*Mungkin di NKRI ada terlalu banyak pangeran Dracula, maka oleh karena itu
diimpor 100 ribu ton bawang putih agar Dracula takut, dikatakan bahwa
bawang putih adalah semacam bahan anti Dracula yang menghisap darah korban.
Demikian cerita anak-anak teristimewa di Europa.  Di NKRI ada jenis Dracula
yang baru-baru ini ditangkap. Dracula ini bernaung di tempat yang namanya
Kementrian Agama, bukan darah yang dihisap tetapi fulus. Maka sebagai anti
Dracula made in NKRI disiapkan anggaran oleh rezim untuk beli bawang putih
dari China dan juga karena produksi dalam negeri tidak mencukupi atau
"ditaksir"  tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri untuk melawan  home
Dracula. Insyaalloh Dracula NKRI mampus dengan adanya bawang putih
berkasiat forte dari Tiongkok. Amin! *


http://www.sinarharapan.co/umum/read/7301/bulog_impor_100_ribu_ton_bawang_putih__asal_china

*Bulog Impor 100 Ribu Ton Bawang Putih Asal China*

Minggu , 24 Maret 2019 | 14:30

Ilustrasi Petani Lokal Panen Bawang Putih


*JAKARTA* - Perum Bulog mengaku telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 500
miliar untuk melaksanakan penugasan impor bawang putih sebesar 100.000 ton
dari pemerintah guna stabilisasi harga komoditas tersebut.

"Anggaran yang disiapkan untuk 100.000 ton paling tidak sekitar Rp 500
miliar," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo seperti
dikutip *antaranews.com
<http://antaranews.com>,* Minggu (24/3/2019).

Bachtiar menjelaskan bahwa saat ini Perum Bulog masih melengkapi
persyaratan administrasi. Paling awal, lanjutnya, adalah surat rekomendasi
dari Kementerian Pertanian sudah diterbitkan setelah rapat koordinasi
terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian.

Saat ini perseroan masih menunggu surat penugasan dari Menteri BUMN, untuk
kemudian mengajukan izin ke Kementerian Perdagangan dan mendapatkan
persetujuan impor (PI).

Setelah seluruh persyaratan lengkap, Bulog pun segera melakukan lelang
impor bawang putih secara terbuka. Bawang putih sebanyak 100.000 ton akan
didatangkan dari China secara bertahap.

Menurut Bachtiar, pengiriman bawang putih dari China memakan waktu sekitar
tiga minggu, sehingga diperkirakan impor bawang putih tahap pertama akan
masuk pada April mendatang.


"Kalau China tidak terlalu lama sekitar tiga minggu, tidak seperti Brasil
dan Argentina, tetapi itu datangnya tidak semua langsung 100.000 ton, nanti
rusak. Bertahap kami lihat sesuai animo kebutuhan," katanya.


Keputusan pemerintah untuk membuka impor bawang putih sebesar 100.000 ton
melalui Bulog berdasarkan rakor terbatas pada Senin (18/3/2019) yang
dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution.


Rakor tersebut dilatari kenaikan harga komoditas bawang hingga mencapai
rata-rata Rp 45.000-Rp 50.000 per kilogram di tingkat pedagang karena
berkurangnya pasokan.


Bawang putih, dalam catatan Kementerian Perdagangan, menjadi salah satu
bahan pangan yang dijaga stabilitas harganya karena memberi kontribusi
inflasi pada Februari 2019.

Kirim email ke