Mahfud MD: Pemilu Zaman Orde Baru, Pemerintah yang Curang
Reporter:
Syafiul Hadi
Editor:
Tulus Wijanarko
Kamis, 14 Februari 2019 13:40 WIB
Mahfud MD saat memberi materi diskusi di acara Indonesia Diaspora
Network United di Melbroune, Australia, Rabu, 28 November 2018.
Foto:IstimewaMahfud MD saat memberi materi diskusi di acara Indonesia
Diaspora Network United di Melbroune, Australia, Rabu, 28 November 2018.
Foto:Istimewa
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Mantan Ketua Mahkamah KonstitusiMahfud MD
<https://www.tempo.co/tag/mahfud-md>mengatakan sistem pemilu saat ini
tentu lebih baik dari yang dilakukan pada zaman Orde Baru. Sebab, kata
dia, lembaga penyelenggara pemilu saat ini independen.
Meski demikian, Mahfud menilai kecurangan Pemilu masih ada terjadi pada
era reformasi seperti sekarang. Bedanya, kata dia, kecurangan saat ini
bersifat horizontal yang dilakukan antarpartai politik. "Bukan oleh
pemerintah. Kalau dulu kan pemerintah yang curang, ditentukan dari atas,
vertikal," ujar Mahfud dalam sambutan acara diskusi di kantornya, MMD
Inisiative, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.
Mahfud bercerita, pada zaman Orde Baru, lembaga penyelenggara pemilu tak
independen seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini. Pada masa itu,
kata dia, hasil pemilu ditentukan oleh Lembaga Pemilihan Umum (LPU) yang
berada langsung di bawah pemerintah.
"LPU itu dipimpin oleh Mendagri, yang di bawahnya mengetuai gubernur,
bupati, dan wali kota. Pengawasnya dari Kejaksaan Agung, bukan Bawaslu
yang juga bagian dari LPU," katanya.
Menurut Mahfud, masyarakat tak bisa mengetahui hasil pemilu selain dari
pemerintah. Sedangkan saat ini, ucap dia, banyak lembaga survei yang
dapat dijadikan acuan awal terhadap hasil pemilu. "Sekarang semua orang
survei bebas. Kalau ada yang tidak puas dengan hasil pemilu, masih ada MK."
ADVERTISEMENT
Mahfud menuturkan saat ini semua lembaga pemilu merupakan lembaga
mandiri yang tak bisa diintervensi pemerintah maupun DPR. Selain itu,
proses jalannya pemilu saat iin juga diawasi media, yang pada zaman Orde
Baru sangat dibatasi. "Dulu zaman Pak Harto tak boleh, saudara
memberitakan macam-macam saudara bisa hilang. Sekarang beritakan apa
saja, kalau tak benar dibantah oleh yang lain," tuturnya.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com