bung Chan, anda teliti sendiri dalam setiap thread saya tdk pernah memulai 
meng-goblok2an orang. tetapi ada orang yg setiap kali nimbrung selalu sumpah 
serapah meng-goblok2an, herannya tidak pernah anda tegur!!!! bagaimana 
ini!!!!!! apakah anda sedemikian biasnya?????????????
 

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Bung Ajeg yb,
 
 Baiklah kalau begitu, dengan adanya kejelasan bung dibawah ini, bahkan dengan 
ketambahan link (#164921) merujuk pembicaraan tahun 2015 yl, saya coba 
lanjutkan jalan pemikiran dan penglihatan saya terhadap jalannya diskusi di 
GELORA45 ini. 
 
 Dengan pengertian diantara kita yang tergabung dalam milis GELORA45 yang saya 
kelola ini, sekalipun banyak yang tidak saya kenal dan ketahui secara pribadi, 
tetap bisa saya perlakukan sebagai SAHABAT-SAHABAT baik untuk berdiskusi! 
Masing-masing cukup berkemampuan mengendalikan dan menguasai diri dalam 
mengajukan pendapat/pemikirannya dalam diskusi secara baik-baik, ... Tanpa 
harus ada ketentuan resmi yang tertulis. Sebagaimana selama ini, cukup dengan 
semprit teguran ataupun himbauan menghentikan diskusi yang saya anggap sudah 
menjurus kebablasan, berkepanjangan atau membosankan saja. Begitulah selama 
belasan tahun ini, ... hanya terjadi 3 orang terpaksa saya cabut hak bicara 
atau bersuaranya!
 Prinsip yang sudah seharusnya kita pegang bersama adalah: sepakat untuk TIDAK 
ada kesepakatan! Jadi, kita semua harus SEPAKAT dalam diskusi apapun di 
GELORA45 ini, TIDAK ADA yang bisa dan boleh berusaha keras memaksakan lawan 
pendapat untuk SEPAKAT dengan pendapat/pandangan kita sendiri! Setelah 
masing-masing mengajukan pemikiran, pendapatnya dan dirasakan tidak ada 
kesesuaian yang bisa disepakati, sudah seharusnya diskusi dihentikan, tanpa 
harus memaki orang untuk mencapai kesepakatan bersama! Masing-masing kita 
boleh-boleh saja mempertahankan pemikiran, pendapat yang dianggap BENAR itu! 
Ini pertama;
 Kedua, kita semua juga sama-sama sudah tahu dan mengerti betul dalam 
menyampaikan pemikiran/pendapat sebaiknya dengan utamakan argumentasi yang 
diikuti data akurat, tanpa harus menyerang pribadi lawan apalagi dengan 
caci-maki, ...! Inilah cara diskusi-sehat yang sudah seharusnya kita 
pertahankan bersama di GELORA45 ini!
 Terus terang saja, saya selama belasan tahun ini HANYA mengenal bung dan juga 
bung Nesare dan Jonathan dari tulisan-tuilisan didunia maya saja. TIDAK 
mengenal secara pribadi apalagi mengetahui latar belakangnya. Jadi, lebih 
dahulu mohon maaf kalau sikap dan kebijakan yang saya ambil dirasakan kurang 
bahkan TIDAK ADIL!
 
 Dari penglihatan saya, lepas dari kesamaan/perbedaan pandangan politik 
tentunya, sebetulnya cara diskusi bung Nesare lebih mengutamakan argumentasi, 
bisa memberikan penjelasan secara baik, dan selalu mengejar lawan untuk ajukan 
argumentasi. Bisa mengangkat masalah yg jadi penekanan dan menuntut diperjelas 
oleh lawan diskusi. Bahkan saya banyak belajar berbagai masalah dari diskusi 
yang terjadi. Sekalipun saya pun TIDAK SETUJU dengan cara meng-GOBLOK-GOBLOK an 
Jonathan! Dan, saya perhatikan ternyata hanya menyasar Jonathan seorang! Atau 
lolos dari pengamatan saya??? Entah lah diantara mereka berdua yg nampaknya ada 
ganjelan lama atau bagaimana?! Itulah sebab selama ini saya biarkan saja 
umpatan itu berlanjut, sampai masalah mereka berdua bisa diselesaikan sendiri 
saja.
 Nah,  itulah sebab saya juga tidak sependapat dengan bung, yg menganggap bung 
Nesare sama dengan Ngabalin! Sekalipun sama-sama keras dalam mempertahankan dan 
perjuangkan pemikirannya. Sekali lagi, tentu penilaian terhadap sikap seseorang 
juga boleh-boleh saja berbeda dengan sudut pandang masing-masing, ...
 Salam,
 ChanCT
 
 

 ajeg ajegilelu@... mailto:ajegilelu@... [GELORA45] 於 19/2/2019 1:54 寫道:

   Anda berhasil kok. Memang itu yang dimaksud, centeng yang gampang kalap 
hanya lantaran beda pendapat. Berbeda dianggapnya sebagai kesombongan yang 
harus dihajar dan dikata-katai seenak bacotnya. Semua lawan bicara dipaksa 
ngaku salah dan kalah (sambil jongkok menyembah, bwahahaǃ). 
 
 
 Baguslah Anda bisa melihat cara diskusi yang norak seperti itu tidak sehat. 
Makanya saya tolak permintaan Anda untuk meneladani "cara ngabalin" yang waktu 
itu Anda bilang sehat. Ini nostalgia saja, bukan untuk dibahas apalagi 
berlarut-larut sampai goblog he he he 
 
 https://groups.yahoo.com/neo/groups/gelora45/conversations/messages/164921 
https://groups.yahoo.com/neo/groups/gelora45/conversations/messages/164921
 
 
 --- SADAR@... wrote: Tapi, ... bung Ajeg, saya TIDAK BERHASIL menangkap apa 
artinya "NGABALIN" itu sesungguhnya dan siapa yang bung maksudkan itu? Cari 
kamus maupun tanya paman google gak ketemu, jadi teringat apa hubungannya atau 
hendak dikaitkan  dengan seorang ekstrim Ali Ngabalin, yang semula keras 
MENENTANG Jokowi terakhir ini malah jadi Staf Kepresidenan itu? Kalau melihat 
beberapa kali Ngabalin dalam diskusi begitu keras nya, akan mudah membuat orang 
naik emosi bagaimana mungkin bisa diskusi secara sehat, ...! Kenapa bung 
katakan "cara diskusi-sehat" si ngabalin? Hehehee, ...
 
 ajeg 於 18/2/2019 16:38 寫道:
 
 
 

 Kok jadi serius gini? hahaha.....ǃ
 
 

 Okelah, saya sih senang saja Anda sediakan wadah terbuka untuk berbincang 
bebas seperti di warung kopi atau tempat kongkow mana pun, siapa saja boleh 
nimbrung. Tentu yang dimaksud adalah timbrungan yang nyambung. Contoh, di 
tengah ramenya eyel-eyelan soal Goblok di thread Eka Tjipta ini, Anda nimbrung 
mengusulkan untuk stop ngeyel dan goblok-goblokan. Sekalipun usul ini lebih 
menyangkut cara ketimbang topik yang dibahas tetapi masih nyambung dengan 
situasi yang berlangsung. Intinya, Anda berharap terjadinya obrolan yang 
argumentatif terhadap topik, bukan eyel-eyelan mengumbar emosi.
 
 

 Bagi saya, harapan Anda itu cukup menggelitik, karena dulu Anda minta kita 
semua meneladani cara diskusi si ngabalin yang jago ngeyel mengumbar emosi itu. 
Nah, itulah yang saya tanyakan ke Anda, Chan, dalam posting #241262 
https://groups.yahoo.com/neo/groups/gelora45/conversations/messages/241262 ... 
(Bukannya Anda minta kita semua meneladani "cara diskusi sehat" si ngabalin 
itu?).
 
 
 Lantas, ngapain si ngabalin yang nongol? Cuma buat membanggakan diri bisa 
menghajar dengan mengumbar emosi gobloknya pula.

 
 
 Jadi, ngapain dia mentang-mentang begitu, slonong boy nimbrung menyangka 
dirinya adalah moderator berbobot yang berhak menjawab / menanggapi pertanyaan 
saya.
 
 
 
 Gitu ceritanya soal hak jawab.
 
 








 --- SADAR@... wrote:

 
 


 




 

 Bung Ajeg yb,
 
 
 Sebenarnya saja GELORA45 bisa digunakan sebagai wadah untuk berbincang, 
berdiskusi apa saja secara BEBAS dan BAIK-BAIK. Siapapun boleh-boleh saja ikut 
nimbrung ajukan pendapat dan pemikirannya, ... bahkan ajukan pendapat terhadap 
pribadi seseorang, siapapun dia. Hanya saja, dalam mengajukan pendapat 
sebaiknya juga tidak asal menuduh tanpa ada alasan dan dasar argumentasi, 
bahkan tetap tidak memberikan penjelasan sekalipun ditanyakan seperti dibawah 
yang diajukan bung Nesare. 
 
 
 
 Saya harapkan, bung bisa berikan penjelasan sebaik-baiknya dan cobalah berikan 
argumentasi sejelas mungkin, ... biar diskusi kita berlangsung secara SEHAT dan 
BAIK!
 
 
 
 Sungguh, saya pun tidak mengerti apa yg dimaksudkan ngabalik itu? 
Bagaimanapula bisa dikatakan: "termasuk merampas hak Chan untuk 
menjawab/nanggapi". Ko, serius amat? Sedang saya sendiri tidak merasakannya. 
 
 
 
 Terimakasih atas perhatian yang diberikan, ...!
 
 
 
 Salam,
 ChanCT
 
 
 ---------- Forwarded message ---------
 From: ajeg  
























Kirim email ke