Isu Infrastruktur Debat Pilpres: Andalan Jokowi, Amunisi Prabowo
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Syailendra Persada
Rabu, 13 Februari 2019 13:05 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi
bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat
Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17
Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan
Terorisme. ANTARA Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo
atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto,
usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta,
Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM,
Korupsi, dan Terorisme. ANTARA
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Isu infrastruktur semakin ramai
diperbincangkan menjelangDebat Pilpres
<https://www.tempo.co/tag/debat-pilpres>kedua. Adu gagasan yang akan
digelar pada 17 Februari 2019 ini mengangkat tema “Energi, Pangan,
Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup".
Baca: Debat Pilpres Kedua, Jokowi Siapkan 3 Amunisi di Lingkungan Hidup
<https://nasional.tempo.co/read/1175110/debat-pilpres-kedua-jokowi-siapkan-3-amunisi-di-lingkungan-hidup>
Bagi kubu Calon Presiden inkumben Jokowi Widodo atau Jokowi,
infrastruktur merupakan salah satu andalan yang dianggap bisa memberi
poin dalam debat nanti. Sementara itu, menurut kubu Prabowo Subianto,
banyak serangan yang bisa ditujukan terkait isu ini.
Bahkan sebelum debat digelar, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan
Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Fadli Zon semakin keras
mengkritik pembangunan infrastruktur era Jokowi. "Kalau dilihat kan
masyarakat enggak bisa makan infrastruktur? Makannya nasi, nah sembako
dan kebutuhan-kebutuhannya semakin mahal, sementara daya beli turun,"
kata Fadli di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Februari 2019.
Juru bicara BPN, Suhendra Ratu Prawiranegara, menilai pembangunan
infrastruktur di era Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak efisien. Ia
mencontohkan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Palembang yang
menurutnya justru membebani keuangan negara.
"Sampai hari ini, pemasukan dari LRT Palembang tidak memenuhi target.
Pemerintah harus keluarkan biaya Rp 10 miliar per bulan untuk
operasional, sementara pemasukan hanya Rp 1 miliar. Ada selisih Rp 9
miliar yang harus disubsidi dan ini mau sampai kapan," kata Suhendra di
media center BPN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2019.
Selain itu, Suhendra menuturkan penugasan pemerintah menggarap proyek
infrastruktur yang menurutnya terkesan ambisius dan kejar tayang itu
membawa pilu bagi BUMN konstruksi. Staf khusus menteri Pekerjaan Umum
2005-2009 ini mencatat setidaknya ada empat BUMN konstruksi yang saat
ini terbebani utang lantaran menggarap proyek infrastruktur pemerintah.
"Ini adalah buntut kebijakan pemerintah yang tidak memperhitungkan
dampak jangka panjang. Ini seolah-olah 'anda selesaikan ini, pokoknya
saya enggak mau tahu', sehingga BUMN-BUMN ini berhutang dan menanggung
risiko keuangan," kata Suhendra.
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyatakan kritik yang menyebut
bahwa pembangunan infrastruktur tak berguna adalah hal keliru. Pandangan
tersebut perlu diluruskan. Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi selama
pemerintahannya fokus memperbaiki sarana dan prasarana. Dibandingkan
negara lain, ini masih sangat jauh tertinggal.
ADVERTISEMENT
“Selama 4 tahun terakhir Indonesia telah membangun 784 kilometer tol.
China dulu belajar Tol Jagorawi. Tapi sekarang China sudah membangun
280.000 kilometer jalan tol. Ini menyedihkan,” ujar dia di Jakarta,
Senin, 11 Februari 2019.
Baca juga: Tanpa Wakil, Jokowi - Prabowo Tetap Simulasi Sebelum Debat
Capres
<https://pilpres.tempo.co/read/1175121/tanpa-wakil-jokowi-prabowo-tetap-simulasi-sebelum-debat-capres>
Menanggapi soal tembakandebat pilpres
<https://www.tempo.co/tag/debat-pilpres> kedua ini, Tim Kampanye
Nasional Jokowi – Ma’ruf menilai, dengan berbagai pembangunan tersebut,
isu infrastruktur menjadi salah satu andalan saat debat nanti. "Pak
Jokowi akan tampil lebih percaya diri karena banyak pencapaian di bidang
infrastruktur," ujar Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN
Jokowi-Ma'ruf, Meutya Hafid pada Senin, 4 Februari 2019.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com