Yang penting kasus / masalah yang sedang hangat di masyarakat langsung 
tersingkir ditutup masalah lain silih berganti, begitu kan.
Begitulah pola imperialis merecoki Indonesia sejak kemerdekaan, menutupi 
masalah satu dengan masalah lain sehingga bangsa ini tidak pernah punya cukup 
waktu untuk mengurus dirinya dengan baik, untuk menyelesaikan masalah dengan 
benar. Bahkan untuk mengurus kasus kampanye kondom Jokowi-Ma'ruf dan 
menyelesaikan masalah tim buzzer presiden. Bahkan untuk menyelesaikan prahara 
'65 maupun mengurus huru-hara '98.
  
---SADAR@... wrote:
 
 

Wiranto: Tidak Ada Kaitan antara Teroris Sibolga dengan Pemilu
  Reporter:
Andita Rahma  Editor:
Endri Kurniawati  
Kamis, 14 Maret 2019 09:34 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto 
sebelum rapat terbatas pengelolaan transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, 
Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2018.TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto 
mengatakan tak ada kaitan antara aksi penangkapan teroris Sibolga, di Sumatera 
Utara dengan pemilihan umum yang sebentar lagi digelar. "Kapan aja terorisme 
itu bisa bergerak. Dan aksi itu ketahuan, kan begitu," kata Wiranto saat 
ditemui di Istana Negara, Rabu, 13 Maret 2019.

Wiranto meminta masyarakat tetap tenang dan memastikan kondisi saat ini telah 
terkendali.
Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris bernama Husain 
alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara. Penangkapan itu terjadi pada 
Selasa, 12 Maret 2019 sekitar pukul 14.23 WIB. Dini hari setalah penangkapan, 
istri Husain diduga meledakan diri bersama kedua anaknya.
 
Wiranto mengatakan aparat keamanan memonitor keberadaan para pelaku teror 
dengan sangat ketat. Berbagai pendekatan dilakukan, mulai dari pendekatan halus 
(soft approach) hingga pendekatan keras (hard approach).

Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris bernama Husain 
alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara. Penangkapan itu terjadi pada 
Selasa, 12 Maret 2019 sekitar pukul 14.23 WIB. Dini hari setalah penangkapan, 
istri Husain diduga meledakan diri bersama kedua anaknya.
 
Wiranto mengatakan aparat keamanan memonitor keberadaan para pelaku teror 
dengan sangat ketat. Berbagai pendekatan dilakukan, mulai dari pendekatan halus 
(soft approach) hingga pendekatan keras (hard approach).

Pendekatan secara halus dilakukan dengan penyuluhan di masyarakat mengenai 
bahaya terorisme. Adapun pendekatan keras dilakukan ketika aksi teror telah 
diketahui, baik sebelum maupun saat aksi. "Kalau ketauan ya kita tangkep, kalau 
ngelawan ya kita habisi," kata Wiranto.
 Wiranto pun menegaskan penangkapan dan teroris Sibolga tidak mempengaruhi 
keamanan pemilu. Pihaknya sudah mengamati situasi sejak awal melalui indeks 
kerawanan pemilu. “Kami sudah melakukan langkah-langkah menetralisir itu 
semua," kata Wiranto.

Kirim email ke