https://pemilu.antaranews.com/berita/797877/rumusan-terkait-sektor-pangan-kedua-capres-dinilai-masih-umum
Rumusan terkait sektor pangan kedua
capres dinilai masih umum
* Pilpres <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 13 Februari 2019 22:00
Penertiban APK di angkutan umum Impor pangan diperkirakan akan jadi
bahan perdebatan keras dalam debat capres putaran kedua pada 17 Februari
2019. (ANTARA News/Hanni Sofia)
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat sektor pertanian Khudori menyatakan
bahwa rumusan dalam program sektor pangan yang ditawarkan oleh kedua
kubu calon presiden masih bersifat umum dan belum benar-benar terperinci
hingga ke detil-detilnya.
"Sepintas kalau saya baca rasanya hanya disinggung sedikit karena
rumusannya biasanya umum," kata Khudori ketika dihubungi Antara di
Jakarta, Rabu.
Terkait dengan perkembangan beragam komoditas pangan selama beberapa
tahun terakhir, menurut dia, hal tersebut harus dilihat setiap komoditas
pertanian.
Ia mencontohkan padi, yang berdasarkan data yang sudah dikoreksi BPS
ditemukan bahwa produksi padi mengalami surplus hingga sekitar 3 juta ton.
Selain itu untuk komoditas jagung, mengacu kepada data kementerian
teknis ada surplus, namun hal itu dinilai masih menjadi kontroversial.
"Data kementerian teknis kita surplus luar biasa, namun masih jadi
kontroversi karena surplus tetapi peternak kesulitan mendapatkan jagung
untuk pakan," katanya.
Sedangkan untuk kedelai, produksinya bukannya naik tetapi mengalami
penurunan sehingga tingkat ketergantungan terhadap impor juga semakin
tinggi.
Sementara untuk gula dan daging sapi dinilai relatif sama, yaitu relatif
stagnan karena selama beberapa tahun terakhir tingkat produksinya
hampir-hampir mirip dan tidak ada lonjakan.
Untuk program reforma agraria, pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia
(AEPI) itu melihat kepada dua hal, yaitu kepada program perhutanan
sosial yang perkembangannya dinilai cukup cepat.
Namun untuk program pembagian lahan kepada petani dinilai masih
mengalami banyak hambatan yang dinilai terjadi karena beberapa faktor
yang kompleks dan harus dilihat per daerah penyebabnya.
*Baca juga: Pengamat: tiga isu pertanian harus dikritisi dalam debat
<https://www.antaranews.com/berita/797820/pengamat-tiga-isu-pertanian-harus-dikritisi-dalam-debat>
Baca juga: Kedua pasang capres-cawapres belum miliki program untuk
lingkungan
<https://www.antaranews.com/berita/797817/kedua-pasang-capres-cawapres-belum-miliki-program-untuk-lingkungan>
Baca juga: Capres diminta berani jelaskan substansi program di debat
kedua
<https://www.antaranews.com/berita/797776/capres-diminta-berani-jelaskan-substansi-program-di-debat-kedua>*
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019