Komnas HAM Imbau Agum Lapor Kejagung soal Penculikan Aktivis
CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 09:51 WIB
Bagikan :
Komnas HAM Imbau Agum Lapor Kejagung soal Penculikan AktivisKomisioner
Komnas HAM periode 2017-2022, Beka Ulung Hapsara. (CNN Indonesia/Safir
Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
(*Komnas HAM <https://www.cnnindonesia.com/tag/komnas-ham>*) Beka Ulung
Hapsara mengimbau anggota Dewan Pertimbangan Presiden*Agum Gumelar
<https://www.cnnindonesia.com/tag/agum-gumelar>* melaporkan kepada
Kejaksaan Agung, hal-hal yang dia ketahui soal*penculikan aktivis 1998
<https://www.cnnindonesia.com/tag/aktivis-98>*.
Beka ingin pengakuan Agum baru-baru ini terkait kasus tersebut tak cuma
ramai di media saja.
"Kami imbau baik Pak Agum maupun JS Prabowo datangi saja Kejaksaan Agung
dan laporkan semuanya," kata Beka kepada/CNNIndonesia.com/, Selasa (12/3).
"Jadi jangan sampai hanya ramai di media. Hanya ramai lima tahun sekali.
Setelah kampanye selesai orang-orang yang memiliki informasi kemudian
tak berkata apa-apa lagi," ujarnya menambahkan.
Lihat juga:
Agum Gumelar Klaim Tahu Detail Seputar Penculikan Aktivis '98
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190311111817-32-376144/agum-gumelar-klaim-tahu-detail-seputar-penculikan-aktivis-98/>
Agum Gumelar dalam sebuah diskusi mengaku mengetahui informasi seputar
kasus penculikan aktivis 98 yang menyeret calon presiden Prabowo
Subianto selaku mantan Danjen Kopassus.
Agum sendiri pernah menjadi Danjen Kopassus sebelum Prabowo. Dia juga
pernah menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira, tim yang dibentuk untuk
mengusut kasus penculikan aktivis 98.
Penculikan itu disebut dilakukan oleh Tim Mawar Kopassus. Agum berkata
dirinya mendapat informasi dari anggota Tim Mawar.
Lihat juga:
BPN Pertanyakan Empati Agum yang Singgung SBY Dukung Prabowo
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190312080518-32-376387/bpn-pertanyakan-empati-agum-yang-singgung-sby-dukung-prabowo/>
"Tim Mawar yang melakukan penculikan itu bekas anak buah saya juga,
dong. Saya juga melakukan pendekatan dari hati ke hati," kata Agum dalam
sebuah diskusi yang rekamannya diunggah oleh Ulin Ni'am Yusron.
"Ketika dari hati ke hati dan mereka, di sinilah saya tahu bagaimana
matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya. Saya tahu," ujarnya
menambahkan.
Beka menuturkan Komnas HAM dan Kejaksaan Agung masih berupaya
menyelesaikan kasus penculikan aktivis secara yudisial. Saat ini, kata
Beka, hasil penyelidikan Komnas HAM soal kasus tersebut telah
dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.
"Memang berkas penyelidikan kami pernah dikembalikan oleh Kejaksaan
Agung dengan ditambahkan catatan dan petunjuk. Tapi setelah kami
pelajari, tidak ada petunjuk baru dari Kejaksaan Agung sehingga kami
mengembalikan lagi berkas itu dengan harapan ditingkatkan ke
penyidikan," tutur Beka.
Lihat juga:
BPN: Manuver Politik Musiman Agum Gumelar Tanda Jokowi Panik
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190311164119-32-376256/bpn-manuver-politik-musiman-agum-gumelar-tanda-jokowi-panik/>
Menurut Beka apa yang diketahui Agum dapat menambah kualitas hasil
penyelidikan Komnas HAM bila yang bersangkutan melapor ke Kejaksaan Agung.
Dengan tambahan informasi dari Agum, dia berharap Kejaksaan Agung
nantinya bisa meningkatkan status kasus penculikan aktivis dari
penyelidikan ke penyidikan.
"Jadi, yang berwenang sekarang ini adalah Kejaksaan Agung. Yang berhak
menentukan langkah selanjutnya adalah Kejaksaan Agung. Jadi kami
mengimbau kepada Pak Agum agar melaporkan saja ke Kejaksaan Agung," ujar
Beka.*(wis)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com