/http://mediaindonesia.com/read/detail/221458-infrastruktur-ciptakan-pertumbuhan-dengan-inflasi-rendah
/
//
//
/*Infrastruktur Ciptakan Pertumbuhan dengan
*/
/*Inflasi Rendah */
Penulis: *Yoseph Pencawan * Pada: Jumat, 08 Mar 2019, 02:30 WIB Ekonomi
<http://mediaindonesia.com/ekonomi>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/221458-infrastruktur-ciptakan-pertumbuhan-dengan-inflasi-rendah>
<http://twitter.com/home/?status=Infrastruktur Ciptakan Pertumbuhan
dengan Inflasi Rendah
http://mediaindonesia.com/read/detail/221458-infrastruktur-ciptakan-pertumbuhan-dengan-inflasi-rendah
via @mediaindonesia>
Infrastruktur Ciptakan Pertumbuhan dengan Inflasi Rendah
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/03/238c9c7cddbc02b83cfc898d8e25cb19.jpg>
/ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Ari Kuncoro
mengatakan pembangunan infrastruktur menciptakan pertumbuhan ekonomi
dengan inflasi rendah.
“Kami sebagai pengamat melihat dalam empat tahun terakhir terjadi
kombinasi pertumbuhan ekonomi 5,1% atau 5,3% dengan inflasi di kisaran
3% karena pembangunan infrastruktur,” katanya dalam Dialog Kupas Tuntas
Tol Trans-Sumatra di Medan, Sumatra Utara, Rabu (6/2).
Ari setuju dengan langkah pemerintah menggenjot pembangunan
infrastruktur. “Jadi sudah benar bangun jalan tol dulu, pasar akan
mengikuti,” ucapnya.
Lebih jauh dia menilai selain menghasilkan pertumbuhan dengan inflasi
rendah, infrastruktur menyebabkan kesenjangan ekonomi dan kemiskinan turun.
“Kombinasi inflasi rendah, kemiskinan turun dan koefisien Gini turun,
sesuatu yang luar biasa. Ini infrastructurenomics,” pungkasnya.
Dalam kesempatan sama, Wa-kil Ketua Komite Ekonomi dan Industri
Indonesia (KEIN) Arif Budimanta mengatakan pembangunan infrastruktur
sangat penting. “Pembangunan infrastruktur memiliki nilai geoekonomi
bagi Indonesia,” ujarnya.
Arif menjelaskan pada 2025 Indonesia harus siap dengan prog-ram
konektivitas ASEAN. Proyek Tol Trans-Sumatra sepanjang 2.700 kilometer
lebih bisa menjadi bagian dari konektivitas tersebut.
“Sumatra adalah wilayah terdekat dengan Singapura. Dari Malaysia bisa
sampai ke Eropa melalui jalan darat. Kita nanti bisa mengekspor
komoditas Sumatra ke Asia dan Eropa,” kata Arif.
Belum lagi, lanjut Arif, proyek One Belt One Road Tiongkok. “One Belt
One Road memang bisa jadi ancaman, tetapi ada peluang di sana,” ucap Arif.
Inisiatif Satu Sabuk dan Satu Jalan adalah strategi pembangunan yang
diusulkan pemimpin tertinggi Tiongkok Xi Jinping yang berfokus pada
konektivitas dan kerja sama di antara negara-negara Eurasia, terutama
Republik Rakyat Tiongkok.
Arif menambahkan pembangunan Tol Trans-Sumatra ini dalam konteks
geoekonomi sudah lama ditunggu. “Tinggal keberanian dan langkah cepat.”
*Tol Trans-Sumatra*
Terkait dengan Tol Trans-Sumat-ra, Direktur Utama Hutama Karya Bintang
Perbowo mengatakan pihaknya mendapat penugasan membangun 2.700 kilometer
Tol Trans-Sumatra dalam 24 ruas. “Pembangunannya ditargetkan selesai
2023,” jelasnya.
Sebanyak enam ruas tol sepanjang 485 km ditargetkan rampung pada 2019,
yaitu ruas Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Bakauheni-Terbanggi Besar,
Pekanbaru-Dumai, Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Pematang
Panggang-Kayu Agung. “Ruas Palembang-Indralaya sudah beroperasi penuh di
2018. Insya Allah Presiden Jokowi meresmikan ruas Bakauheni-Terbanggi
Besar pada 8 Maret (hari ini),” tukas Bintang.
Informasi dari Humas Provinsi Lampung menyatakan rencananya Presiden
Jokowi meresmikan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di gerbang tol
Natar, Lampung Selatan. “Pembangunan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar
selesai dan siap dioperasikan.
Untuk itu, saya memastikan langsung berbagai persiapan terkait peresmian
JTTS ini,” ujar Gubernur Lampung M Ridho Ficardo seusai meninjau
kesiapan peresmian JTTS Bakauheni-Terbanggi Besar, Rabu (6/3). (Eva/E-2)