*Salah satu jalan untuk tidak impor pangan ialah harus banyak puasa atau ikat pinggang diperketat. Cara ini ada untungnya bagi orang kaya berlebihan, ini cara menghalangi kegemukan yang bisa berakibat menjadi penderita diabetes atau sesak nafas. Makan secukupnya saja, jadi tidak berlebihan seperti dunia mau kiamat. Apakah ada anjuran lain? Hehehehe monggo-monggo pliss buka pikiran dan tambah solusi. Insyaalloh semua tambahan akan bisa membantu mencegah impor pangan yang berlebihan. *
https://id.beritasatu.com/home/indef-tak-mungkin-impor-pangan-ditiadakan/185452 *Indef: Tak Mungkin Impor Pangan Ditiadakan* Rabu, 13 Februari 2019 | 17:16 *Salah satu jalan untuk tidak impor pangan ialah harus banyak puasa atau ikat pinggang diperketat. Ada untungnya bagi orang kaya raya tmenghalangi kegemukan yang bisa berakibat menjadi penderita diabetes atau tekanan darah dtinggi dan rajin sport. Makan secukupnya saja, jadi tidak berlebihan seperti dunia mau kiamat. Apakah ada anjuran lain? Hehehehe monggo-monggo pliss buka pikiran dan tambah solusi. Insyaalloh semua tambahan akan bisa membantu mencegah impor pangan yang berlebihan. * https://id.beritasatu.com/home/indef-tak-mungkin-impor-pangan-ditiadakan/185452 *Indef: Tak Mungkin Impor Pangan Ditiadakan* Rabu, 13 Februari 2019 | 17:16 *JAKARTA*- Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati berpendapat bahwa tidak mungkin kalau impor pangan ditiadakan sama sekali. "Kalau penilaian saya tidak mungkin tidak impor untuk pangan. Kan pangan ini banyak jenis dan macamnya, tidak bisa kalau pangan hanya dilihat dari beras,” kata Enny dalam acara menujuDebat Kedua Calon Presiden, di Jakarta, Rabu. Ia mencontohkan misalnya saja beras bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri atau swasembada, maka pangan ada jenis lainnya juga yang dibutuhkan seperti kedelai. Lebih lanjut, Enny menjelaskan bahwa tidak semua bahan pangan Indonesia mampu memproduksi atau bahkan memenuhi seluruh kebutuhan, oleh karena itu beberapa jenis pangan masih diperlukan dari kegiatan impor. "Kalau kita tidak impor, nanti kemungkinan kita juga tidak bisa ekspor, sebab kebutuhannya hanya untuk dalam negeri saja, kata Enny. Ia memberikan masukan, lebih baik subjeknya atau pelaku pemenuhan pangan diperhatikan kebutuhannya, dalam kasus beras maka subjeknya adalah petani. Enny berpendapat jika petani sudah dipenuhi kebutuhannya dari segi perlengkapan dan teknologi bahkan lahan, maka memenuhi kemampuan dalam negeri bukan hal yang tidak mungkin, bahkan bisa ekspor dengan kualitas terbaik. Petani lebih baik tidak dipinggirkan perannya, karena dengan sejahteranya petani akan membuat pelaku produksi pangan lebih maksimal. "Yang jadi permasalahan sebenarnya bukan impornya, tapi dulu Pak Jokowi sempat menjanjikan tidak akan impor bahan pangan, dan itu tidak tercapai, makanya menjadi persoalan," kata Enny. (gor/ant) Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) *Berita Terkait* - Defisit Pangan Terus Membengkak <https://id.beritasatu.com/agribusiness/defisit-pangan-terus-membengkak/174676> - Indef: Jaga Stabilitas Harga Barang Kebutuhan Pokok <https://id.beritasatu.com/home/indef-jaga-stabilitas-harga-barang-kebutuhan-pokok/182357> - Indef: Stimulus Fiskal Harus Tumbuhkan Sektor Produktif <https://id.beritasatu.com/home/indef-stimulus-fiskal-harus-tumbuhkan-sektor-produktif/182343> - Indef: Capres-Cawapres Harus Punya Gambaran Kebijakan Ekonomi <https://id.beritasatu.com/home/indef-capres-cawapres-harus-punya-gambaran-kebijakan-ekonomi/178956> - Indef: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Sebesar 5,1% <https://id.beritasatu.com/home/indef-pertumbuhan-ekonomi-triwulan-ii-sebesar-51/178504> *JAKARTA*- Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati berpendapat bahwa tidak mungkin kalau impor pangan ditiadakan sama sekali. "Kalau penilaian saya tidak mungkin tidak impor untuk pangan. Kan pangan ini banyak jenis dan macamnya, tidak bisa kalau pangan hanya dilihat dari beras,” kata Enny dalam acara menujuDebat Kedua Calon Presiden, di Jakarta, Rabu. Ia mencontohkan misalnya saja beras bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri atau swasembada, maka pangan ada jenis lainnya juga yang dibutuhkan seperti kedelai. Lebih lanjut, Enny menjelaskan bahwa tidak semua bahan pangan Indonesia mampu memproduksi atau bahkan memenuhi seluruh kebutuhan, oleh karena itu beberapa jenis pangan masih diperlukan dari kegiatan impor. "Kalau kita tidak impor, nanti kemungkinan kita juga tidak bisa ekspor, sebab kebutuhannya hanya untuk dalam negeri saja, kata Enny. Ia memberikan masukan, lebih baik subjeknya atau pelaku pemenuhan pangan diperhatikan kebutuhannya, dalam kasus beras maka subjeknya adalah petani. Enny berpendapat jika petani sudah dipenuhi kebutuhannya dari segi perlengkapan dan teknologi bahkan lahan, maka memenuhi kemampuan dalam negeri bukan hal yang tidak mungkin, bahkan bisa ekspor dengan kualitas terbaik. Petani lebih baik tidak dipinggirkan perannya, karena dengan sejahteranya petani akan membuat pelaku produksi pangan lebih maksimal. "Yang jadi permasalahan sebenarnya bukan impornya, tapi dulu Pak Jokowi sempat menjanjikan tidak akan impor bahan pangan, dan itu tidak tercapai, makanya menjadi persoalan," kata Enny. (gor/ant) Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) *Berita Terkait* - Defisit Pangan Terus Membengkak <https://id.beritasatu.com/agribusiness/defisit-pangan-terus-membengkak/174676> - Indef: Jaga Stabilitas Harga Barang Kebutuhan Pokok <https://id.beritasatu.com/home/indef-jaga-stabilitas-harga-barang-kebutuhan-pokok/182357> - Indef: Stimulus Fiskal Harus Tumbuhkan Sektor Produktif <https://id.beritasatu.com/home/indef-stimulus-fiskal-harus-tumbuhkan-sektor-produktif/182343> - Indef: Capres-Cawapres Harus Punya Gambaran Kebijakan Ekonomi <https://id.beritasatu.com/home/indef-capres-cawapres-harus-punya-gambaran-kebijakan-ekonomi/178956> - Indef: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Sebesar 5,1% <https://id.beritasatu.com/home/indef-pertumbuhan-ekonomi-triwulan-ii-sebesar-51/178504>
