http://www.balipost.com/news/2019/03/03/70071/Masyarakat-Diajak-Budayakan-Pakai-Sarung.html
Masyarakat Diajak Budayakan Pakai
Sarung
Minggu, 3 Maret 2019 | 20:37:30
Berbagi di Facebook
<https://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F03%2F03%2F70071%2FMasyarakat-Diajak-Budayakan-Pakai-Sarung.html>
Tweet di Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Masyarakat+Diajak+Budayakan+Pakai+Sarung&url=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F03%2F03%2F70071%2FMasyarakat-Diajak-Budayakan-Pakai-Sarung.html&via=balipostcom>
*
*
JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Joko Widodo mengajak seluruh
lapisan masyarakat untuk melestarikan budaya kain sarung. “Inilah
kekayaan budaya kita yang kita harus tempatkan pada tempat yang
paling baik sebagai penghargaan kita atas karya dan produksi setiap
provinsi yang berbeda beda corak, berbeda motif, dan berbeda warna.
Juga memiliki filosofi-filosofi yang tinggi,” kata Presiden dalam
sambutannya pada acara Pameran dan Festival Sarung 2019 yang di
Jakarta, Minggu (3/3).
Di acara yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Presiden
mengajak masyarakat untuk memakai kain sarung pada hari tertentu yang
telah disepakati. “Tinggal kita menentukan, kita pakai sarung di hari
apa. Saya akan mengajak nantinya. Baru kita akan tentukan, setiap hari
tertentu dalam satu bulan kita memakai sarung bersama-sama. Bisa
seminggu sekali. Bisa dua minggu sekali bisa sebulan sekali. Kita lihat
nanti. Nanti lama-lama setiap hari pakai sarung,” tukas Presiden.
Saat berkeliling area festival, Presiden mengaku melihat dari beberapa
provinsi yang memiliki produksi sarung, baik berupa tenun, ada yang
berupa songket, ada yang berupa batik, dan jenis2 sarung lainnya.
“Inilah kekayaan budaya yang tidak dimiliki bangsa dan negara lain. Oleh
karena itu, saya sangat menghargai Sarung Fest yang diadakan ini. Semoga
kita memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap karya karya yang
dipamerkan pada Festival Sarung 2029,” tandas Jokowi.
Pada festival bertema “Sarung Sebagai Identitas Budaya Pemersatu Bangsa”
tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM berperan menjadi leading sektor
dalam acara tersebut bekerjasama dengan kementerian terkait lainnya.
Selain itu, Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM atau Smesco Indonesia
ikut berpartisipasi dalam pameran dan Festival Sarung Indonesia 2019.
Baca juga: Ketua DPR Optimis Jokowi Teken UU MD3
<http://www.balipost.com/news/2018/02/22/38268/Ketua-DPR-Optimis-Jokowi-Teken...html>
Keikutsertaan Smesco Indonesia ditandai dengan dibukanya display Rumah
Sarung Indonesia (Rusari). “Kita juga ikut fesyen show 20 setel dengan
bawahan sarung. Ini sebagai bentuk dukungan kita atas terlenggaranya
Pameran dan Festival Sarung Indonesia 2019 ini,” kata Direktur Utama
Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi, di sela-sela acara pembukaan.
Emilia mengatakan, pameran dan Festival Sarung Indonesia ini,
dilaksanakan dalam rangka mempromosikan sarung-sarung yang ada di
seluruh Tanah Air. Sekaligus untuk mempromosikan sarung sebagai salah
satu warisan budaya Indonesia dan mentransformasikan sarung sebagai
trendsetter serta gaya hidup modern bagi generasi milenial.
Dalam gelaran tersebut, diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya
pasar rakyat, pameran sarung, fashion on the street berbasis sarung,
karnaval sarung Indonesia, seminar dan sarasehan sarung. Yang tak kalah
menariknya, acara itu juga dilaksanakan Lomba Foto Sarung Keren di media
aosial (medsos) dengan tema ‘Sarung dan Negeriku.”
Serta digelar jalan sehat sarung di beberapa kota, musik, fashion,
bazaar, dan parade serentak di 6 kota besar. Diantaranya di Jakarta,
Surabaya, Kupang, Padang, dan Banjarmasin.
Terkait keberadaan Rumah Sarung ini, kata Emilia, menjadi prototype di
pameran dan Festival Sarung Indonesia. Sekaligus merupakan sarana
edukasi, promosi, dan pemasaran sarung-sarung unggulan dari berbagai
propinsi di Indonesia dan menjadi pusat koleksi/khasanah dan referensi
terbaik untuk mendapatkan sarung-sarung unggulan. (Nikson/balipost)