http://mediaindonesia.com/read/detail/220569-gita-gutawa-perempuan-harus-perjuangkan-pendidikan
/*Gita Gutawa Perempuan Harus Perjuangkan
*/
/*Pendidikan*/
Penulis: *Hilda Julaika* Pada: Minggu, 03 Mar 2019, 23:00 WIB Humaniora
<http://mediaindonesia.com/humaniora>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/220569-gita-gutawa-perempuan-harus-perjuangkan-pendidikan>
<http://twitter.com/home/?status=Gita Gutawa Perempuan Harus
Perjuangkan Pendidikan
http://mediaindonesia.com/read/detail/220569-gita-gutawa-perempuan-harus-perjuangkan-pendidikan
via @mediaindonesia>
Gita Gutawa Perempuan Harus Perjuangkan Pendidikan
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/03/25dac9dd9955a96396b8d0a2c01e3705.jpg>
/MI/Sumaryanto/
SOSOK Gita Gutawa, 25, tidak hanya populer sebagai penyanyi bersuara
merdu, tetapi juga sebagai perempuan muda yang gigih berkarier sekaligus
mengutamakan pendidikan. Salah satu buktinya, tiga tahun lalu ia
berhasil meraih gelar master dari London School of Economics and
Political Science (LSE), Inggris, melalui program beasiswa.
Dia memang berprinsip bahwa pendidikan amat penting bagi kaum perempuan.
Setiap perempuan, harus berupaya untuk bisa mengakses pendidikan
setinggi-tingginya. Diakuinya, untuk sejumlah kalangan perempuan di
Indonesia hal itu masih sulit sebab ada stigma bahwa perempuan akan
berakhir mengurusi rumah dan keluarga sehingga tak perlu berpendidikan
tinggi. Padahal, menurutnya, itu keliru.
“Aku juga sempat harus melawan persepsi ya. Dulu, apalagi mulai S-1 saat
umur 18 tahun, perempuan, sudah memiliki ambisi untuk sekolah di luar
negeri sendirian tanpa keluarga. Orangtua saya pun awalnya panik, tapi
alhamdulillah selalu didukung hingga saat ini,” tutur Gita saat ditemui
di Jakarta, Kamis (14/2).
Pelantun tembang Harmony Cinta itu menambahkan, pendidikan membuatnya
bisa semakin mengembangkan diri dan meningkatkan disiplin dalam diri.
Pendidikan formal juga berkontribusi pada cara berpikirnya yang lebih
terbuka.
“Dengan pendidikan, pikiran saya jadi terbuka terhadap hal-hal yang
baru. Contohnya, saat saya S-1 mengambil program studi ekonomi, lalu pas
S-2 ada program ekonomi kreatif. Nah, saya baru tahu ternyata bisa
dikombinasikan antara ekonomi dan bidang industri kreatif yang saya
geluti selama ini,” terang putri komponis Erwin Gutawa itu.
Ia berpandangan, perempuan yang bisa menempuh pendidikan tinggi dan
meraih mimpi akan memberikan banyak inspirasi pada jutaan perempuan
lainnya. Ia menyebutkan teori snowballing alias bola salju. Semakin
bergulir, semakin menebal lapisan esnya.
“Begitu pun dengan perjuangan, akan semakin membawa banyak inspirasi dan
membuka berbagai kesempatan,” ujar penyanyi yang juga pernah berakting
di film Love in Perth itu.
*Ibu pendidik anak*
Terkait dengan stigma bahwa perempuan yang kelak ‘hanya’ menjadi ibu
rumah tangga tidak perlu pendidikan tinggi, Gita berpendapat sebaliknya.
Pendidikan tetap diperlukan seorang calon ibu rumah tangga sebab ibu
rumah tangga juga punya peran mendidik anak-anaknya.
“Mendidik anak bukan hal yang mudah. Ibu yang berpendidikan akan
membentuk anak-anak yang terdidik pula. Saya sendiri terinspirasi oleh
ibu saya yang lulus studi master,” katanya.
Karena itu, lanjut Gita, setiap perempuan perlu memperjuangkan
pendidikan. Terlebih, di era sekarang berbagai kesempatan dan akses
pendidikan lebih terbuka.
“Sekarang ini kan zaman digital, informasi bisa diperoleh di mana saja.
Jadi, untuk perempuan Indonesia yang kesulitan menempuh pendidikan
karena finansial pun sudah banyak kesempatan beasiswa. Banyak alternatif
dan cara yang bisa dilakukan demi meraih mimpi,” pungkas Gita. (H-2)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/220569-gita-gutawa-perempuan-harus-perjuangkan-pendidikan>
<http://twitter.com/home/?status=Gita Gutawa Perempuan Harus
Perjuangkan Pendidikan
http://mediaindonesia.com/read/detail/220569-gita-gutawa-perempuan-harus-perjuangkan-pendidikan
via @mediaindonesia>