Kalau bisa memilih, buruh kontrak yang tempohari dikirim Belanda ke Suriname 
barangkali lebih suka pulang dan bekerja di tanahair, sama seperti BMI 
sekarang. 

Ini sebenarnya yang harus dipahami partai-partai bahwa Rakyat Indonesia lebih 
suka banjir emas di negeri sendiri daripada hujan batu di negeri orang. Maka 
partai-partai silakan berpikir. Susun strategi pengembangan SDM yang berlimpah 
ini supaya tetap bermartabat. Jangan bisanya cuma bikin program musiman seperti 
bagi-bagi Kartu Pra Kerja di musim pemilu dengan janji pemegangnya tetap digaji 
sekalipun belum dapat pekerjaan.
Kartu Bergaji

--- ilmesengero@... wrote:
Masalah TKI ini sudah sejak zaman Soeharto, pada waktu itu Soedomo yang menjadi 
menteri perburuhan,hingga kini belum juga selesai perlindungan mereka
On Mon, Mar 4, 2019 at 8:30 AM ajeg wrote:
Kumpul-kumpul "berciri Indonesia" yang sangat khas he,he,, dengan kehangatan 
keluarga buesarrr yang merobohkan sekat dan menepikan latarbelakang setiap 
orang. Persis pertemuan orangtua murid, malah sudah seperti rapat-rapat di DPR.

Hanya saja belajar dari masa lalu dan yang baru lewat, jauh lebih penting bagi 
para caleg BMI adalah menggugah kesadaran orang sekitar di partai masing-masing 
sehingga terpilih atau tidak semangatnya tetap hidup dalam partai. Jangan lagi 
berpikir seperti para petualang / penunggang politik-buruh itu, masuk partai 
hanya sebagai kendaraan untuk tamasya ke gedung DPR. 

Jangan kuatir, Golput hanya menunggu munculnya semangat-semangat yang layak 
didukung, apa pun partainya, siapa pun orangnya. 

   --- jetaimemucho1@... wrote:
PERJUANGAN KITA BURUH MIGRAN INDONESIA.. Calon DPR RI Dapil Luar Negri .part 1



PERJUANGAN BMI/TKI/TKW/ Berdialog dengan Calon DPR RI Dapil Luar Negri 
2019/2024 part 2



PERJUANGAN KITA BMI/TKI/TKW INDONESIA berdialog dgn Calon DPR RI Dapil Luar 
Negri 2019 part 3 full

Kirim email ke