*Apakah anak-anak sekolah tidak bersepatu dan oleh sebab itu murtad ataukah
mereka murtad karena memeluk agama lain?*

https://suara-islam.com/mui-morotai-syahadatkan-500-siswa-yang-diduga-dimurtadkan/
*MUI Morotai Syahadatkan 500 Siswa yang Diduga Dimurtadkan*

27 Februari 2019

 1 minute read

Cetak

Google+

Twitter

Facebook
 Ketua MUI Morotai, H. Arsyad Hayya memimpin syahadat massal siswa Muslim
Morotai yang diduga dimurtadkan Yayasan Barokah Surya Nusantara

*Morotai (SI Online)* – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pulau
Morotai melaksanakan mandi tayamun dan syahadat massal terhadap 500 siswa
tingkat SD/MI dan SMP/MTS se-Kota Daruba yang diduga mengikuti ritual salah
satu agama yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara dengan modus
kanaval merah putih di pantai Army Dock, Kamis (21/2/2019) lalu.

Para siswa ini dikumpulkan di Taman Kota Daruba, Kecamatan Morotai Selatan,
Pulau Morotai, Maluku utara, Rabu (27/2) sekitar pukul 14.15 WIT mengikuti
mandi tayamum dan disyahadatkan kembali. Dari 500 siswa, baru 350 yang
mengucapkan syahadat kembali.

Pengucapan syahadat ini dipimpin langsung Ketua MUI Pulau Morotai, Hi Arsad
Hayya diawali dengan azan. “kita tidak melihat Allah, tapi Allah melihat
kita. Dengan peristiwa yang disinyalir Kristenisasi terselubung dengan
melibatkan anak-anak membuat para orang tua ragu sehingga dilakukan
pembersihan diri (Tayamum) agar anak-anak merasa tenang dan tidak ragu lagi
terhadap diri sendiri,” katanya dikutip dari *koridorzine.com
<http://koridorzine.com>.*

Kehadiran para siswa ini menurut Arsyad, untuk kembali mensucikan diri
dengan niat karena Allah. “Kita pasrahkan jiwa kita dengan niat bahwa kita
sedang menghadap *Baitullah* (kiblat),” ujarnya. Anak-anak kemudian diminta
mengucapkan syahadat yang dipandu Arsyad. “Anak-anak harus yakin, saya
siram air tayamum ini untuk membersihkan diri dari najis,” katanya.

Usai memandu syahadat, Ketua MUI menyampaikan nasehat. “Kita sudah
menjalani pembersihan, untuk itu diharapkan kepada orang tua agar hilangkan
segala prasangka dan ragu-ragu, semoga apa yang kita lakukan diridhai Allah
SWT,” ujarnya. Seraya memanjatkan doa meminta ampunan kepada Allah SWT.

Sore harinya sekitar pukul 17:10 WIT, ketua MUI kembali mensyahadatkan 150
orang. Sesi kedua ini dilakukan terhadap siswa-siswi SMP Negeri 1 Morotai
seperti yang dilakukan kepada 350 orang di Taman Kota Daruba. Dengan
demikian, 500 siswa yang digiring mengikuti ritual agama tertentu semuanya
sudah disyahadatkan.

red: adhila
*Sebarkan yuk...*

Kirim email ke