Tenang.. dalam debat capres Jokowi sudah mengaku pemberani, tidak takut sama 
siapa pun.
-



 

Investigasi Kasus Novel Baswedan: Ada Nama-nama Jenderal Terlibat




Reporter:M Rosseno Aji

Editor: Zacharias Wuragil


Rabu, 13 Maret 201900:40 WIB


TEMPO.CO,Jakarta - Kuasa hukum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 
NovelBaswedan, Alghiffari Aqsa, mengungkap hasil investigasi Koalisi 
MasyarakatSipil Antikorupsi dalam kasus penyiraman air keras. Dia mengatakan 
ada lebihdari satu nama jenderal dalam laporan hasil investigasi tersebut.




"Adanama-nama jenderal yang kami cantumkan, yang kami temukan 
dalaminvestigasi," kata dia saat peringatan 700 hari teror Novel Baswedan 
diGedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.




Hasilinvestigasi disusun oleh koalisi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum 
Indonesia(YLBHI) bersama LBH Jakarta, KontraS, Lokataru Foundation, ICW, LBH 
Pers, PSHKAMAR, Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) FH Universitas Andalas, serta 
PUKAT UGM.Tim advokasi Novel juga masuk dalam koalisi itu.




Koalisitelah menyerahkan hasil investigasi itu ke KPK pada 15 Januari 2019. 
Dalamlaporannya, koalisi menyatakan rangkaian teror terhadap Novel 
bertujuanmenghalangi upaya pemberantasan korupsi. Kategorinya, upaya 
perintanganpenyidikan atau obstruction of justice dan karenanya bisa dijerat 
denganUndang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.




Koalisipun mendesak pimpinan KPK menerapkan pasal obstruction of justice dalam 
kasusteror ke Novel. Alghiffari mengatakan penerapan pasal itu bisa jadi satu 
opsiuntuk mengungkap dalang penyiraman air keras ke Novel. Pilihan itu, kata 
dia,bisa dilakukan ketika presiden maupun kepolisian tak kunjung 
berkomitmenmenuntaskan kasus ini.




MantanDirektur Lembaga Bantuan Hukum itu berkata tinggal menunggu pimpinan KPK 
untukmau menyelidiki kasus ini menggunakan pasal perintangan penyidikan. 
Diamengatakan, bila KPK bersedia mengungkap kasus Novel dengan pasal itu, 
pihaknyasiap membuka semua laporan final investigasi.




"Tentunyadengan berbagai macam keterbatasan. Tapi ada nama-nama Jenderal, tidak 
hanyasatu jenderal," kata dia.



Sebelumnya,Novel sendiri sempat menyinggung dugaan keterlibatan jenderal polisi 
dalampenyiraman air keras. Dalam wawancara dengan Tempo pada Juni 2017, 
Novelmenyebut banyak orang terlibat dalam penyerangan itu.
Keterlibatanitu tak lepas dari perintah jenderal polisi untuk mengaburkan fakta 
dan buktiperistiwa penyiraman dengan air keras pada 11 April 2017.
Jenderal aktif itu diduga memerintahkan tim penyidik menghapus sidik jaripelaku 
yang tertinggal di cangkir wadah air keras saat olah tempat kejadianperkara. 
Jenderal ini juga diduga terlibat dalam sejumlah rencana penyeranganterhadap 
Novel Baswedan dan penyidik KPK lain.

Kirim email ke