Home Nasional Berita Peristiwa

Jokowi Utus Dokter Terawan Tangani Ani Yudhoyono di Singapura
CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 11:40 WIBBagikan :    Kepala RSPAD dr Terawan 
Agus Putranto. (CNN Indonesia/DiahSaraswati)Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden 
Joko Widodo disebut telah mengutus Kepala RSPAD Gatot Soebroto Terawan Agus 
Putranto untuk menemui dan membantu perawatan istri Presiden ke-6 RI Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan Dokter Terawan telah 
bertolak ke Singapura kemarin.

"Sudah (berangkat) Kepala RSPAD. Kemarin beliau sempat diskusi dengan saya," 
ucap Moeldoko di lingkungan Istana Kepresidenan, Rabu (13/2). 


Di sisi lain, Moeldoko turut mendoakan agar mantan ibu negara segera pulih dari 
sakit yang dideritanya. Namun, ia belum bisa memastikan apakah pihak Istana 
akan menjenguk Ani dalam waktu dekat atau tidak. 

"Ya dilihat situasinya, kalau memungkinkan ya ingin," ujarnya. 

| 
Lihat juga:
 Jokowi Kirim Dokter Tangani Ani Yudhoyono |


Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan 
Jokowi memang sudah memerintahkan dokter kepresidenan untuk ikut menangani Ani 
Yudhoyono. 

"Pak Jokowi atas amanat UU telah memerintahkan Dokter kepresidenan untuk 
menangani/bekerjasama dengan Dokter di Singapura melakukan langkah-langkah 
terbaik untuk penyembuhan Ibu Ani Yudhoyono," kata Andi lewat akun Twitter-nya.

Diketahui, Pasal 7 huruf c UU Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil 
Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden RI menyebutkan bahwa seluruh 
biaya perawatan kesehatan bekas Presiden dan bekas Wakil Presiden serta 
keluarganya ditanggung oleh negara.



| 
Lihat juga:
 Sakit, Ani Yudhoyono Dirawat di Singapura |

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menyebut Ani saat 
ini sedang menjalani observasi. Ia sendiri tak menyebut penyakit yang diderita 
Ani. 

"Ibu Ani Yudhoyono masih dirawat di Singapura saat ini sejak Sabtu pekan lalu. 
Keluarga Pak SBY masih menunggu hasil dari tim dokter yang saat ini masih terus 
melakukan observasi," kata Imelda. (uli)Bagikan :    

Kirim email ke