*https://www.kabartimurnews.com/2019/03/18/bbm-satu-harga-cuma-berlaku-sehari/
<https://www.kabartimurnews.com/2019/03/18/bbm-satu-harga-cuma-berlaku-sehari/>*

BBM Satu Harga Cuma Berlaku Sehari
<https://www.kabartimurnews.com/2019/03/18/bbm-satu-harga-cuma-berlaku-sehari/>
 Senin, 18 Maret 2019 - 11:55

KABARTIMURNEWS.COM, HALSEL - Masyarakat Pulau Obi, Kabupaten Halmahera
Selatan, Maluku Utara (Malut) kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak
(BBM) sesuai harga standar, walaupun di pulau penghasil tambang nikel itu
sudah ada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Adanya SPBU di Pulua Obi seharusnya akan memudahkan masyarakat untuk
mendapatkan BBM, baik premium maupun solar sesuai harga standar, tetapi
faktanya tidak seperti itu," kata salah sorang tokoh masyarakat Pulau Obi
Djainal di Ternate, Jumat.

SPBU yang terletak di Jiko Kahe, Kecamatan Obi menjual BBM sesuai harga
standar kepada masyarakat hanya satu hari setelah menerima pasokan BBM dari
Pertamina Labuha dan hari-hari berikutnya tidak melayani pembelian dengan
alasan stoknya habis.

Menurut dia, BBM yang dipasok ke SPBU itu menggunakan kapal sebenarnya
cukup untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sampai Pertamina kembali
memasok BBM yang biasanya sekali sebulan.

Tetapi karena pihak SPBU menjual sebagian besar BBM yang dipasok Pertamina
kepada para pengecer yang datang dari berbagai wilayah di Pulau Obi
sehingga BBM cepat abis dan masyarakat terpaksa harus membeli kepada
pengecer.

Para pengecer BBM di Pulau Obi, kata Djainal, menjual BBM yang didapatkan
dari SPBU kepada masyarakat dengan harga yang sangat mahal, untuk premium
Rp11.000 per liter dan solar juga Rp11.000 per liter.

Kalau pasokan BBM dari Pertamina agak terlambat masuk, misalnya hambatan
cuaca ekstrim di perairan Halmahera Selatan, para pengecer menjual sampai
Rp20.000 per liter, sehingga sangat memberatkan masyarakat setempat.

Ia menambahkan, sulitnya masyarakat mendapatkan BBM sesuai harga standar
mengakibatkan pula pemilik angkutan umum memasang tarif angkutan lebih
mahal, untuk rute Jikotamo-Anggai misalnya yang jaraknya hanya 8 KM sewanya
Rp50.000 per orang.

Oleh karena itu, pihak terkait, khususnya Pertamina diharapkan tidak
membiarkan SPBU di Pulau Obi menjual BBM bersubsidi kepada para pengecer
agar masyarakat setempat setiap saat bisa mendapatkan BBM sesuai harga
standar. (AN/KT)

Kirim email ke