Amien Rais juga sudah lama bicara soal perang badar, apak ini tanda2 kelahanan
Wowo??? Kita tunggu dengan sabar!!!
----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>Kepada: GELORA45 <[email protected]>Terkirim:
Sabtu, 23 Februari 2019 17.00.54 GMT+1Judul: [GELORA45] SINYAL KEKALAHAN JOKOWI
ck,,ck,,ck,,, saking berahinya untuk berkuasa
sampai gelap mata menghasut, membohongi lagi
para pengikut untuk ambil langkah terakhir....
“Kita akan menggunakan istilah perang total” kata PakMoeldoko.
ISTILAH “PERANGTOTAL” DARI MOELDOKO SINYAL KEKALAHAN JOKOWI
Penulis
Redaksi Telusur
Sabtu16 Februari 2019 13:13
Oleh: DR. AHMAD YANI, SH.,MH.
PIDATO PERANG TOTAL ialah pidatoterkenal yang disampaikan Joseph Goebbels pada
tgl 18 Februari 1943, ketikaJerman Nazi mulai mengalami kekalahan Perang Dunia
II.
Pak Moeldoko menggunakan istilah PERANG TOTAL itu,justru memperlihatkan bahwa
dalam kalkulasi internal TKN, Jokowi kalah.
“Kita akan menggunakan istilah perang total” kata PakMoeldoko. Berarti ia
sedang meyakinkan, meskipun mereka sudah tahu akan kalah,tetapi masih ada sisa
amunisi meskipun kecil kemungkinan untuk memperbaikikeadaan dan memulihkan
situasi.
Perang total adalah istilah bagi pasukan perang yangsekarat, sebagai bentuk
penyelamatan muka dan harga diri dari kekalahan.
Pengambilan kata perang total oleh Goebbels ketikaNazi sudah menghadapi situasi
sulit. Apakah tim Pak Jokowi sudah menghadapisituasi sulit itu?
Menurut saya iya, karena dimana-mana kejatuhanelektabilitas semakin curam,
namun memperbaikinya semakin sulit dalam waktuyang sempit.
Maka perang total adalah ibarat “ayam yang digoroklehernya dibawah terik
matahari”. Dengan leher yang terputus itu ia lari untukmencari tempat yang
tidak kena sinar matahari, tapi bukan menunda kematian ayamitu.
Tidak heran ada partai yang mulai cuci tangan darikekuasaan Jokowi. Karena
mereka tidak ingin sama-sama runtuh dan bangkrutdengan seorang jokowi. Mereka
harus cari selamat.
Ancaman Parliaementary Threshold dan efekelektabilitas Jokowi yang tergerus
merupakan kebangkrutan bagi partaipengusung.
Jangan heran apalagi kaget, akhir-akhir ini pak Jokowikelihatan jengkel dan
marah. Beliau marah karena timnya tidak memberikan efekelectoral bagi beliau,
tapi untuk menghindari perpecahan, beliau harusmengarahkan emosi itu ke lawan
politik.
Sebaliknya BPN sampai sejauh ini telah berhasilmeyakinkan masyarakat tentang
sosok Pak Prabowo dan Sandi. Meskipun isu pribadimenghantam, namun masyarakat
sudah tidak percaya. Karena janji pak Jokowi yangbanyak diingkari lebih
berbahaya ketimbang membicarakan pribadi prabowo.
Demikianlah kekuasaan yang didapat dengan kepalsuanakan berakhir dengan
memalukan. Maka jadilah otentik, agar tidak menjadi duridalam daging bagi
bangsa.***