https://tirto.id/benarkah-tarif-tol-di-indonesia-termahal-di-asean-dgHK
<https://tirto.id/q/ekonomi-kP>
Benarkah Tarif Tol di Indonesia
Termahal di ASEAN?
Infografik Periksa Data Tarif Tol Indonesia Baru dan Mahal.
tirto.id/Nadya
<https://tirto.id/benarkah-tarif-tol-di-indonesia-termahal-di-asean-dgHK>
Infografik Periksa Data Tarif Tol Indonesia Baru dan Mahal.
tirto.id/Nadya
Oleh: Desi Purnamasari - 13 Februari 2019
Dibaca Normal 3 menit
/Tarif tol Trans Jawa jadi sorotan karena dianggap kemahalan, patutkah
tarif tolnya dievaluasi?/
tirto.id <https://tirto.id/> - Keluhan para sopir truk soal mahalnya
tarif tol Trans Jawa jadi bahan kritikan bagi lawan petahana jelang
Pilpres 2019. Tarif tol di Indonesia khususnya Trans Jawa dianggap
paling mahal di kawasan ASEAN.
Tarif Tol Trans Jawa berdampak signifikan terhadap pengeluaran harian
pengusaha truk. Setidaknya dibutuhkan biaya di atas Rp1 juta untuk
melewati tol Trans Jawa terutama untuk jenis kendaraan golongan V atau
truk besar. Akibatnya, banyak pengusaha justru menghindari jalan tol dan
beralih ke jalur jalan nasional Pantura.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu
Prawiranegara mengatakan, tarif tol di Indonesia merupakan tarif tol
termahal di Asia Tenggara. Namun, ia tak merinci lokasi-lokasi tol dan
jenis tarif golongan kendaraan.
Menurutnya, rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp1.300 hingga
Rp1.500/km. Negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp778/km, Malaysia
Rp492/km, Thailand dalam kisaran Rp440/km, Vietnam dalam kisaran
Rp1.200/km, dan Filipina Rp1.050/km.
/Tirto/ mencoba mengumpulkan tarif beberapa ruas jalan tol atau jalan
berbayar sejenisnya di beberapa negara Asia Tenggara yang tarifnya
relatif paling mahal yaitu, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura.
Tarif tol yang dikumpulkan merupakan harga untuk kendaraan berat dan
nilainya sudah dikonversikan ke dalam satuan rupiah menurut kurs pada 8
Februari 2019.
Khusus Singapura, ada ruas jalan bebas hambatan atau /expressway
/bertarif yang menerapkan /Electronic Road//Pricing (/ERP). Di
Singapura, tarif ERP juga berlaku pada jalan arteri/. /Tarif yang
berlaku diatur berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pada saat jam-jam
sibuk tarifnya makin mahal untuk jenis kendaraan dan berlaku pada ruas
arteri maupun /expressway/. Tarif ERP yang berlaku lebih bertujuan untuk
pengendalian lalu lintas kendaraan./
/"Di Singapura memang tak ada tol, mereka pakai sistem ERP. Kalau bisa
disetarakan dengan tol itu, sistem ERP pada /expressway/," kata
Pemerhati Transportasi dari Unika Soegijapranata yang juga anggota
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno kepada /Tirto/.
Infografik Periksa Data Tarif Tol Indonesia Baru dan Mahal
Dari tabel di atas, terlihat bahwa tarif tol yang paling mahal ada di
Pan Island Expressway (PIE)
<https://www.mytransport.sg/content/mytransport/home/myconcierge/erprates.html>
Singapura yaitu Rp2.890,8/km untuk kendaraan berat saat jam sibuk di
hari kerja. Itu adalah harga yang paling tinggi untuk setiap rute jalan
tol. Ruas tol ini dimasukkan dalam sampel tabel juga karena sebagai
/expressway /yang kali pertama dibuat di Singapura.
Di Indonesia, ada ruas tol Trans Jawa yang ruas-ruasnya merupakan
kombinasi dari ruas tol yang baru dibangun dengan biaya investasi lebih
mahal, hingga yang sudah lama dibangun beberapa dekade lalu. Ruas tol
ini juga tengah menjadi kontroversi karena tarifnya dianggap terlalu mahal.
Hasil perhitungan, rata-rata tarif Tol Trans Jawa adalah Rp2.264,6/km.
Angka ini merujuk data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU
dan Perumahan Rakyat yaitu
<http://bpjt.pu.go.id/konten/monitoring/trans-jawa>total panjang jalan
tol Trans Jawa 706,09 km, mencakup ruas Jakarta-Cikampek. Rinciannya
Jakarta-Cikampek 73 Km dan Cikampek-Surabaya (Gempol) 633 km yang jadi
inti proyek Trans Jawa yang mulai dibangun pasca krisis 1998.
Di Filipina, ada /Star Tollway/ memiliki tarif Rp1.831,7 per km.
Sementara itu tarif tol di Malaysia, ada rus tol North-South Expressway
<http://kadartol.llm.gov.my/> dari pintu masuk Ainsdale hingga Juru yang
berjarak 386,5 km, kendaraan paling berat (golongan III) hanya perlu
membayar sebesar RM106,4, bila dirupiahkan dengan kurs Rp3.437,4 pada 8
Februari 2019, maka nilainya Rp365.742,6 atau Rp946,3 per km.
Dari sampel ruas-ruas tol tersebut, menunjukkan tarif tol di Indonesia
khususnya rata-rata tarif di Trans Jawa memang termasuk salah satu yang
termahal di ASEAN. Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan
mahalnya tarif tol Trans Jawa
<https://tirto.id/bappenas-jelaskan-penyebab-tarif-tol-trans-jawa-mahal-dgo9>
didasari banyak pertimbangan. Beberapa pembangunan tol Trans Jawa
dibangun menggunakan dana investor swasta, sehingga penerapan tarif
lebih mempertimbangkan pengembalian modal investor tol dari waktu
konsesi tol yang diberikan pemerintah biasanya 40 tahun semenjak
penandatangan kontrak.
Infografik Periksa Data Tarif Tol Indonesia Baru dan Mahal
Besaran tarif tol juga sangat tergantung dengan kapan investasi tol itu
berlangsung, semakin lebih dulu dibangun, maka kemungkinan tarifnya
berpotensi lebih rendah, karena biaya investasi jauh lebih murah. Selain
itu, ada faktor lain seperti jenis konstruksi dan medan, semakin medan
yang sulit atau banyak menggunakan konstruksi /elevated//layang atau
terowongan maka investasinya makin besar, sehingga tarif berpotensi
makin tinggi.
Ruas jalan /Marina Coastal Expressway /misalnya, pembangunannya baru
selesai pada Desember 2013. /Marina coastal/ yang menghubungkan bagian
timur dan barat Singapura ini mematok Rp4.833,1 per Km untuk jenis
kendaraan berat dari MCE hingga /Central Boulevard/. Ruas ini memiliki
konstruksi terowongan bawah tanah.
Di Indonesia, ada Tol Trans Jawa selain waktu pembangunannya tergolong
baru, biaya pembebasan lahan yang perlu ditebus kepada pemilik tanah
juga sudah tidak murah lagi seperti dua dekade lalu saat kali pertama
dicetuskan. Rata-rata Tol Trans Jawa baru beroperasi setelah 2015.
*Baca juga: Jokowi Bangun Tol Lebih Panjang dari SBY & Presiden Sebelumnya?
<https://tirto.id/jokowi-bangun-tol-lebih-panjang-dari-sby-amp-presiden-sebelumnya-cYvo>*Tarif
tol yang relatif mahal adalah konsekuensi dari pembangunan infrastruktur
yang mengandalkan pemodal, dan proses pembangunannya terlambat. Namun,
Sumaryoto
<https://jurnal.uns.ac.id/rural-and-development/article/download/23808/17120>
dari Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret dalam jurnalnya yang
berjudul “Dampak Keberadaan Jalan Tol Terhadap Kondisi Fisik, Sosial,
dan Ekonomi Lingkungannya” (2010) menyebutkan bahwa pembangunan jalan
tol akan berdampak positif bagi daerah yang berada di lokasi dekat pintu
keluar-masuk jalan tol. Aktifitas perekonomian akan berkembang lebih cepat.
Namun bagi daerah yang berada di sepanjang jalan tol tidak bisa berharap
banyak dari penjualan barang dan jasa. Selain itu, efek lingkungan yang
ditimbulkan juga menjadi perhatian, seperti berkurangnya daerah resapan
air dan lahan pertanian. Melihat dari sisi transportasi, keberadaan
Jalan Tol Trans Jawa memang memperlancar arus dan dapat mempersingkat
waktu perjalanan.
Bila mencermati ihwal penurunan ongkos logistik menjadi salah satu
tujuan pembangunan jalan tol Trans Jawa, maka persoalan tarif layak
dipikirkan ulang oleh pemerintah. Bagaimana menyeimbangkan kepentingan
investor dan tujuan menekan biaya logistik dengan adanya pembangunan tol.
Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA
<https://tirto.id/q/periksa-data-gqo?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Desi Purnamasari
<https://tirto.id/author/desipurnama?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Lowauthor>
(tirto.id - Ekonomi)
Penulis: Desi Purnamasari
Editor: Suhendra
Proyek jalan tol bukanlah proyek jangka pendek