https://cantik.tempo.co/read/1182971/hari-perempuan-internasional-rahayu-saraswati-bicara-ibu-bekerja/full&view=ok
Hari Perempuan Internasional, Rahayu Saraswati
Bicara Ibu Bekerja
Reporter:
Astari Pinasthika Sarosa
Editor:
Rini Kustiani
Kamis, 7 Maret 2019 21:10 WIB
Aktris Rahayu Saraswati. TEMPO/Nurdiansah
<https://statik.tempo.co/data/2013/09/27/id_223613/223613_620.jpg>
Aktris Rahayu Saraswati. TEMPO/Nurdiansah
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - *Hari Perempuan Internasional*
<http://www.tempo.co/tag/hari-perempuan-internasional> diperingati
setiap 8 Maret. Hari Perempuan Internasional ini menjadi momentum bagi
semua untuk memperhatikan isu-isu terkait perempuan di seluruh dunia.
/*Baca: Hari Perempuan Internasional: Bergerak untuk Peradaban Setara
<https://creativelab.tempo.co/read/1182853/hari-perempuan-internasional-bergerak-untuk-peradaban-setara>*/
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, anggota Dewan Perwakilan Rakyat
mengatakan salah satu isu yang dia hadapi sebagai ibu bekerja yang juga
dihadapi oleh ibu bekerja lainnya. “Sebagai perempuan di politik, ada
peraturan kalau anak-anak tidak boleh hadir saat kampanye," kata
perempuan yang dikenal dengan nama panggilan Sara ini, di Erasmus Huis,
Jakarta Selatan, Rabu 6 Maret 2019.
Rahayu Saraswati punya dua anak yang masih balita. "Dan saya tidak bisa
membawa mereka bekerja,” tutur dia. Anak-anaknya, Narendra, 3 tahun, dan
Wira, 1 tahun, terpaksa ditinggal saat dia harus kampanye. “Mau tidak
mau anak-anak saya harus ditinggal. Itu adalah pengorbanan."
Rahayu Saraswati. Tempo/Aditia Noviansyah
Peraturan melarang pelibatan anak-anak dalam aktivitas politik. Rahayu
Saraswati menganggap peraturan tersebut tidak adil untuk para ibu yang
masih menyusui atau memiliki anak-anak yang masih balita.
/*Baca juga: Hari Perempuan Internasional : Istri Colonel Sanders Jadi
Model
<https://gaya.tempo.co/read/1068229/hari-perempuan-internasional-istri-colonel-sanders-jadi-model>*/
Rahayu Saraswati menyatakan ibu bekerja harus mengorbankan banyak hal
karena peraturan yang diskriminatif. Salah satu contohnya, dia melihat
kalau tidak semua perusahaan memiliki tempat menyusui.
Sebagai ibu dari dua anak balita, wanita kelahiran 27 Januari 1986 ini
mengatakan peraturan di tempat kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan
ibu menyusui dan ibu dengan balita. “Sebab tidak semua ibu bisa punya
suster atau pembantu. Mereka terkadang harus membawa anak-anaknya,
terutama bila masih balita,” ucap Sara.