Dipermandikan ?

Pada tanggal Jum, 1 Mar 2019 pukul 12.27 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
> *Apakah anak-anak sekolah tidak bersepatu dan oleh sebab itu murtad
> ataukah mereka murtad karena memeluk agama lain?*
>
>
> https://suara-islam.com/mui-morotai-syahadatkan-500-siswa-yang-diduga-dimurtadkan/
> *MUI Morotai Syahadatkan 500 Siswa yang Diduga Dimurtadkan*
>
> 27 Februari 2019
>
>  1 minute read
>
> Cetak
>
> Google+
>
> Twitter
>
> Facebook
>  Ketua MUI Morotai, H. Arsyad Hayya memimpin syahadat massal siswa Muslim
> Morotai yang diduga dimurtadkan Yayasan Barokah Surya Nusantara
>
> *Morotai (SI Online)* – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pulau
> Morotai melaksanakan mandi tayamun dan syahadat massal terhadap 500 siswa
> tingkat SD/MI dan SMP/MTS se-Kota Daruba yang diduga mengikuti ritual salah
> satu agama yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara dengan modus
> kanaval merah putih di pantai Army Dock, Kamis (21/2/2019) lalu.
>
> Para siswa ini dikumpulkan di Taman Kota Daruba, Kecamatan Morotai
> Selatan, Pulau Morotai, Maluku utara, Rabu (27/2) sekitar pukul 14.15 WIT
> mengikuti mandi tayamum dan disyahadatkan kembali. Dari 500 siswa, baru 350
> yang mengucapkan syahadat kembali.
>
> Pengucapan syahadat ini dipimpin langsung Ketua MUI Pulau Morotai, Hi
> Arsad Hayya diawali dengan azan. “kita tidak melihat Allah, tapi Allah
> melihat kita. Dengan peristiwa yang disinyalir Kristenisasi terselubung
> dengan melibatkan anak-anak membuat para orang tua ragu sehingga dilakukan
> pembersihan diri (Tayamum) agar anak-anak merasa tenang dan tidak ragu lagi
> terhadap diri sendiri,” katanya dikutip dari *koridorzine.com
> <http://koridorzine.com>.*
>
> Kehadiran para siswa ini menurut Arsyad, untuk kembali mensucikan diri
> dengan niat karena Allah. “Kita pasrahkan jiwa kita dengan niat bahwa kita
> sedang menghadap *Baitullah* (kiblat),” ujarnya. Anak-anak kemudian
> diminta mengucapkan syahadat yang dipandu Arsyad. “Anak-anak harus yakin,
> saya siram air tayamum ini untuk membersihkan diri dari najis,” katanya.
>
> Usai memandu syahadat, Ketua MUI menyampaikan nasehat. “Kita sudah
> menjalani pembersihan, untuk itu diharapkan kepada orang tua agar hilangkan
> segala prasangka dan ragu-ragu, semoga apa yang kita lakukan diridhai Allah
> SWT,” ujarnya. Seraya memanjatkan doa meminta ampunan kepada Allah SWT.
>
> Sore harinya sekitar pukul 17:10 WIT, ketua MUI kembali mensyahadatkan 150
> orang. Sesi kedua ini dilakukan terhadap siswa-siswi SMP Negeri 1 Morotai
> seperti yang dilakukan kepada 350 orang di Taman Kota Daruba. Dengan
> demikian, 500 siswa yang digiring mengikuti ritual agama tertentu semuanya
> sudah disyahadatkan.
>
> red: adhila
> *Sebarkan yuk...*
>
>
> 
>

Kirim email ke