https://www.antaranews.com/berita/798818/warga-jayawijaya-papua-bersama-tni-panen-padi-organik
Warga Jayawijaya-Papua bersama
TNI panen padi organik
Sabtu, 16 Februari 2019 00:05 WIB
Pasar Sinakma Wamena Suasana aktivitas warga di Pasar Tradisional
Sinakma, kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (14/8). Berbagai
macam hasil pertanian dan kebutuhan pokok tersedia di pasar tradisional
tersebut. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Sejak 2014 prajurit TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama Dinas
Pertanian menjalin kerja sama memelopori pemanfaatan lahan-lahan rawa
agar dapat menjadi produktif dengan upaya penanaman padi organik, yang
salah satunya varietas Inpari 27
Jayapura, (ANTARA News) - Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol (Inf)
Chandra Dianto bersama pemangku kepentingan dan warga panen padi organik
bersama di Kampung Elalua, Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya,
Provinsi Papua, Jumat.
Panen padi varietas Inpari 27 di lahan milik Frans Lokobal, petani di
Kampung Elalua itu, juga dihadiri Kabulog Wamena, Ahmad Mustari.
"Hari ini kami panen padi bersama warga dan pemangku kepentingan di
Kampung Elalua," katanya.
Ia menjelaskan sejak 2014 prajurit TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya
bersama Dinas Pertanian setempat menjalin kerja sama dalam memelopori
pemanfaatan lahan-lahan rawa agar dapat menjadi produktif dengan upaya
penanaman padi organik, yang salah satunya varietas Inpari 27.
"Dalam mengoptimalkan kegiatan tersebut, Babinsa Kodim 1702/Jayawijaya
ditugaskan turun lapangan guna memberikan sosialisasi, penyuluhan dan
motivasi serta pembuatan klaster percontohan, yakni tentang pemanfaatan
lahan-lahan tidur menjadi produktif melalui gerakan padi, jagung, dan
kedelai (pajale)," katanya.
Aksi itu, kata dia, akhirnya berbuah hasil berupa panenan dan terbuka
lahan seluas kurang lebih 345 hekater, yang salah satunya berada di
Distrik Asolokobal dengan luas kurang lebih 20 hektare.
"Ini bagian dari segala upaya untuk terciptanya ketahanan pangan dan
sudah kita lakukan melalui pendampingan babinsa (bintara pembina desa)
sejak dibukanya lahan hingga penanaman bibit padi Inpari 27 ini, yang
ternyata dapat memberikan hasil bagi masyarakat," katanya.
Ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan kegiatan itu di wilayah
lainnya agar seluruh petani dapat merasakan pula hasil panen padi Inpari
27, seperti yang saat ini sedang dituai.
"Dan akan kita sosialisasikan terus sehingga masyarakat dapat merasakan
pertumbuhan perekonomian di wilayah ini," kata Chandra Dianto.
Sekretaris kelompok tani Kampung Elalua, Frans Lokobal, menyampaikan
terima kasih kepada Kodim 1702/Jayawijaya karena melalui babinsa telah
memberikan perhatian kepada masyarakat sejak mengawali pembukaan lahan
rawa menjadi lahan pertanian sehingga masyarakat paham tentang cara
menanam padi yang baik dan benar.
"Oleh karena itu saya berharap kebersamaan maupun sinergitas ini terus
dilakukan serta dijaga kalau perlu lebih ditingkatkan lagi ke depannya,"
ujarnya.
Kabulog Wamena Ahmad Mustari mengharapkan panen padi itu meningkatkan
taraf perekonomian warga.
"Tidak menutup kemungkinan Distrik Assolokobal, Kabupaten Jayawijaya ke
depannya akan menjadi lumbung padi di wilayah pegunungan tengah," katanya.
Pada kesempatan itu, Dandim 1702/Jayawijaya juga memberikan bantuan
bahan pokok sebagai bentuk tali asih dan kepedulian kepada masyarakat
setempat.
Ia berharap, kerja sama yang sudah terjalin baik itu dipertahankan dan
ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan positif, berupa peningkatan
ekonomi guna menyejahterakan masyarakat, demi terwujudnya swasembada
pangan di Jayawijaya.
*Baca juga: TNI bersama warga Jayawijaya panen padi
<https://www.antaranews.com/berita/768831/tni-bersama-warga-jayawijaya-panen-padi>*
Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019