/http://mediaindonesia.com/read/detail/216841-soal-lingkungan-pemerintahan-kini-lebih-baik
/
//
//
/*Soal Lingkungan, Pemerintahan Kini Lebih Baik*/
Penulis: *Sri Utami * Pada: Kamis, 14 Feb 2019, 06:15 WIB Politik dan
Hukum <http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/216841-soal-lingkungan-pemerintahan-kini-lebih-baik>
<http://twitter.com/home/?status=Soal Lingkungan, Pemerintahan Kini
Lebih Baik
http://mediaindonesia.com/read/detail/216841-soal-lingkungan-pemerintahan-kini-lebih-baik
via @mediaindonesia>
Soal Lingkungan, Pemerintahan Kini Lebih Baik
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/02/2a2c7c6a5dc194f03dce33df019d9fb3.jpg>
/Grafis MI/
DEBAT capres pada Minggu (17/2) yang antara lain mengusung tema
lingkung-an menjadi ajang setiap kandidat untuk membumikan konsep
pengelolaan dan peta jalan isu tersebut kepada publik.
Sebagaimana diungkap Manajer Kampanye Keadilan Iklim Walhi, Yuyun
Harmono, dalam diskusi bertema Darurat penyelamatan sumber daya alam dan
pembangunan rendah karbon di Kantor World Resources Institute (WRI)
Indonesia di Wisma PMI, Jakarta, kemarin.
"Visi dan misi mereka belum detail. Jokowi memasukkan sisi mitigasi,
tapi soal adaptasi belum. Bagi Prabowo, lingkungan masih sekadar
wawasan, tidak mendasar," kata Yuyun.
Bahkan Yuyun menilai capres nomor urut 02 itu selain minim pengetahuan
lingkungan juga melantur ketika menjelaskan soal tambang berkelanjutan.
"Dia (Prabowo) bilang pertambangan ramah lingkungan. Operasinya seperti
apa? Karena tidak terintegrasi, solusi-nya jadi parsial. Kedua capres
juga masih bergantung pada energi fosil, bukan energi terbarukan yang
ramah lingkungan," lanjut Yuyun.
Debat kedua capres berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu
(17/2) dengan tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan
sumber daya alam.
Terkait dengan pengelolaan lingkungan dan hutan, Direktur WRI Indonesia
Nirarta Samadhi menyatakan pemerintahan saat ini justru menoreh-kan
capaian terbaik.
"Dalam lima tahun upaya menekan deforestasi turun signifikan jika
dibandingkan dengan di era sebelumnya. Deforestasi turun karena kuatnya
usaha meredam kebakaran," ujar Nirarta (lihat grafik).
*Bebas asap*
Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Ola Elvestuen mengapresiasi
keberhasilan pemerintahan kini dalam mengelola lingkungan
"Reduksi emisi menunjukkan hasil positif. Kedua negara menyepakati kerja
sama pendanaan iklim pada 2010 senilai US$1 miliar," ungkap Ola dalam
pertemuannya dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya
di Jakarta, kemarin.
Menteri Siti Nurbaya menambahkan langkah korektif pemerintah menekan
emisi dari sektor hutan dan lahan dilakukan dengan moratorium hutan
primer dan lahan gambut, serta pencegahan dan pe-ngendalian kebakaran
hutan ataupun lahan.
"Kita berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca pada 2017 sebesar 24%,"
kata Siti.
Aktivis lingkungan yang juga kader Partai NasDem, Emmy Hafild, mengakui
pemerintahan kini tidak saja sukses menekan laju deforestasi. "Kini 40
juta lebih orang di Sumatra dan Kalimantan bebas dari asap kebakaran
lahan dan hutan."
Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Erik Thohir, optimistis capres
nomor urut 01 menguasai debat yang mengusung isu lingkungan. "Pak Jokowi
sudah menemui para pakar. Hasilnya baik."
Dalam debat kedua, Prabowo akan mendorong strategi energi bersih dan
terbarukan.
"Kita punya 80 juta hektare lahan telantar. Sekitar 10 juta hektare kami
muliakan dengan tanaman pangan dan energi. Kami dorong pemda membuka
solar farm agar ketergantung-an pada energi fosil dan impor BBM
berkurang," tandas Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional
Prabowo-Sandi, Sudirman Said. (Dhk/Ins/Cah/Ant/X-3)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/216841-soal-lingkungan-pemerintahan-kini-lebih-baik>
<http://twitter.com/home/?status=Soal Lingkungan, Pemerintahan Kini
Lebih Baik
http://mediaindonesia.com/read/detail/216841-soal-lingkungan-pemerintahan-kini-lebih-baik
via @mediaindonesia>