sudah jelas disebut "Moody’s Investors Service’s external vulnerability index"

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

 Hehehehe lucu sekali ente ini.
 Sudah gak ngerti ilmunya, plus skrg ditambah gak ngerti tulisan ane, jadi 
tambah kacau.
  
 Ente kasih referensi data dari moody’s dipakai oleh Bloomberg yaitu 51% itu 
adalah: ratio of short-term debt, maturing long-term debt and non-resident 
deposits over one year calculated as a proportion of reserves.
  
 Diatas referensi ini ente berkoar2 ttg debt to service ratio. Kan ini 
memperlihatkan bahwa ente gak ngerti istilah debt to service ratio dan ratio 
dari moody’s itu.
  
 Belum lagi debt to income ratio. Aduhhhhhh ane jadi males mengomentari 
istilah2 ini. Ente ini memang sombongnya minta ampun ttp gak ngerti istilah2 yg 
dipakai. Sukanya ngutip sana sini baca sana sini dikit2 lalu dipakai utk 
menyerang orang laen.
  
 Loh koq ane pura2 pinter? Wong ane memang pinter koq masalah ekonomi ini. 
Kalau ente gak percaya ya diskusi baek2 donk. Jangan lari2 pake’ meme meme yg 
larinya kan lambat krn sudah tua kayak emak2 yg dipolitisir oleh sandi 
hehehehehehe. 
  
 Debt to GDP gak usah dibahaslah ya krn ente kan gak suka data ini.
 Lalu debt to service ratio, kan sudah ane kasih debt to service ratio nya RI? 
Ini kan sudah ane tulis: “Debt service ratio Indonesia gak pernah sampai 36% 
sejak 1990”. Ente bisa baca ndak tulisan ane hehehehe?
  
 Kan sudah ane tanya sama ente apa debt to income ratio itu. Orang2 yg belajar 
ekonomi mah gak ngerti istilah ini krn ini adalah istilah ekonomi perusahaan 
bukan makro. Makanya ane tulis ente pasti bikin teori sendiri. Ane menghargai 
kan, makanya ane tanya artinya dari ente apa itu debt to income ratio itu. 
Kalau memang ente bisa menjelaskan ya ente akan respect banget krn ada orang 
Indonesia yg bikin teori sendiri hehehehehe kan begitu. Asal jangan asal nulis 
aja lalu ditanyain eh kaburrrrr!
  
 Oh iya ya, ente ngeyel kan sekarang ttg debt to income ratio ini. Ayo kita 
lihat disini ente nulis: debt service to pendapatan pajak (income) ratio. 
Inikan ente mau bilang debt to income ratio itu adalah = debt to tax income 
ratio. Hehehehehe lucu amat. Wong negara itu pendapatannya bukan dari pajak 
saja, koq hutang negara dihubung2kan/dipenting2kan masalah pajaknya. Itu negara 
ente mungkin krn pajak adalah pendapatan utama dalam penyelenggaraan negara 
ente. RI itu beda dul! RI itu punya BUMN dll utk bayar hutangnya. Urusan bayar 
hutang itu urusan negara RI bukan negara ente.
  
 Aneh2 aja ente ini. Wong ente khawatir kami gak bisa bayar hutang, sedangkan 
negara asing berbondong2 nyodorin kasih hutang kekami. Gimana logikanya. Ini 
kan istilah: perangkat hutang yg dipakai. Negara kreditur saja mau ngasih 
hutang, eh ente yg gak pernah ngutangin RI malahan khawatir RI gak bisa bayar 
hutangnya. Hehehehehe.
  
 Apakah gak lucu?!
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Tuesday, March 12, 2019 11:14 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Kemenkeu Soal Chinese Money Trap: Pengaruh untuk 
Indonesia Masih Sangat Jauh


  
   
 
daripada cuman pura2 pinter coba saja anda uraikan dan bandingkan sendiri 
berapa debt to gdp ratio, debt service ratio, dan debt service to pendapatan 
pajak (income) ratio, dan jelaskan.

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Lah sekarang nanya ada enggak pejabat keuangan Indonesia yg mengutarakan debt 
to service ratio dan debt to income? Tadinya bilang pemerintah Indonesia 
ngibul, dengan kata lain pemerintah Indonesia ngibul ke rakyat krn hanya ngasih 
tahu rakyatnya debt to GDP ratio.
  
 Baguslah karena ane sentil, ente jadi mundur ya. Tapi lucunya sudah mundur 
masih nanya hal2 yg mboten2.
  
 Apa sih debt to income itu? Istilah baru lagi ya? Ane gak pernah tahu ada 
istilah debt to income dalam ekonomi makro. BELUM PERNAH ADA? Ini mah bikinan 
orang yg gak ngerti ilmu ekonomi saja pake’ bahasanya dewek!
  
 Hutang Indonesia risky? Risky krn debt to service ratio nya tinggi?
 Lalu ente kasih data 51% dari Bloomberg kan?! Hehehehehe minta ampun!
 Ane gak mau lagi pake’ istilah GOBLOK lagi disini krn memandang wajah bung 
Chan.
  
 Ini data ane dari worldbank 
http://data.isdb.org/pxfdrcg/world-bank-development-indicators-wdi-2017-idb-aggregates?tsId=1049490
 
http://data.isdb.org/pxfdrcg/world-bank-development-indicators-wdi-2017-idb-aggregates?tsId=1049490
 Debt service ratio Indonesia gak pernah sampai 36% sejak 1990.
  
 JELAS2 ENTE GAK NGERTI APA YG ENTE OMONGIN! DARI debt to service DAN debt to 
income SAJA ORANG SUDAH TAHU ENTE GAK NGERTI EKONOMI!!!
  
 Mendingan diam aja! Belajar dulu bentar apa artinya debt to service, debt to 
GDP dan debt to income sebelum dipakai buat nyinyir Indonesia!
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
<[email protected] mailto:[email protected]> 
Sent: Monday, March 11, 2019 3:00 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Kemenkeu Soal Chinese Money Trap: Pengaruh untuk 
Indonesia Masih Sangat Jauh


  
   
 Pejabat pemerintah berulang kali mengutarakan Debt to GDP Ratio tetapi sangat 
jarang (atau tidak pernah?) mengutarakan Debt to Service Ratio dan Debt to 
Income Ratio. Setiap kali pejabat keuangan selalu mengutarakan hutang masih 
kecil dgn membandingkan Debt to GDP dan dibandingkan dgn negara2 lain seperti 
Jepang dan US, tetapi sayangnya Debt to Service dan Debt to Income tidak 
dibandingkan. Belum lagi kenyataan Indonesia negara pengutang murni dengan 
sedikit piutang (atau tidak ada?) sementara Jepang dan US selain utang juga 
banyak piutang.

  

 Bloomberg tahun lalu memberitakan hutang Indonesia sangat risky dengan rasio 
51%.

  

 Moody’s Investors Service’s external vulnerability index -- which is the ratio 
of short-term debt, maturing long-term debt and non-resident deposits over one 
year calculated as a proportion of reserves -- puts Indonesia at 51 percent and 
India at 74 percent.

 India, Indonesia Are Among Asia's Most Debt-Risky Nations 
https://www.bloomberg.com/news/articles/2018-05-29/india-indonesia-are-among-asia-s-most-debt-risky-nations

  

 
 India, Indonesia Are Among Asia's Most Debt-Risky Nations Karl Lester M Yap
 It’s no surprise that India and Indonesia are among the worst-hit Asian 
currencies this year when you look at th...


  

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Lah kan sudah ada data debt to GDP dan debt service ratio dan tersebar dimana2.
 Ayo ente analisa!
 Mari kita lihat klaim ente bahwa RI ngibul rakyatnya!
  
 Mari kita lihat gimana ente membahas debt to GDP vs debt service ratio ini!
 Atau ente hanya nyinyir saja!
 Atau kabur pake’ meme lagi?!
  
 Gimana ya pemerintah RI ngibulin rakyatnya itu?
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
<[email protected] mailto:[email protected]> 
Sent: Monday, March 11, 2019 1:47 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Kemenkeu Soal Chinese Money Trap: Pengaruh untuk 
Indonesia Masih Sangat Jauh


  
  
 Artinya sederhana, dengan hanya meng-koar2kan Debt to GDP tanpa mengutarakan 
DSR pemerintah mengelabuhi rakyatnya sendiri seakan utang tsb kecil dgn 
menyembunyikan betapa untuk bayar gelagepan sehingga yang terjadi utang baru 
untuk bayar utang lama alias terjerat dalam debt trap.

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Pemerintah suatu negara tidak berkewajiban menjawab pertanyaan2 seperti ini. 
Pemerintah suatu negara berkewajiban mengeluarkan data yang relevan dalam 
penyelenggaraan negaranya.
  
 Kalau ente mau tahu, cari datanya. Bukannya menyalahkan pemerintah RI tidak 
memberikan jawabannya.
  
 Orang2 yang belajar ekonomi dan disiplin ilmu yg terkait dgn data2 ekonomi, 
akan mencari data dan memberikan kesimpulan atas interpretasi data yg tersedia 
dari pemerintah suatu negara.
  
 Ente mentalnya minta2 saja!
  
 Jelas sekali ente gak ngerti permintaan ente dan data yg sdh tersedia!
 Data hutang dan data pajak serta data eksport pemerintah RI tersedia dimana2 
baik primer, sekunder sampai tersier. Tinggal dilihat lalu disajikan dan 
diinterpretasikan.
  
 MAMPU NDAK ENTE SETELAH ANE KASIH TAHU BEGINI?!!!!
  
 Nesare
  
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
<[email protected] mailto:[email protected]> 
Sent: Monday, March 11, 2019 1:15 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: [GELORA45] Kemenkeu Soal Chinese Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia 
Masih Sangat Jauh


  
  
 Pemerintah selalu beralasan masih aman melihat rasio utang terhadap GDP, 
tetapi tidak pernah diutarakan cicilan+bunga dibanding pendapatan pajak, tidak 
pernah diutarakan besarnya cicilan+bunga dibanding pendapatan ekspor atau yang 
disebut debt service ratio. Melihat tingginya tingkat bunga artinya cicilan + 
bunga (debt service) juga tinggi.

 ---

  

 Pemerintah menjelaskan, selain besaran jumlah utang dari China yang masih 
sebesar Rp 22 triliun atau 0,50 persen, rasio utang pemerintah terhadap PDB per 
2018 masih dalam batas aman atau kurang dari 30 persen. Rasio utang Indonesia 
saat ini sebesar 29,78 persen, jauh di bawah negara peer atau yang setara. Di 
mana, Mesir sebesar 101,2 persen, Mongolia 79,4 persen, Sri Lanka 77,6 persen, 
Pakistan 67,2 persen.

 ...

  

 Kemenkeu Soal Chinese Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia Masih Sangat Jauh 
https://www.merdeka.com/uang/kemenkeu-soal-chinese-money-trap-pengaruh-untuk-indonesia-masih-sangat-jauh.html
  

 Kemenkeu Soal Chinese Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia Masih Sangat ... 
Harwanto Bimo Pratomo
 Disebutkan, China memberikan pinjaman ke beberapa negara untuk mewujudkan New 
Silk Road yang semuanya akan terhu...


  

  

 Senin, 11 Maret 2019 16:10Reporter : Harwanto Bimo Pratomo 
https://www.merdeka.com/reporter/harwanto-bimo-pratomo/


  

 Ilustrasi Chinese Money Trap. ©2016 Merdeka.com

 Merdeka.com - Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa Indonesia masih aman dari 
pengaruh Chinese Money Trap 
https://www.merdeka.com/uang/utang-bumn-rp-5217-triliun-dinilai-masih-aman.html




















 





Kirim email ke