Bukan "lidah tak bertulang", mungkin lebih TEPAT "maling berteriak
maling!" Maling-koruptor dinegeri ini sudah membudaya sejak 32 tahun
jaman ORBA, ... sudah merasuk kemana-mana dan dimana-mana, tidak mungkin
dibasmi dalam setahun-dua tahun saja. Yang jadi masalah, capres Prabowo
ini bukan saja terungkap memiliki lahan ratusan ribu Ha, kemarin ini ada
yang mengungkap lebih serius, lahan yg ratusan-ribu Ha. ini *TIDAK
dicatatkan dalam LHKPN* (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negar) tahun
2014! (
https://kumparan.com/@kumparannews/tanah-ratusan-ribu-ha-yang-dikuasai-prabowo-tak-tercatat-di-lhkpn-1550417578889287527
)
Tanah Ratusan Ribu Ha yang Dikuasai Prabowo Tak Tercatat di LHKPN
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pendapatnya saat
debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu
(17/2/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyebut lawannya, capres nomor urut
02 Prabowo Subianto memiliki 220 ribu hektare tanah di Kalimantan Timur
dan 120 ribu hektare tanah di Aceh Tengah. Ucapan ini terlontar saat
Jokowi menjelaskan perihal pembagian sertifikat tanah yang menjadi
program andalannya."Pembagian yang tadi saya sampaikan hampir 2,6 juta
itu adalah memang agar produktif. Dan sekali lagi, kita tidak memberikan
kepada yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat
luas di Kaltim, sebesar 220 ribu hektare juga di Aceh Tengah 120 ribu
hektare. Saya ingin sampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini
tidak dilakukan masa pemerintahan saya," kata Jokowi di Hotel Sultan,
Jakarta, Minggu (17/2). Bagaimana faktanya?
Fact Check Joko Widodo. Foto: Anggoro Fajar/kumparan
'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 於 24/2/2019 4:05 寫道:
Lidah memang tidak bertulang. Aneh, justru GERINDRA yang Ketum Prabowo
calegnya jusgtru
termasuk paling banyak mantan koruptor.
AA
Berikut daftar parpol yang mengusung caleg mantan narapidana korupsi:
1. Partai Gerindra Mohamad Taufik, dapil DKI Jakarta 3 Herry Jones
Kere, dapil Sulawesi Utara Husen Kausaha, dapil Maluku Utara Alhajad
Syahyan, dapil Tanggamus Ferizal, dapil Belitung Timur Mirhammuddin,
dapil Belitung Timu 2. PDI-P
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan
judul "Ini Daftar 13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor",
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/21/06420001/ini-daftar-13-parpol-yang-usung-caleg-eks-koruptor.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Krisiandi
JAKARTA, KOMPAS.com — Hampir semua partai politik peserta pemilu tetap
mengusung eks napi koruptor sebagai calon anggota legislatif. Hal ini
terlihat dari daftar caleg tetap yang sudah disahkan oleh Komisi
Pemilihan Umum, Kamis (20/9/2018) kemarin. Sebanyak 13 dari 16 parpol
peserta pemilu yang mengusung eks koruptor. Hanya PKB, PPP, dan PSI
yang daftar calegnya bersih dari bekas napi korupsi. Berikut daftar
parpol yang mengusung caleg mantan narapidana korupsi: 1. Partai
Gerindra Mohamad Taufik, dapil DKI Jakarta 3 Herry Jones Kere, dapil
Sulawesi Utara Husen Kausaha, dapil Maluku Utara Alhajad Syahyan,
dapil Tanggamus Ferizal, dapil Belitung Timur Mirhammuddin, dapil
Belitung Timu
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan
judul "Ini Daftar 13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor",
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/21/06420001/ini-daftar-13-parpol-yang-usung-caleg-eks-koruptor.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Krisiandi
1. Partai Gerindra Mohamad Taufik, dapil DKI Jakarta 3 Herry Jones
Kere, dapil Sulawesi Utara Husen Kausaha, dapil Maluku Utara Alhajad
Syahyan, dapil Tanggamus Ferizal, dapil Belitung Timur Mirhammuddin,
dapil Belitung Timu
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan
judul "Ini Daftar 13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor",
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/21/06420001/ini-daftar-13-parpol-yang-usung-caleg-eks-koruptor.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Krisiandi
1. Partai Gerindra Mohamad Taufik, dapil DKI Jakarta 3 Herry Jones
Kere, dapil Sulawesi Utara Husen Kausaha, dapil Maluku Utara Alhajad
Syahyan, dapil Tanggamus Ferizal, dapil Belitung Timur Mirhammuddin,
dapil Belitung Timu
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan
judul "Ini Daftar 13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor",
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/21/06420001/ini-daftar-13-parpol-yang-usung-caleg-eks-koruptor.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Krisiandi
https://pemilu.antaranews.com/berita/801880/bagi-prabowo-subianto-tiada-toleransi-untuk-koruptor
Ini Daftar 13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor Ihsanuddin
Kompas.com - 21/09/2018, 06:42 WIB Aksi peringatan Hari Antikorupsi
sedunia oleh sejumlah aktovis ICW di depan Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, Selasa (9/12/2014) Aksi peringatan Hari Antikorupsi sedunia
oleh sejumlah aktovis ICW di depan Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, Selasa (9/12/2014)( Inggried Dwiwedhaswary/Kompas.com)
JAKARTA, KOMPAS.com — Hampir semua partai politik peserta pemilu tetap
mengusung eks napi koruptor sebagai calon anggota legislatif. Hal ini
terlihat dari daftar caleg tetap yang sudah disahkan oleh Komisi
Pemilihan Umum, Kamis (20/9/2018) kemarin. Sebanyak 13 dari 16 parpol
peserta pemilu yang mengusung eks koruptor. Hanya PKB, PPP, dan PSI
yang daftar calegnya bersih dari bekas napi korupsi. Berikut daftar
parpol yang mengusung caleg mantan narapidana korupsi: 1. Partai
Gerindra Mohamad Taufik, dapil DKI Jakarta 3 Herry Jones Kere, dapil
Sulawesi Utara Husen Kausaha, dapil Maluku Utara Alhajad Syahyan,
dapil Tanggamus Ferizal, dapil Belitung Timur Mirhammuddin, dapil
Belitung Timu 2. PDI-P Idrus Tadji, dapil Poso 4 3. Partai Golkar
Hamid Usman, dapil Maluku Utara 3 Heri Baelanu, dapil Pandeglang Dede
Widarso, dapil Pandeglang Saiful T Lami, dapil Tojo Una-Una 4. Partai
Nasdem Abu Bakar, dapil Rejang Lebong 4 Edi Ansori, dapil Rejang
Lebong 3 5. Partai Garuda Julius Dakhi, dapil Nias Selatan Ariston
Moho, dapil Nias Selatan 6. Partai Berkarya Meike Nangka, dapil
Sulawesi Utara 2 Arief Armaiyn, dapil Maluku Utara 2 Yohanes Marinus
Kota, dapil Ende 1 Andi Muttamar Mattotorang, dapil Bulukumba 3 7. PKS
Maksum DG Mannassa, dapil Mamuju 2 8. Partai Perindo -Smuel Buntuang,
dapil Gorontalo 6 -Zukfikri, dapil Pagar Alam 2 9.PAN Abd Fattah,
dapil Jambi 2 Masri, dapil Belitung Timur 2 Muhammad Afrizal, dapil
Lingga 3 Bahri Syamsu Arief, dapil Cilegon 2 13. Partai Hanura
Midasir, dapil Jawa Tengah 4 Welhelmus Tahalele, dapil Maluku Utara 3
Ahmad Ibrahim, dapil Maluku Utara 3 Warsit, dapil Blora 3 Moh Nur
Hasan, dapil Rembang 4 14. Partai Demokrat Jones Khan, dapil Pagar
Alam 1 Jhony Husban, dapil Cilegon 1 Syamsudin, dapil Lombok Tengah
Darmawaty Dareho, dapil Manado 4 15. PBB Nasrullah Hamka, dapil Jambi
1 16. PKPI Matius Tungka, dapil Poso 3 Joni Cornelius Tondok, dapil
Toraja Utara Nama-nama ini sebelumnya sempat dinyatakan tidak memenuhi
syarat berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 20 Tahun 2018
yang melarang mantan napi koruptor. Namun, mereka mengajukan gugatan
dan diloloskan Bawaslu. Belakangan, Mahkamah Agung juga membatalkan
PKPU 20/2018 yang melarang eks napi koruptor menjadi caleg karena
dianggap bertentangan dengan UU Pemilu. Baca juga: Pertahankan Caleg
Eks Koruptor Beri Efek Elektoral Negatif bagi Partai Akhirnya, KPU pun
meloloskan seluruh caleg eks napi koruptor yang diusung oleh parpol.
Menurut data KPU, total ada 38 caleg eks koruptor. Jumlah tersebut
terdiri dari 12 caleg DPRD Provinsi dan 26 caleg DPRD kabupaten/kota.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan
judul "Ini Daftar 13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor",
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/21/06420001/ini-daftar-13-parpol-yang-usung-caleg-eks-koruptor.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Krisiandi
1. Partai Gerindra Mohamad Taufik, dapil DKI Jakarta 3 Herry Jones
Kere, dapil Sulawesi Utara Husen Kausaha, dapil Maluku Utara Alhajad
Syahyan, dapil Tanggamus Ferizal, dapil Belitung Timur Mirhammuddin,
dapil Belitung Timu
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan
judul "Ini Daftar 13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor",
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/21/06420001/ini-daftar-13-parpol-yang-usung-caleg-eks-koruptor.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Krisiandi
Bagi Prabowo Subianto tiada toleransi
untuk koruptor
* Pilpres <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 23 Februari 2019 18:09
Pendukung Jokowi di Surabaya sambut kedatangan Prabowo Calon presiden
nomor urut 02, Prabowo Subianto, memberi sambutan saat menghadiri
silaturahmi akbar dengan masyarakat Sumut di Medan, Sumatera Utara,
Sabtu (23/2/2019). Kunjungan Prabowo tersebut untuk memohon dukungan
kepada masyarakat Sumut pada Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Septianda
Perdana)
.... ingin menjadi negara besar maka semua hal-hal yang berbau
korupsi harus dibinasakan...
Medan (ANTARA News) - Calon presiden, Prabowo Subianto, secara tegas
menyatakan dia tidak akan menoleransi siapa pun yang melakukan korupsi.
Pada silaturahmi akbar di Medan, Sabtu, Prabowo berjanji jika pasangan
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memenangi Pilpres 2019, kabinet
mendatang berisi orang-orang yang benar-benar bersih dan antikorupsi.
Sebelum ditunjuk sebagai menteri, lanjut Prabowo, mereka harus
terlebih dahulu menandatangani fakta integritas tidak akan memperkaya
diri maupun keluarga serta saudara-saudaranya selama menjabat sebagai
menteri.
"Kalau dia tidak mau menandatangani fakta integritas antikorupsi, dia
tidak boleh duduk di kabinet. Itu komitmen kami sejak awal agar bangsa
ini benar-benar bersih dari korupsi," katanya.
Pada acara bertemakan "Semangat Sumut untuk Prabowo-Sandi Membangun
Demokrasi yang Beradab Menuju Indonesia Menang", Prabowo mengatakan,
mereka akan memperbaiki semua hal, termasuk gaji PNS, hakim, jaksa,
dokter, perawat, camat, bupati, dan gubernur menjadi lebih baik lagi
agar semuanya lebih fokus bekerja dan tidak melakukan korupsi.
"Rapi kalau semua sudah diperbaiki, masih juga ada yang mau korupsi,
tidak bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan rakyat kita kepada
mereka," katanya.
Ia lantas menekankan, "Kita ingin menjadi negara besar maka semua
hal-hal yang berbau korupsi harus dibinasakan."
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung soal Indonesia sebagai
negara produsen, seperti sawit, kopi, dan karet.
Namun, petani tidak bisa tersenyum pada saat panen karena hasil panen
tidak bisa menutupi biaya produksi.
"Bagaimana mereka bisa tersenyum? Pada saat panen justru pemerintah
impor dari luar. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita bantu petani
supaya makmur, petambak, peternak, dan semuanya harus bisa menikmati
kekayaan bangsa ini," katanya.
Pemilu 2019 diikuti dua pasangan kontestan, yaitu Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno (nomor 02), dan pasangan petahana, Jokowi-KH
Ma'ruf Amin (nomor 01).
Pewarta: Juraidi
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com