Menurut HRW Presiden Jokowi membangkitkan kembali diksi hantu komunisme, tidak 
mengherankan kalau ada lagu "Perang Sabil" di Istana Merdeka. 

 kutipan:
 Presiden Indonesia Joko “Jokowi 
https://www.matamatapolitik.com/gempa-dan-tsunami-palu-jokowi-lakukan-kunjungan-kedua-seiring-bantuan-bertambah/”
 Widodo sekali lagi telah membangkitkan ancaman komunisme yang berbahaya dan 
benar-benar fiktif untuk tujuan politik yang jelas. Pada Jumat (5/10), ia 
secara terbuka memperingatkan negara tersebut terkait ancaman nyata yang 
ditimbulkan oleh apa yang ia gambarkan sebagai “komunisme dan warisan PKI 
(Partai Komunis Indonesia).”
 https://www.matamatapolitik.com/opini-hrw-jokowi-bangkitkan-hantu-komunisme/ 
https://www.matamatapolitik.com/opini-hrw-jokowi-bangkitkan-hantu-komunisme/

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 

 Waktu perang Badar penduduk Quarasi di Mekkah dihabiskan.
 

 Saya diberitahukan  bahwa Tgl 17 Augustus  lalu diundang penyanyi dari Aceh 
untuk menyanyi pada upacara resmi di istana merdeka, dikatakan bahwa lagu yang 
dinyanyikan adalah lagu "Perang Sabil".   


 On Tue, Feb 26, 2019 at 12:17 AM Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]> wrote:

   
 
 

 Pada dasarnya perang badar sudah ber-kali2 diucapkan, padahal baik Anies 
Baswedan ataupun Amien Rais keduanya waktu mengatakan perang badar adalah 
cs-nya Ma'ruf Amin, kok si Ma'ruf tidak mempermasalahkan sama sekali? Si Ma'ruf 
Amin berada dipihak yg sama dengan Amien Rais th 2014, dan dipihak Anies 
Baswedan th 2017.
 

 

 
 On Monday, February 25, 2019, 1:27:02 PM PST, kh djie <djiekh@... 
mailto:djiekh@...> wrote: 
 

 

 Omongan perang Badar itu kan bukan hanya dari Anies Baswedan, juga dari Amien 
Rais. Yang sekarang sementara jadi omongan itu kan "puisinya": si Nemo.
 Biasa, sebentar lagi ya sudah dilupakan sebagian besar orang


 Pada tanggal Sen, 25 Feb 2019 pukul 20.26 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@...> menulis:

 
 

 Sudah jelas si Neno menganggap Jokowi, Ma'ruf Amin dan koalisinya kafir, no 
doubts about it.
 Semua konservatif berat menganggap yg lain kafir, hal ini telah dibuktikan 
Ma'ruf Amin dengan jelas sekali dengan fatwa2nya thd sesama Islam seperti 
Ahmadiyah, Syah, Gafatar, Islam Liberal dlsb.
 

 Giliran orang lain menganggap dirinya sesat lha kok kebakaran jenggot..
 

 Kalau menganggap pemilihan umum bukan perang agama (dan sudah seharusnya 
memang bukan perang agama), terus kenapa kok Jokowi Ma'ruf diam saja waktu 
Anies Baswedan mengatakan perang Badar 2 tahun lalu?
 

 

 

 On Monday, February 25, 2019, 11:01:21 AM PST, kh djie <djiekh@... 
mailto:djiekh@...> wrote: 
 

 


 DOA RASULLAH KAN WAKTU LAGI PERANG HABIS-HABISAN Kalau Mohammad kalah, ya dia 
dan pengikutnya habis terbunuh.
 Pemilihan umum kan bukan perang agama,  bunuh-bunuhan, tetapi mungkin saja si 
Neno menganggap begitu.
 Atau memangnya mau bilang Jokowi, Ma'ruf Amien dan koalisinya semuanya kafir ?



 Pada tanggal Sen, 25 Feb 2019 pukul 17.50 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@...> menulis:


 
 

 "doa rasullullah" kok tidak boleh didoakan pengikutnya?
 

 Ha ha ha ha bung Djie, apa bedanya antara Neno Warisman dan Ma'ruf Amin? 
 Ma'ruf Amin mem-fatwa sesat Ahmadiah, Syiah, Gafatar, pluralitas dll. Pada 
waktu jadi saksi dipengadilan "penista agama" Ma'ruf Amin mengatakan thd orang 
kafir tidak perlu tabayun.
 Dus apa bedanya? Keduanya sama2 suka meng-kafirkan orang lain.
 

 Neno Warisman hanyalah kerocok yang tidak bakalan kepake masuk kepemerintahan, 
paling banyak juga kelegislatif kalau mencalonkan diri dan kepilih. Sedang 
Ma'ruf Amin jelas cawapres yang merupakan salah pucuk pimpinan tertinggi NKRI, 
clear and present dangers.
 

 

 


 On Monday, February 25, 2019, 1:08:03 AM PST, kh djie <djiekh@... 
mailto:djiekh@...> wrote: 
 

 



 Bahkan, ada yang berdoa menggunakan doa rasullullah ketika perang badar, ya 
Allah kalau kelompok ini kalah nanti Engkau tidak disembah di bumi  .
 Allah saja diancam, ditakut-takuti tidak ada yang menyembah kalau mereka kalah 
?
 Maksudnya kalau mereka kalah, tidak akan menyembah Allah ? Atau mereka yang 
 "menyembah Allah" akan "habis" ?Atau pihak lain adalah semuanya kafir ?




 Pada tanggal Sen, 25 Feb 2019 pukul 09.39 jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]> menulis:



   
 

 Anies Baswedan dalam pilkada Jakarta tempo hari juga pakai istilah Perang 
Badar, malah didukung Ma'ruf Amin, JK, dll. Sekarang kok jadi alergi sama 
istilah Perang Badar?
 ---
 

 Istilah ‘Perang Total’ Dibalas Doa Perang Badar, Warganet: Kok Malah Kejang? 
https://www.eramuslim.com/berita/nasional/istilah-perang-total-dibalas-doa-perang-badar-warganet-kok-malah-kejang.htm#.XHOmWOHYr8k
 
 
 Redaksi – Minggu, 24 Februari 2019 10:00 WIB

 

 Eramuslim.com – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengaku tidak habis pikir 
mengapa ada pihak yang menyamakan kontestasi pilpres dengan perang badar. 
Menurutnya, menjadi tidak relevan narasi perang Badar yang dibawakan Neno 
Warisman dalam doanya di acara munajat cinta 212 Kamis malam lalu sebab Pemilu 
2019 hanya memilih pemimpin.
 
 “Ada yang mengatakan pilpres ini kayak perang badar, Pilpres itu memilih 
pemimpin, bukan perang badar. Kalau perang badar itu antara orang islam dan 
kafir. Bahkan, ada yang berdoa menggunakan doa rasullullah ketika perang badar, 
ya Allah kalau kelompok ini kalah nanti Engkau tidak disembah di bumi,” tutur 
Ma’ruf Amin di Jakarta, Sabtu (23/2), dikutip dari Media Indonesia 
http://mediaindonesia.com/read/detail/218770-maruf-amin-tak-habis-pikir-pilpres-disamakan-perang-badar.
 

 Keberatan Ma’ruf Amin atas istilah ‘perang badar’ yang diucapkan Neno Warisman 
memunculkan kritik dari warganet pendukung capres cawapres 02. Alasannya, 
beberapa waktu lalu wakil ketua TKN Moeldoko melontarkan istilah ‘perang total’ 
untuk memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin di kontestasi pilpres 2019.

 

 “Saat ini kita merujuk pada sebuah istilah yang kita namakan perang total.. 
Bagaimana kita sudah memiliki peta-peta central of gravity, sehingga kita tahu 
harus bagaimana setelah mengenali central of gravity,” ujar Moeldoko dalam 
jumpa pers di kantor TKN, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (13/2/2019), 
dikutip dari detikcom 
https://news.detik.com/berita/d-4427078/targetkan-jokowi-maruf-menang-besar-tkn-bikin-strategi-perang-total..
 Berikut ini komentar warganet:
 https://twitter.com/aderifaeuy
 KANG ADE@aderifaeuy
 @GeneralMoeldoko : Kami perang Total!!!@NenoWarisman_ : dijawab dengan Doa 
Perang Badar…
 cawapres 01 : Siapa yg mau berperang….
 Ngakak lucu…. Waketum TKN sama Cawapres nya gak sinkron seperti biasa….
 6:10 PM – Feb 23, 2019  · Indihiang, Indonesia
 https://twitter.com/sarjan_tbn
 sarjan mohammad@sarjan_tbn
 Slogan nya perang total, begitu Neno baca puisi dikutip dari hadits Rosulullah 
saat perang badar, mereka kaum sebelah pada protes, ngajak perang duluan, cuma 
dibales pake doa ketakutan
 1
 5:17 PM – Feb 23, 2019
 https://twitter.com/DadangLH
 #INDONESIA MENANG@DadangLH
 Awal menyatakan PERANG TOTAL pak Moeldoko dari pihak Petahana begitu diRespon 
oleh pihak pendukung Oposisi mabaca Puisi Menjelang Perang Badar oleh Neno 
warisman pihak 01 blingsatan kaya tersengat padahal mereka pasukannya Full 
power & Dana melimpah.#RakyatInginPrabowoPresiden
 3
 5:16 PM – Feb 23, 2019  · Margacinta, Indonesia
 Twitter Ads info and privacy
  
 https://twitter.com/Fahrihamzah
 #2019WAJAHBARU
 ✔@Fahrihamzah
 Pagi2,
Orang Yang suka ralat doa,
Ingin ralat doa orang,
Gara2 Pilpres padahal gak ada nama capres dalam doa itu.
 Korong Kering’s:
 Maren2 ada yg ngajak PERANG TOTAL.
Giliran dibales pake doa PERANG BADAR malah kejang.
Segitu baru didoain, belom diijabah..
 8
 9:37 AM – Feb 23, 2019
 
 (*)


 
 
 


 
 





 
 





 
 





 
 
 
 
 
 
 


 


Kirim email ke