Di Survei PolMark, Elektabilitas Prabowo - Sandiaga Cuma 25,8 Persen 
https://www.suara.com/news/2019/03/14/062500/di-survei-polmark-elektabilitas-prabowo-sandiaga-cuma-258-persen
 Pebriansyah Ariefana
 Kamis, 14 Maret 2019 | 06:25 WIB

 
 Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subiant menyapa masyarakat Riau. [Foto 
dok. Tim Dokumentasi Prabowo]

 Jarak elektabilitas antarkedua kandidat Pilpres 2019 tersebut termasuk kecil 
karena masih ada 33,8 persen calon pemilih yang belum menentukan pilihan 
politiknya.

 
 
 Suara.com - Hasil survei Pemilihan Presiden yang dilakukan PolMark Indonesia 
pada 7 Oktober 2018 hingga 12 Februari 2019 menyebutkan elektabilitas pasangan 
Calon Presiden Jokowi - Maruf Amin 
https://www.suara.com/tag/jokowi---maruf-amin unggul 14,6 persen dari Prabowo 
https://www.suara.com/tag/prabowo Subianto - Sandiaga 
https://www.suara.com/tag/sandiagaUno. Elektabilitas Jokowi - Maruf Amin 40,4 
persen, sedangkan Prabowo - Sandiaga 
https://www.suara.com/tag/prabowo---sandiaga 25,8 persen.
 Menurut dia, jarak elektabilitas antarkedua kandidat Pilpres 2019 tersebut 
termasuk kecil karena masih ada 33,8 persen calon pemilih yang belum menentukan 
pilihan politiknya.


 "Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, elektabilitas Jokowi-Amin 40,4 
persen, sedangkan Prabowo-Sandi 25,8 persen," kata Founder dan CEO PolMark 
Indonesia Eep Saefulloh Fatah di Semarang, Rabu (14/3/2019).

 

 "Dengan masih adanya siswa waktu 34 hari lagi sebelum pelaksanaan Pilpres 
2019, jarak keduanya kecil karena masih ada 33,8 persen 'undicided voters'," 
ujarnya.
 Hal tersebut disampaikan Eep pada Forum Pikiran, Akal, dan Nalar yang 
diselenggarakan Partai Amanat Nasional bersama PolMark Indonesia yang dihadiri 
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan pengamat politik Rocky Gerung. Lebih lanjut 
Eep memaparkan hasil survei PolMark Indonesia di mana ada kader-kader partai 
politik yang tidak solid dalam menjalankan instruksi terkait pilpres mendatang.
 Ia mencontohkan ada 5,9 persen kader PDIP yang mendukung Prabowo-Sandi dan 
19,5 persen belum menentukan pilihan.
 "Hal yang sama di tubuh PPP 30 persen, Nasdem 24,1 persen, PKB 15,7 persen, 
Golkar 30,6 persen, Perindo 27,9 persen, Hanura 24,7 persen, PSI 12,9 persen 
dan PKPI 29,7 persen yang kadernya mendukung paslon 02," katanya.
 
 Hal serupa juga terjadi pada Partai Gerindra 11 persen, Partai Demokrat 28,5 
persen, PAN 25 persen, PKS 15,7 persen, Partai Berkarya 14,9 persen, dimana 
kadernya mendukung palson 01. Survei yang dilakukan PolMark Indonesia ini 
mengambil 32.560 responden dari 73 daerah pemilihan yang meliputi 172.008.099 
pemilih atau 92,9 persen dari pemilih Pemilu 2019.
 Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode "multistage random sampling" 
dengan "margin of error" sekitar 4.8 persen untuk masing-masing survei di 72 
dapil, sedangkan khusus untuk Dapil Jabar 3, margin of error-nya adalah sekitar 
3.4 persen.
 Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengaku tidak sependapat dengan 
pernyataan sejumlah pihak yang mengibaratkan Pilpres 2019 sebagai ajang 
peperangan. "Pilpres bukan peperangan, melainkan memilih pemimpin negara dan 
kita sudah sepakat demokrasi Pancasila, yang berkuasa adalah rakyat," ujarnya.
 Zulkifli meminta para kader PAN untuk memenangkan Pemilu 2019 dan mewujudkan 
pemilu yang bersih serta membela kepentingan rakyat. Menurut dia, kader PAN 
juga harus menegakan kepemimpinan yang bersih dan antinepotisme, serta 
menghormati pilihan calon pemimpin yang berbeda.
 
 "Segenap kader PAN wajib memenangkan pemilu 2019. Tujuan kita adalah membangun 
Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat. Mari berpemilu sebagai bentuk 
berikhtiar," katanya. (Antara)

Kirim email ke