*Tempat penguburan yang disebut taman pahlawan seharusnya juga dipisahkan
antara tempat kafir dari yang suci, supaya gangguan intoleran yang suci
menjadi kafir dengan akibat tidak bisa masuk taman Firdaus yang penuh
dengan bidadari montok cantik bin molek lagi sexy siap sedia bersantai dan
melayani kenikmatan abadi semesra-mesranya. Solusi terbaik untuk keamanan
manusiawi maka sepatutnya solusi antara Pakistan dan India diterapkan.*


https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190221083152-20-371289/jenazah-ditolak-warga-keluarga-tunggu-ada-makam-non-muslim


Jenazah Ditolak Warga, Keluarga Tunggu Ada Makam Non-Muslim

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 09:31 WIB

Bagikan :

[image: Jenazah Ditolak Warga, Keluarga Tunggu Ada Makam Non-Muslim]Ilustrasi
pemakaman. (CNN Indonesia/Andry Novelino)


Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah warga Desa Ngares Kidul, Mojokerto,
menolak jenazah umat Kristiani dikubur di pemakaman *Muslim
<https://www.cnnindonesia.com/tag/muslim>*. Setelah melalui musyawarah,
pihak keluarga akhirnya menerima jenazah dipindahkan ke lokasi lain.

Koodinator *Gusdurian <https://www.cnnindonesia.com/tag/gusdurian>* Mojokerto,
Imam Maliki yang mengawal kasus ini menjelaskan proses pemakaman itu
berlangsung pada Jumat (15/2). Sementara almarhumah meninggal sehari
sebelumnya.

Sebelum jenazah dimakamkan, sempat ada penolakan dari beberapa warga
setempat. Setelah melalui negosiasi yang melibatkan pihak keluarga, aparat
desa, dan muspika, akhirnya jenazah boleh dimakamkan di desa tersebut.


Namun syaratnya, selama proses pemakaman tidak ada ritual ala Kristen dan
tidak boleh ada salib di makam. Keluarga almarhumah adalah satu-satunya
umat Kristen di desa tersebut. Pihak keluarga menerima syarat itu karena
tidak punya pilihan lain dan ingin jenazah segera dimakamkan.
Lihat juga:

 Imam Besar Istiqlal Imbau Jenazah Muslim Wajib Disalatkan
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170313131837-20-199700/imam-besar-istiqlal-imbau-jenazah-muslim-wajib-disalatkan/>


Dua hari setelah prosesi pemakaman, muncul gejolak penolakan kembali.
Beredar surat yang diduga berasal dari warga. Mereka menolak karena area
pemakaman itu milik orang Islam, bukan tanah desa. Alasan lainnya, kuburan
umat Islam tidak boleh dicampur dengan agama lain.

"Tanah itu tanah wakaf untuk orang Muslim, itu yang menjadi alasan
penolakan. Warga yang menolak, tahu itu makamnya untuk Muslim," ujar Imam
kepada *CNNIndonesia.com*, Kamis (21/2).

Pegiat Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Aan Anshori dalam unggahan di
akun Facebook menyampaikan bahwa anak almarhumah, Novi, lebih banyak diam
karena tak ingin memperkeruh masalah. Sebagai warga desa setempat, Novi
berpendapat keluarganya berhak mendapatkan layanan pemakaman yang sama,
meskipun berbeda agama.
Lihat juga:

 MUI: Pemakaman Jenazah Teroris Tak Perlu Menunggu Fatwa
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180518182211-12-299381/mui-pemakaman-jenazah-teroris-tak-perlu-menunggu-fatwa/>


Penggerak Gusdurian Mojokerto, Kukun Triyoga mengatakan pada Rabu (20/2)
malam telah diadakan musyawarah dan menghasilkan titik temu. Musyawarah itu
dihadiri pihak keluarga, perangkat desa, Polresta Mojokerto, Kodim,
Kecamatan, Kelurahan, dan masyarakat sekitar.

"*Alhamdulillah* permasalahan sudah klir semua, pihak keluarga sudah
legowo," kata Kukun melalui sambungan telepon.

Kukun yang ikut hadir dalam pertemuan itu mengatakan semua pihak sepakat
bahwa makam dipindahkan ke area pemakaman non-Muslim. Pihak keluarga pun
legawa.

Namun karena tempat pemakaman non-Muslim itu belum tersedia di desa
tersebut, maka makam saat ini belum dibongkar. Pemindahan jenazah akan
dilakukan setelah pemerintah desa setempat menyediakan lahan untuk
pemakaman non-Muslim.

"Kami dari Gusdurian sebenarnya ingin makam Bu Nunuk tetap di desa itu.
Kami menuntut ada fasilitas Desa Ngares Kidul untuk makam non-Muslim," kata
Kukun.

Menurutnya, pihak aparat meminta jangka waktu enam bulan terkait pengadaan
tanah untuk makam non-Muslim. Setelah makam itu tersedia, jenazah akan
dipindahkan. Sementara Kapolres Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiono belum
menjawab konfirmasi dari *CNNIndonesia.com*.
Lihat juga:

 'Hantu' Aksi Intoleran di Tahun Ayam Api
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170106084635-20-184477/hantu-aksi-intoleran-di-tahun-ayam-api/>

Kirim email ke