ck,,ck,,ck,,, saking berahinya untuk berkuasa sampai gelap mata menghasut, membohongi lagi para pengikut untuk ambil langkah terakhir...
“Kita akan menggunakan istilah perang total” kata PakMoeldoko. ISTILAH “PERANGTOTAL” DARI MOELDOKO SINYAL KEKALAHAN JOKOWI Penulis Redaksi Telusur Sabtu16 Februari 2019 13:13 Oleh: DR. AHMAD YANI, SH.,MH. PIDATO PERANG TOTAL ialah pidatoterkenal yang disampaikan Joseph Goebbels pada tgl 18 Februari 1943, ketikaJerman Nazi mulai mengalami kekalahan Perang Dunia II. Pak Moeldoko menggunakan istilah PERANG TOTAL itu,justru memperlihatkan bahwa dalam kalkulasi internal TKN, Jokowi kalah. “Kita akan menggunakan istilah perang total” kata PakMoeldoko. Berarti ia sedang meyakinkan, meskipun mereka sudah tahu akan kalah,tetapi masih ada sisa amunisi meskipun kecil kemungkinan untuk memperbaikikeadaan dan memulihkan situasi. Perang total adalah istilah bagi pasukan perang yangsekarat, sebagai bentuk penyelamatan muka dan harga diri dari kekalahan. Pengambilan kata perang total oleh Goebbels ketikaNazi sudah menghadapi situasi sulit. Apakah tim Pak Jokowi sudah menghadapisituasi sulit itu? Menurut saya iya, karena dimana-mana kejatuhanelektabilitas semakin curam, namun memperbaikinya semakin sulit dalam waktuyang sempit. Maka perang total adalah ibarat “ayam yang digoroklehernya dibawah terik matahari”. Dengan leher yang terputus itu ia lari untukmencari tempat yang tidak kena sinar matahari, tapi bukan menunda kematian ayamitu. Tidak heran ada partai yang mulai cuci tangan darikekuasaan Jokowi. Karena mereka tidak ingin sama-sama runtuh dan bangkrutdengan seorang jokowi. Mereka harus cari selamat. Ancaman Parliaementary Threshold dan efekelektabilitas Jokowi yang tergerus merupakan kebangkrutan bagi partaipengusung. Jangan heran apalagi kaget, akhir-akhir ini pak Jokowikelihatan jengkel dan marah. Beliau marah karena timnya tidak memberikan efekelectoral bagi beliau, tapi untuk menghindari perpecahan, beliau harusmengarahkan emosi itu ke lawan politik. Sebaliknya BPN sampai sejauh ini telah berhasilmeyakinkan masyarakat tentang sosok Pak Prabowo dan Sandi. Meskipun isu pribadimenghantam, namun masyarakat sudah tidak percaya. Karena janji pak Jokowi yangbanyak diingkari lebih berbahaya ketimbang membicarakan pribadi prabowo. Demikianlah kekuasaan yang didapat dengan kepalsuanakan berakhir dengan memalukan. Maka jadilah otentik, agar tidak menjadi duridalam daging bagi bangsa.***
