/http://mediaindonesia.com/read/detail/217717-kirab-cap-go-meh-menutup-perayaan-imlek
/
//
//
/*Kirab Cap Go Meh Menutup Perayaan Imlek*/
Penulis: *Nurul Hidayah/N-2* Pada: Selasa, 19 Feb 2019, 01:00 WIB
Nusantara <http://mediaindonesia.com/nusantara>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/217717-kirab-cap-go-meh-menutup-perayaan-imlek>
<http://twitter.com/home/?status=Kirab Cap Go Meh Menutup Perayaan
Imlek
http://mediaindonesia.com/read/detail/217717-kirab-cap-go-meh-menutup-perayaan-imlek
via @mediaindonesia>
Kirab Cap Go Meh Menutup Perayaan Imlek
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/02/1b0765d6eaa10b0542a5ffa0979bb684.jpg>
/MI/Nurul Hidayah/
SUASANA Kota Cirebon cukup ramai dan meriah. Warna-warna merah dan
kuning bermunculan di sudut-sudut gang. Wihara Dewi Welas Asih, wihara
tertua dan terbesar di Kota Cirebon sangat ramai. Sejak kemarin,
orang-orang di wihara sibuk mempersiapkan penutupan Imlek atau dikenal
dengan perayaan Cap Go Meh yang berlangsung pada hari ini, Selasa (19/2).
Persiapan penutupan Imlek atau disebut prosesi Ciap Sin tengah
berlangsung. Para pengurus kelenteng sibuk menerima patung dewa dan dewi
dari wihara dan kelenteng dari sejumlah daerah di Cirebon.
“Dewa dan dewi yang kami terima berasal dari sejumlah daerah di
Kabupaten Cirebon yang meliputi Plered, Sindanglaut, Arjawinangun, dan
Ciledug,” kata pengurus bagian ritual Wihara Dewi Welas Asih, Ahong,
kemarin.
Patung dewa dewi juga berdatangan dari Kabupaten Indramayu dan Kota
Cirebon sendiri. Kiriman patung dewa dewi dari Kota Cirebon berasal dari
Kelenteng Talang, Kanoman, dan Prujakan.
Patung dewa dan dewi tersebut kemudian diletakkan di atas altar, yang
terpisah dengan altar dewa dan dewi yang sudah ada di Wihara Dewi Welas
Asih. Proses peletakan dewa dan dewi ini berlangsung khidmat. Selain
prosesi Ciap Sin, sejumlah orang juga mempersiapkan joli atau tandu
berwarna merah, untuk membawa patung-patung dewa dan dewi.
Sedikitnya ada 15 joli yang dipersiapkan dan dihiasi dengan warna merah
yang cukup dominan. Dipadukan dengan warna kuning, ungu, dan lainnya.
Untuk mempercantik joli, juga dipasang bunga plastik serta lampion mini.
“Sebelum kirab budaya, akan digelar upacara sembahyangan bersama,”
terang Ahong.
Sembahyang bersama digelar 2 jam sebelum kirab, setelah itu dewa dan
dewi akan diturunkan dari altar dan ditempatkan di setiap joli. Selain
patung dewa dan dewi, kirab budaya juga akan diikuti pasukan dari
sejumlah keraton di Cirebon. Kirab budaya ini menurut Ahong sebagai
perpaduan dan keharmonisan hidup antara berbagai etnik di Indonesia,
termasuk di Kota Cirebon. Kirab budaya akan digelar hari ini sekitar
pukul 13.00 WIB.
Kirab budaya Cap Go Meh ditandai arak-arakan orang yang memanggul joli.
Sebelum dimulai, dilakukan penghormatan oleh kelompok barongsai yang
turut dalam arak-arakan. Tak ketinggalan, rentetan petasan dinyalakan di
area dalam Wihara Dewi Welas Asih.
Masyarakat antusias menantikan kirab Cap Go Meh ini. “Setiap tahun pasti
ada kirab Cap Go Meh. Saya ingin melihat atraksi barongsai,” kata Heri,
warga Kota Cirebon yang rutin menonton kirab Cap Go Meh ini. (Nurul
Hidayah/N-2)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/217717-kirab-cap-go-meh-menutup-perayaan-imlek>
<http://twitter.com/home/?status=Kirab Cap Go Meh Menutup Perayaan
Imlek
http://mediaindonesia.com/read/detail/217717-kirab-cap-go-meh-menutup-perayaan-imlek
via @mediaindonesia>