Bertukar Pengalaman Anti Terorisme Dengan Dunia
http://indonesian.cri.cn/20190319/5baea75d-48a6-d2d1-2eee-18218d38ebe1.html
2019-03-19 10:58:13
Pada tiga hari sebelum pemerintah meluncurkan buku putih anti terorisme
dan de-ekstrimisme Xinjiang, Selandia Baru telah mengalami “hari yang
paling gelap” dalam sejarah, 50 orang meninggal dalam serangan
penembakan teror di dua mesjid di kota Christchurch. Pelakunya
menurunkan artikel panjang di akun Twitter, menganjurkan pikiran
ekstremitas supremasi kulit putih.
Bagaimana mencegat infiltrasi dan menjalarnya pikiran ekstremisme, agar
teror kekerasan kehilangan tanah tumbuh dan memberantas aktivitas teror
sebelum terjadi, telah menjadi problem yang harus dihadapi oleh berbagai
negara. Kini, berbagai negara mengadakan pertukaran dan kerja sama dalam
memukul terorisme menurut keadaan negaranya masing-masing. Sebagai
anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, Tiongkok tidak
terkecuali.
Buku putih telah memaparkan tiga jalur dan cara Tiongkok dalam
perjuangan anti terorisme, yaitu mencegat sebelumnya, mengutamakan
daerah titik berat dan meningkatkan kerja sama internasional.
Mencegat sebelumnya ialah menempatkan anti terorisme preventif pada
posisi utama, mencegat perbuatan teror pada masa awal. Buku putih
mengatakan, Tiongkok dengan aktif menanggapi resolusi Majelis Umum PBB
tentang strategi anti terorisme global dengan mengambil pengalaman
masyarakat internasional, berupaya menghapuskan kondisi meluasnya
terorisme, mencegat dan memukul terorisme.
Memperluas penempatan tenaga kerja, memasyarakatkan pendidikan dan
menerapkan jaminan pengobatan sudah menjadi langkah penting yang diambil
di Xinjiang untuk mencegat terorisme. Buku putih menunjukkan, di
Xinjiang telah didirikan pusat pendidikan dan penataran sesuai dengan
undang-undang, agar para peserta belajar keterampilan, dengan semaksimal
melepaskan diri dari dampak terorisme, ikatan pikiran ekstremitas,
berupaya meningkatkan keterampilan dan meningkatkan keyakinan hidup.
Keterampilan tersebut mencakup pengolahan baju, sepatu dan topi,
pengolahan bahan makanan, perakitan produk elektronik, dan E-commerce.
Dari tahun 2016 hingga tahun 2018, Xinjiang mewujudkan penempatan tenaga
kerja sejumlah 1,4 juta, buruh migran mencapai 8,3 juta, pendidikan
wajib sembilan tahun dan asuransi penyakit berat sudah menjangkau
seluruh daerah Xinjiang.
Buku putih menunjukkan, ekstremisme agama dengan mengibarkan panji agama
Islam, namun melanggar ajaran agama, maka bukanlah agama Islam. Dalam
perjuangan anti terorisme, seharusnya menghormati kebebasan beragama
para warga serta adat istiadat dan kebiasaan etnis, melarang perbuatan
diskriminasi dengan berdasarkan pada daerah, etnis dan agama.
Perbuatan tersebut sudah mencapai hasil bertahap. Selama dua tahun
terakhir, di Xinjiang tidak terjadi peristiwa teror kekerasan, rakyat
hidup aman dan tenteram. Pada tahun 2018, Xinjiang telah menerima turis
dalam dan luar negeri sejumlah 150 juta, naik 40% dibandingkan dengan
masa sama tahun sebelumnya, di antaranya turis asing tercatat 2,4 juta,
naik 10,78%.
Meningkatkan kerja sama internasional ialah menekankan bahwa perjuangan
yang dilakukan di Xinjiang untuk menentang terorisme dan de-ekstrimisme
merupakan bagian penting dalam perjuangan anti terorisme internasional.
Di bawah dukungan pemerintah pusat, selama tahun-tahun belakangan ini,
Xinjiang telah membentuk berbagai mekanisme kerja sama anti terorisme
dengan negara-negara tetangga, termasuk pertukaran informasi,
pengontrolan bersama di perbatasan, memburu teroris dan pendanaan anti
terorisme.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com