Generasi muda Hong Kong mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi
sekali, lulusan college dgn gelar bachelor ataupun master
merupakan hal yang umum. Gaji lulusan college berkisar antara
HKD30000 - 40000 tentu dgn pengalaman akan lebih tinggi lagi.
Sepasang suami istri dgn anak kecil membuat salah satu dan
umumnya istri yang tinggal dirumah merawat anak, katakanlah suami
mempunyai gaji HKD 40,000 yg merupakan pendapatan satu2nya
keluarga itu. Dengan mempekerjakan domestic helper katakanlah dgn
gaji HKD 5,500 seperti tuntutan akan memungkinkan sang istri
bekerja katakanlah dgn gaji HKD 30,000 sehingga secara total
pendapatan keluarga jadi HKD 70,000 meningkat pesat sekali. Saya
lihat hal ini menguntungkan sekali bagi kedua belah pihak.
kutipan:
Keberadaan PRT migran ini juga memungkinkan lebih dari 110.000
ibu di Hong Kong bergabung kembali dengan angkatan kerja.
Menurut penelitian, mempekerjakan PRT migran bisa meningkatkan
pendapatan rumah tangga karena memungkinkan perempuan lokal untuk
berkarir diluar rumah.
---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
<jetaimemucho1@...> <mailto:jetaimemucho1@...> wrote :
Tulisan inipun tidak akan menghentikan ocehan dan fitnahan si
Chan yang memperlakukan PRT seperti pengemis di HK, tapi dianggap
SERAKAH karena menuntut kenaikan upah.Kalau tidak diterjemahkan
dalam jumlah uang, orang tidak akan pernah sadar akan sumbangan
buruh migran kepada enomi HK. Apa sumbangan si Chan??? Pengabdian
besar dan sikap menjilatnya kepada Penguasa!!!
PRT MIGRAN MENYUMBANG HK$ 98,9 MILIAR UNTUK PERTUMBUHAN
EKONOMI HONG KONG, JADI MENGAPA MEREKA DIKECUALIKAN?
PRT migran menyumbang HK$ 98,9 miliar untuk pertumbuhan ekonomi
Hong Kong, jadi mengapa mereka dikecualikan?
* Posted On: March 7, 2019
<http://sinar-migran.com/prt-migran-menyumbang-hk-989-miliar-untuk-pertumbuhan-ekonomi-hong-kong-jadi-mengapa-mereka-dikecualikan/>
* Posted By: Admin <http://sinar-migran.com/author/admin/>
* Comments: 0
<http://sinar-migran.com/prt-migran-menyumbang-hk-989-miliar-untuk-pertumbuhan-ekonomi-hong-kong-jadi-mengapa-mereka-dikecualikan/>
Kamis (07/03/2019) Pekerja rumah tangga (PRT) migran menyumbang
sebesar HK$ 98,9 miliar pada pertumbuhan ekonomi Hong Kong,
sekitar 3,9 persen dari pendapatan Produk Domestik Bruto atau PDB
tahun 2018.
Di tempat lain di Asia, PRT migran menyumbang HK$ 64,37 miliar
untuk ekonomi Singapura (2,4 persen dari PDB) dan HK$ 7,06 miliar
untuk Malaysia (0,3 persen dari PDB).
“Pekerjaan rumah tangga dan merawat orang dalam banyak hal adalah
pekerjaan yang tak terlihat, di balik pintu tertutup.
Ini adalah sisi tersembunyi dari ekonomi dan sekarang kita dapat
memberikan angka untuk pertama kalinya pada besarnya nilai
pekerjaan mereka, ”kata Lucinda Pike, Direktur Eksekutif Badan
Amal Enrich yang berbasis di Hong Kong.
Menurut sebuah studi yang dirilis Rabu, 06 Maret 2019 oleh Badan
Amal yang mempromosikan pemberdayaan ekonomi PRT migran tersebut
juga mengungkap bahwa PRT migran sebagian besar dikecualikan dari
ekonomi lokal – hanya 18 persen yang memiliki rekening bank dan
85 persen memiliki tingkat hutang yang tinggi.
Kurangnya pengetahuan keuangan dan kesadaran akan peraturan
rekening bank diidentifikasi sebagai hambatan utama untuk
mengakses layanan keuangan.
Di Singapura sendiri terdapat 51 persen memiliki rekening bank
sementara 34 persen dalam utang. Dan di Malaysia, 86 persen
memiliki rekening bank dan 65 persen berutang.
Laporan yang berjudul Nilai Perawatan: Kontribusi Utama Pekerja
Rumah Tangga Migran terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan
Kesejahteraan Keluarga di Asia, adalah pertama kalinya kontribusi
ekonomi PRT migran di Hong Kong telah dihitung.
Penelitian yang ditugaskan oleh perusahaan laporan kredit
konsumen Experian disajikan bersama dengan LSM lokal Enrich.
Data tersebut dihitung oleh perusahaan riset pasar Frost &
Sullivan menurut nilai yang ditambahkan pekerja rumah tangga
berdasarkan biaya pekerjaan mereka – jika dibayar dengan tarif
lokal – pengeluaran pribadi mereka dan waktu yang mereka sediakan
sehingga perempuan lokal bebas bisa bekerja diluar.
Menurut temuan tersebut, kontribusi terbesar yang ditawarkan
pekerja rumah tangga terhadap ekonomi lokal adalah pengasuhan
anak – dihargai HK$ 40 per jam dengan rata-rata 3,85 jam per
hari. Jika ditotal terdapat HK$ 184,970,52 per tahun setiap orangnya.
Jumlah PRT migran di Hong Kong sebanyak 369.651 orang pada akhir
2017, dengan jumlah yang ditetapkan akan meningkat menjadi
600.000 pada tahun 2047, menurut sumber pemerintah.
Di Asia Pasifik diperkirakan terdapat 21 juta PRT migran mengisi
kesenjangan pekerjaan rumah tangga. Para ahli memperkirakan
permintaan pekerjaan ini akan terus meningkat seiring pertambahan
usia penduduk, angka kelahiran menurun dan kekurangannya layanan
perawatan yang terjangkau masih ada di banyak negara.
“Pekerjaan rumah tangga, dalam banyak hal, merupakan pekerjaan
yang tak terlihat dan dinilai rendah yang secara tidak
proporsional menimpa perempuan, kebanyakan adalah buruh migran,”
kata Lucinda Pike.
“Kami sangat senang bahwa penelitian ini menunjukkan bagaimana
kehadiran pekerja rumah tangga membuka potensi ekonomi ekstra.”
*Peningkatan tenaga kerja perempuan*
Keberadaan PRT migran ini juga memungkinkan lebih dari 110.000
ibu di Hong Kong bergabung kembali dengan angkatan kerja.
Menurut penelitian, mempekerjakan PRT migran bisa meningkatkan
pendapatan rumah tangga karena memungkinkan perempuan lokal untuk
berkarir diluar rumah.
Hanya 49 persen perempuan Hong Kong dengan usia antara 25 hingga
52 tahun yang memiliki anak, akan bekerja jika mereka tidak
memiliki PRT. Angka ini meningkat hingga 78 persen ketika mereka
mempekerjakan PRT migran.
*Terlepas dari kontribusi PRT migran terhadap ekonomi lokal,
mereka terus menghadapi diskriminasi*.
“Masalahnya adalah PRT migran tidak diakui oleh pemerintah Hong
Kong sebagai bagian dari tenaga kerja Hong Kong dan komunitas
Hong Kong,” jelas Sringatin, ketua Serikat Pekerja Migran
Indonesia (IMWU Hong Kong) kepada Sinar Migran.
“Kami diperlakukan sebagai orang asing, pekerja kelas rendah dan
oleh karena itu pemerintah telah mendorong kebijakan dan praktik
yang mengecualikan dan mengisolasi pekerja migran dari seluruh
populasi Hong Kong.”
“Inilah yang kami maksudkan dengan praktik perbudakan modern. Dan
itu diberlakukan oleh pemerintah Hong Kong melalui kebijakan dan
peraturan, ” tegasnya.
Sumber: SCMP, HKFP.