Penggunaan istilah Perang Badar dalam kerumunan (aksi) massa baru marak setelah reformasi. Sepanjang aksi 97-98 slogan yang laris adalah, "Rakyat bersatu tak bisa dikalahkanǃ" vs "Revolusi sampai matiǃ", sangat khas anak gerakan Indonesia walau yang "Revolusi" saat itu terdengar terlalu dibuat-buat, dipaksakan. Yang paling menikmati retorika "Perang Badar", bahkan akhirnya diuntungkan pada 2017, adalah grupnya JR.
--- jonathangoeij@... wrote: Pada dasarnya perang badar sudah ber-kali2 diucapkan, padahal baik Anies Baswedan ataupun Amien Rais keduanya waktu mengatakan perang badar adalah cs-nya Ma'ruf Amin, kok si Ma'ruf tidak mempermasalahkan sama sekali? Si Ma'ruf Amin berada dipihak yg sama dengan Amien Rais th 2014, dan dipihak Anies Baswedan th 2017. On Monday, February 25, 2019, 1:27:02 PM PST, kh djie wrote: Omongan perang Badar itu kan bukan hanya dari Anies Baswedan, juga dari Amien Rais.Yang sekarang sementara jadi omongan itu kan "puisinya": si Nemo.Biasa, sebentar lagi ya sudah dilupakan sebagian besar orang Pada tanggal Sen, 25 Feb 2019 pukul 20.26 Jonathan Goeij menulis: Sudah jelas si Neno menganggap Jokowi, Ma'ruf Amin dan koalisinya kafir, no doubts about it.Semua konservatif berat menganggap yg lain kafir, hal ini telah dibuktikan Ma'ruf Amin dengan jelas sekali dengan fatwa2nya thd sesama Islam seperti Ahmadiyah, Syah, Gafatar, Islam Liberal dlsb. Giliran orang lain menganggap dirinya sesat lha kok kebakaran jenggot.. Kalau menganggap pemilihan umum bukan perang agama (dan sudah seharusnya memang bukan perang agama), terus kenapa kok Jokowi Ma'ruf diam saja waktu Anies Baswedan mengatakan perang Badar 2 tahun lalu? On Monday, February 25, 2019, 11:01:21 AM PST, kh djie wrote: DOA RASULLAH KAN WAKTU LAGI PERANG HABIS-HABISAN Kalau Mohammad kalah, ya dia dan pengikutnya habisterbunuh.Pemilihan umum kan bukan perang agama, bunuh-bunuhan, tetapi mungkin saja si Neno menganggap begitu.Atau memangnya mau bilang Jokowi, Ma'ruf Amien dan koalisinya semuanya kafir ? Pada tanggal Sen, 25 Feb 2019 pukul 17.50 Jonathan Goeij menulis: "doa rasullullah" kok tidak boleh didoakan pengikutnya? Ha ha ha ha bung Djie, apa bedanya antara Neno Warisman dan Ma'ruf Amin? Ma'ruf Amin mem-fatwa sesat Ahmadiah, Syiah, Gafatar, pluralitas dll. Pada waktu jadi saksi dipengadilan "penista agama" Ma'ruf Amin mengatakan thd orang kafir tidak perlu tabayun.Dus apa bedanya? Keduanya sama2 suka meng-kafirkan orang lain. Neno Warisman hanyalah kerocok yang tidak bakalan kepake masuk kepemerintahan, paling banyak juga kelegislatif kalau mencalonkan diri dan kepilih. Sedang Ma'ruf Amin jelas cawapres yang merupakan salah pucuk pimpinan tertinggi NKRI, clear and present dangers. On Monday, February 25, 2019, 1:08:03 AM PST, kh djie wrote: Bahkan, ada yang berdoa menggunakan doa rasullullah ketika perang badar, ya Allah kalau kelompok ini kalah nanti Engkau tidak disembah di bumi .. Allah saja diancam, ditakut-takuti tidak ada yang menyembah kalau mereka kalah ?Maksudnya kalau mereka kalah, tidak akan menyembah Allah ? Atau mereka yang "menyembah Allah" akan "habis" ?Atau pihak lain adalah semuanya kafir ? Pada tanggal Sen, 25 Feb 2019 pukul 09.39 jonathangoeij@... menulis: Anies Baswedan dalam pilkada Jakarta tempo hari juga pakai istilah Perang Badar, malah didukung Ma'ruf Amin, JK, dll. Sekarang kok jadi alergi sama istilah Perang Badar? --- Istilah ‘Perang Total’ Dibalas Doa Perang Badar, Warganet: Kok Malah Kejang? Redaksi – Minggu, 24 Februari 2019 10:00 WIB Eramuslim.com – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengaku tidak habis pikir mengapa ada pihak yang menyamakan kontestasi pilpres dengan perang badar. Menurutnya, menjadi tidak relevan narasi perang Badar yang dibawakan Neno Warisman dalam doanya di acara munajat cinta 212 Kamis malam lalu sebab Pemilu 2019 hanya memilih pemimpin. “Ada yang mengatakan pilpres ini kayak perang badar, Pilpres itu memilih pemimpin, bukan perang badar. Kalau perang badar itu antara orang islam dan kafir. Bahkan, ada yang berdoa menggunakan doa rasullullah ketika perang badar, ya Allah kalau kelompok ini kalah nanti Engkau tidak disembah di bumi,” tutur Ma’ruf Amin di Jakarta, Sabtu (23/2), dikutip dari Media Indonesia. Keberatan Ma’ruf Amin atas istilah ‘perang badar’ yang diucapkan Neno Warisman memunculkan kritik dari warganet pendukung capres cawapres 02. Alasannya, beberapa waktu lalu wakil ketua TKN Moeldoko melontarkan istilah ‘perang total’ untuk memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin di kontestasi pilpres 2019. “Saat ini kita merujuk pada sebuah istilah yang kita namakan perang total.. Bagaimana kita sudah memiliki peta-peta central of gravity, sehingga kita tahu harus bagaimana setelah mengenali central of gravity,” ujar Moeldoko dalam jumpa pers di kantor TKN, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (13/2/2019), dikutip dari detikcom.. Berikut ini komentar warganet: KANG ADE@aderifaeuy @GeneralMoeldoko : Kami perang Total!!!@NenoWarisman_ : dijawab dengan Doa Perang Badar… cawapres 01 : Siapa yg mau berperang…. Ngakak lucu…. Waketum TKN sama Cawapres nya gak sinkron seperti biasa…. 6:10 PM – Feb 23, 2019 · Indihiang, Indonesia sarjan mohammad@sarjan_tbn Slogan nya perang total, begitu Neno baca puisi dikutip dari hadits Rosulullah saat perang badar, mereka kaum sebelah pada protes, ngajak perang duluan, cuma dibales pake doa ketakutan 1 5:17 PM – Feb 23, 2019 #INDONESIA MENANG@DadangLH Awal menyatakan PERANG TOTAL pak Moeldoko dari pihak Petahana begitu diRespon oleh pihak pendukung Oposisi mabaca Puisi Menjelang Perang Badar oleh Neno warisman pihak 01 blingsatan kaya tersengat padahal mereka pasukannya Full power & Dana melimpah.#RakyatInginPrabowoPresiden 3 5:16 PM – Feb 23, 2019 · Margacinta, Indonesia Twitter Ads info and privacy #2019WAJAHBARU ✔@Fahrihamzah Pagi2, Orang Yang suka ralat doa, Ingin ralat doa orang, Gara2 Pilpres padahal gak ada nama capres dalam doa itu. Korong Kering’s: Maren2 ada yg ngajak PERANG TOTAL. Giliran dibales pake doa PERANG BADAR malah kejang. Segitu baru didoain, belom diijabah.. 8 9:37 AM – Feb 23, 2019 (*)
