistem pajaknya semakin bervariasi, hahaha......
--- jetaimemucho1@... wrote:
Soalnya, apa yang dikatakan KGK bertentangan danĀ tidak berkenan di hatinya!
Biasalah, tidak ada argumentasi, maka bisanya hanya menyerang secara
serampanganĀ ke pribadinya KGK...mendekati pikun!!! "Mendekati pikun" tapi apa
yang dikemukakan jauh lebih masuk akal dari pada ocehan orang-orang yang lebih
muda tapi otaknya nggak jalan!!!
On Monday, February 11, 2019, 1:09:02 PM PST, bhjo@... wrote:
Mantan menteri seperti Kwik Kian Gie, mestinya jangan terlalu sering buka mulut
utk publik/politik. Apalagi dgn umurnya yg sudah mendekati kepikunan. Kejadian
begini jarang terjadi di Amerika Utara.
On Monday, February 11, 2019, 10:28:12 PM GMT+1, Jonathan Goeij wrote:
Inti yg dikatakan Kwik adalah tarif jalan tol terlalu mahal, YLKI dan pengusaha
truck muatan juga mengatakan hal yang sama:
Tol Trans Jawa Sepi karena Dinilai Mahal, YLKI: Seperti Bukan Jalan Tol
Tarif Tol Mahal, Pengusaha: Kami itu Kayak Di-Sandwich!