https://bisnis.tempo.co/read/1184654/kip-kuliah-diprioritaskan-untuk-berkuliah-di-dalam-negeri/full&view=ok
KIP Kuliah Diprioritaskan untuk Berkuliah di
Dalam Negeri
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Rabu, 13 Maret 2019 07:17 WIB
Sejumlah calon mahasiswa mengikuti Ujian Seleksi Nasional Masuk
perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 di Universitas Negeri Medan,
Sumut, (12/6). Ujian SNMPTN yang berlangsung serentak di Indonesia
tersebut memperebutkan 106.363 kursi yang disediakan oleh 61 Perguruan
Tinggi Negeri. ANTARA/Septianda Perdana
<https://statik.tempo.co/data/2012/06/12/id_124928/124928_620.jpg>
Sejumlah calon mahasiswa mengikuti Ujian Seleksi Nasional Masuk
perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 di Universitas Negeri Medan,
Sumut, (12/6). Ujian SNMPTN yang berlangsung serentak di Indonesia
tersebut memperebutkan 106.363 kursi yang disediakan oleh 61 Perguruan
Tinggi Negeri. ANTARA/Septianda Perdana
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Sekretaris Jenderal Kementerian Riset dan
Pendidikan Tinggi Ainun Naim mengatakan Kartu Indonesia Pintar Kuliah
alias KIP Kuliah
<https://bisnis.tempo.co/read/1184564/lulus-siswa-pemegang-kartu-indonesia-pintar-dapat-kip-kuliah>
bakal diprioritaskan untuk membiayai kuliah di perguruan tinggi dalam
negeri ketimbang di luar negeri. "Belum (untuk beasiswa kuliah di luar
negeri), karena di luar negeri kan mahal," ujar dia di Kantor
Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.
*Baca: *Jokowi Bakal Keluarkan KIP Kuliah, Beda dengan Bidik Misi?
<https://bisnis.tempo.co/read/1184523/jokowi-bakal-keluarkan-kip-kuliah-beda-dengan-bidik-misi>
Ainun berujar, kalau pun ada mahasiswa kurang mampu yang akan
dikuliahkan di luar negeri menggunakan KIP Kuliah, sifatnya sangat
selektif. Menurut dia, apabila duit beasiswa untuk berkuliah di luar
negeri digelontorkan untuk kuliah di dalam negeri, penerimanya akan
lebih banyak.
"Misalnya saja kalau kita kasih beasiswa mahasiswa ke Australia itu bisa
untuk 50 mahasiswa di dalam negeri," kata Ainun. Di samping itu, ia
berpendapat perguruan tinggi di dalam negeri pun sudah banyak yang
kualitasnya bersaing dengan kampus-kampus di luar negeri.
KIP Kuliah belakangan terus didengungkan oleh calon presiden inkumben
Joko Widodo. Jokowi mengatakan kartu itu bagian dari programnya kelak
saat terpilih kembali.
Kartu KIP Kuliah diklaimnya akan memudahkan anak-anak muda dari keluarga
kurang mampu mengecam pendidikan tinggi. Ia menceritakan pengalamannya
menjadi anak orang yang tidak mampu. “Saya merasakan sendiri mau sekolah
sulit, mau kuliah sulit.” Kartu itu, kata Jokowi, penting bagi anak-anak
dari keluarga kurang mampu agar bisa kuliah.
Jokowi mengklaim kartu itu bisa dimanfaatkan untuk membantu biaya kuliah
di dalam negeri juga di luar negeri. Rancangan ini dimulai tahun depan.
“Kuliah tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar (negeri).”
Hingga kini, Ainun menyebut konsep detail dari KIP Kuliah masih belum
rampung dirumuskan. Namun, ia melihat masih ada ruang atau ada
masyarakat yang mampu secara akademik tapi belum masuk kriteria Bidik
Misi. "Ini sedang kami identifikasi."
Ia menargetkan konsep KIP Kuliah rampung secepatnya, bahkan bisa
diterapkan tahun ini. "Tapi anggaran tahun ini kan sudah ada, meski
kalau diperlukan nanti kan ada APBN Perubahan," kata dia.
*Baca:* KIP Kuliah, Jokowi: Anggarannya Akan Sangat Besar, Kita Siapkan
<https://bisnis.tempo.co/read/1179364/kip-kuliah-jokowi-anggarannya-akan-sangat-besar-kita-siapkan>
Saat ini, anggaran untuk Bidik Misi adalah sekitar Rp 4 triliun hingga
Rp 4,5 triliun. Ia memastikan anggaran itu akan naik seiring dengan
digulirkannya KIP Kuliah. Meski, ia belum mau mengatakan berapa jumlah
penerima KIP Kuliah <https://www.tempo.co/tag/kip-kuliah> itu.