*https://www.kabartimurnews.com/2019/03/20/jakarta-lagi-pertontonkan-penghianatan-untuk-maluku/
<https://www.kabartimurnews.com/2019/03/20/jakarta-lagi-pertontonkan-penghianatan-untuk-maluku/>*

Jakarta Lagi Pertontonkan “Penghianatan” Untuk Maluku
<https://www.kabartimurnews.com/2019/03/20/jakarta-lagi-pertontonkan-penghianatan-untuk-maluku/>
 Rabu, 20 Maret 2019 - 11:07
<https://www.kabartimurnews.com/wp-content/uploads/2019/03/Hendrik-Jauhari-Oratmangun.jpg>Hendrik
Jauhari Oratmangun

   -
   
<http://www.facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwww.kabartimurnews..com%2F2019%2F03%2F20%2Fjakarta-lagi-pertontonkan-penghianatan-untuk-maluku%2F&t=Jakarta+Lagi+Pertontonkan+%E2%80%9CPenghianatan%E2%80%9D+Untuk+Maluku>
   -
   
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Jakarta+Lagi+Pertontonkan+%E2%80%9CPenghianatan%E2%80%9D+Untuk+Maluku&url=https%3A%2F%2Fwww.kabartimurnews.com%2F2019%2F03%2F20%2Fjakarta-lagi-pertontonkan-penghianatan-untuk-maluku%2F>
   -
   
<http://pinterest.com/pin/create/button/?url=https%3A%2F%2Fwww.kabartimurnews.com%2F2019%2F03%2F20%2Fjakarta-lagi-pertontonkan-penghianatan-untuk-maluku%2F&media=https://www.kabartimurnews.com/wp-content/uploads/2019/03/Hendrik-Jauhari-Oratmangun-90x90.jpg&description=Jakarta+Lagi+Pertontonkan+%E2%80%9CPenghianatan%E2%80%9D+Untuk+Maluku>

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Pemerintah Pusat terus melihat Maluku dengan
kaca mata sempit dan pemahaman keliru. Itu artinya Pemerintah Pusat
“Jakarta” akan terus melukai rasa keadilan bagi masyarakat Maluku.

Penundaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih, Murad
Ismail-Barnabas Orno oleh Presiden RI Joko Widodo, menuai keprihatinan.
Penundaan pelantikan dapat disimpulkan sebagai bentuk nyata Pemerintah
Pusat hanya memandang Maluku dari aspek jumlah penduduk yang hanya terdiri
dari 1,8 juta jiwa, sehingga secara politik dianggap tidak “sexy”.

“Kekeliruan cara pandang tersebut sangat merugikan Maluku baik secara
politik maupun keadilan pembangunan,” kata Hendrik Jauhari Oratmangun,
Tokoh Muda Maluku di Jakarta dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Pemerintah Pusat menurutnya, harusnya dapat melihat Maluku dalam konteks
yang lebih strategis. Pertama, Maluku adalah salah satu propinsi yang ikut
menyerahkan kedaulatannya untuk mendukung terbentuknya Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) pada masa kemerdekaan.

Dikatakan, tokoh-tokoh masyarakat Maluku ikut berkontribusi dan berjasa
besar terhadap NKRI baik sebelum dan sesudah kemerdekaan melalui perjuangan
Pattimura, Christina M. Tiahahu, Karel Sadsiutubun, A.M Sangaji, J.
Leimena, dan lainnya.

Selanjutnya, kata dia, Maluku adalah salah satu wilayah NKRI yang
masyarakatnya sangat mencintai NKRI walaupun selama ini kurang mendapat
perhatian dan keadilan pembangunan oleh Pemerintah Pusat. Dan juga walaupun
pernah ada gerakan untuk memisahkan diri dari NKRI yang dipelopori oleh
gerakan RMS.

Selain itu, tambah dia, wilayah Maluku yang terdiri dari tujuh persen luas
daratan dan 93 persen luas laut memiliki potensi sumber daya alam yang
melimpah yang dapat menopang ekonomi nasional apabila dikelola secara baik.

Oratmangun berpendapat, apabila Pemerintah Pusat terus melihat Maluku
dengan kaca mata sempit dan pemahaman yang keliru, itu artinya Pemerintah
Pusat akan terus melukai rasa keadilan masyarakat Maluku.

“Artinya juga Pemerintah Pusat sedang mempertontonkan “penghianatan”
terhadap sejarah perjuangan bangsa dan cita-cita Kemerdekaan bangsa
Indonesia itu sendiri,” tegas Oratmangun.

MENUNGGU PELANTIKAN

Pemerintah Provinsi Maluku hingga kini masih menunggu jadwal pelantikan
Murad-Barnabas. Meskipun sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam
Negeri Tjahjo Kumolo memastikan pelantikan Murad-Barnabas ditunda setelah
pemilu serentak 17 April 2019. Pelantikan akan dilakukan bersamaan dengan
gubernur-wagub terpilih Maluku Utara dan Lampung di Istana Negara oleh
Presiden.

Demi suksesnya pesta demokrasi itu menjadi alasan, Pemerintah Pusat menunda
pelantikan gubernur-wagub terpilih tiga provinsi tersebut.

Murad-Barnabas seharusnya dilantik pada 11 Maret 2019, setelah berakhirnya
masa jabatan Gubernur–Wagub Maluku periode 2014-2019, Said Assagaff–Zeth
Sahuburua 10 Maret 2019.

Untuk mengisi kekosongan pemerintahan, Mendagri mengangkat Sekretaris
Daerah Provinsi Maluku, Hamin bin Thahir sebagai Pelaksana Harian (Plh)
Gubernur Maluku.

Hamin mengatakan, Pemprov Maluku masih menunggu jadwal pelantikan
gubernur-wagub terpilih.

“Yang punya kompetensi untuk penetapan pelantikan ada di Sekretaris Negara
(kita masih menunggu),” kata Hamin kepada awak media di kantor Gubernur
Maluku, Ambon, Selasa (19/3).

Dia mengaku, koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait pelantikan masih
dilakukan Pemprov Maluku. “Tetap, Karo Pemerintahan (Setda Maluku, Jasmono)
masih ada di Jakarta (untuk koordinasi),” ujar dia.

Sebagai Plh Gubernur Maluku, Hamin rutin melaporkan setiap perkembangan di
Pemprov Maluku yang kini menjadi tanggungjawabnya.

“Kewajiban yang diberikan, fasilitas gubernur, Sekda (dirinya) tidak
menggunakan, tapi hanya melaksanakan tugas sehari-harinya gubernur, itu
perintah surat. Saya akan melaporkan ke Mendagri perkembangan aktivitas
keseharian terkait dengan tugas gubernur,” ungkap Hamin.

Sebagaimana diketahui, surat keputusan Nomor 121.81/2162/SJ yang
ditandatangani Mendagri menetapkan Sekda Maluku sebagai Plh gubernur Maluku
sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Plh Gubernur ini ditetapkan pada
8 Maret atau dua hari sebelum berakhirnya masa tugas gubernur-wagub Maluku
periode 2014-2019. (RUZ)

Kirim email ke