Mahfud MD: Jangan Pilih Capres-Cawapres karena Fanatisme Buta 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190319205924-32-378872/mahfud-md-jangan-pilih-capres-cawapres-karena-fanatisme-buta?tag_from=wp_cb_pemilu_2019_list
 
 CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 06:22 WIB
 

 Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).

 

 Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD 
https://www.cnnindonesia.com/tag/mahfud-md kembali angkat suara terkait Pilpres 
2019 https://www.cnnindonesia.com/tag/pilpres-2019. Dia meminta agar masyarakat 
tidak memilih capres-cawapres karena didasarkan fanatisme buta.

Sebab, siapapun yang terpilih pada Pilpres nantinya akan menentukan nasib 
bangsa Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Mahfud mengatakan demikian di hadapan ratusan mahasiswa dalam dialog kebangsaan 
dengan tema 'Merawat Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045' di Aula Universitas 
Islam Negeri Sumatera Utara‎, Selasa (19/3).


"Saudara pilih yang benar, jangan karena teror dan fanatisme buta anda memilih. 
Pilihlah pemimpin untuk lima tahun ke depan yang bagus. Saudara punya cara 
sendiri untuk menilai," kata Mahfud.


 Lihat juga: Mahfud MD: Ada Teori soal Gerakan Pengacau Pemilu 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190219185409-32-370815/mahfud-md-ada-teori-soal-gerakan-pengacau-pemilu/
 Selain soal pilihan, Mahfud juga mengkritisi penegakan hukum di Indonesia yang 
dinilai tidak maksimal dan tidak memberikan efek jera.Dia mencontohkan 
penegakan hukum terhadap pelaku pembakar‎ hutan.

Dia pun membandingkan penegakan hukum di Indonesia dengan negara tetangga, 
Singapura dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 4, tentang Anti Asap. Isi 
undang-undang itu memberi otoritas kepada penegak hukum di Singapura boleh 
menangkap dan mengadili pembakar hutan di mana pun. 

"Termasuk di Riau dan Indonesia‎. Yang asapnya masuk ke Singapura tanpa izin. 
Mana ada asap minta izin," ucap mantan politikus PKB ini.

Undang-Undang itu, menurut Mahfud bukti ketegasan atas penegakan hukum yang 
dilakukan Pemerintah Singapura. Sebab kebakaran hutan yang kerap terjadi di 
wilayah Indonesia, menyebabkan negara-negara lain juga terdampak asapnya. 
Sehingga Pemerintah Singapura menganggap penting mengeluarkan undang-undang 
tersebut.

"Mereka buat Undang-undang untuk menangkap orang Riau. Kita yang belajar hukum 
sedikit ini, pasti tertawa, itu bodoh Singapura. Hukum di mana seseorang 
melakukan kejahatan, maka ditangkap dan diadili di tempat dia melakukan 
kejahatan," ujar dia.


 Lihat juga: Mahfud MD Bandingkan Pemilu 2019 dengan Zaman Orba 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190214130935-32-369257/mahfud-md-bandingkan-pemilu-2019-dengan-zaman-orba/
 "Singapura tahu itu tidak boleh, ‎tapi belasan tahun dari Orde Baru sampai 
sekarang, ada problem pembakaran hutan, pelakunya tidak ditangkap," jelas 
Mahfud MD.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebelumnya menyatakan denda 
Rp18,3 triliun yang dijatuhkan terhadap sepuluh perusahaan perusak lingkungan 
dan pembakar hutan tengah dieksekusi oleh pemerintah. 

Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan saat ini eksekusi masih 
berproses. Beberapa di antaranya sudah masuk dalam tahap penetapan pelelangan 
aset. Rasio mengatakan saat ini KLHK sebagai pihak penggugat terus 
berkoordinasi dengan pengadilan terkait percepatan eksekusi.

"Proses eksekusi memang sedikit terlambat karena memang baru saat ini penegakan 
hukum intensif dilakukan pemerintah dengan putusan ganti rugi yang sangat 
besar. Ketua PN belum punya pengalaman, untuk untuk kami terus berkoordinasi 
dengan mereka," katanya pada Februari lalu.

Di sisi lain, Mahfud mengatakan undang-undang milik Singapura juga menunjukkan 
bahwa Indonesia tidak mampu menegakkan hukum terhadap pelaku pelanggaran hukum, 
khususnya pelaku pembakaran hutan.

Atas dasar itu, Mahfud kembali mengingatkan untuk tidak salah memilih pemimpin 
pada Rabu 17 April mendatang. Jika sampai salah pilih, maka Indonesia bisa 
dilecehkan.

"Ini mempengaruhi dengan kemajuan bangsa. Jangan memilih, karena uang, teror 
dan fanatisme anda. Tapi, ini lah kampanye saya. Pilih pemimpin bagus, anda 
mempunyai cara-cara itu," ucap Mahfud. (fnr/osc)

Kirim email ke