*Ikan-ikan tentunya harus mati karena kondisi air sungai memungkinkan hal
tsb.sebab perbuatan manusia (man made disaster). Kalau manusia mati
dibilang berpindah tempat ke dunia luar, ke  neraka atau  ke surga dan
Taman Firdausnya. Ikan-ikan juga demikian mereka tidak mati tetapi jiwanya
berpindah tempat seperti manusia, demikian keterangan pakar ilmu langitan.
hehehehe*

*https://megapolitan.kompas.com/read/2019/03/25/13174891/ikan-ikan-mati-di-kali-ancol-diduga-karena-lumpur-naik-ke-permukaan
<https://megapolitan.kompas.com/read/2019/03/25/13174891/ikan-ikan-mati-di-kali-ancol-diduga-karena-lumpur-naik-ke-permukaan>*

*Ikan-ikan Mati di Kali Ancol, Diduga karena Lumpur Naik ke Permukaan *
TATANG GURITNO

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasie Wasdal Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara
Suparman menduga, kematian ikan-ikan di Kali Ancol, Pintu Air Flushing,
Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (24/3/2019) kemarin bukan karena limbah.

Suparman mengemukakan hal itu saat melakukan peninjauan dan mengambil
sampel air di Kali Ancol, Senin ini. "Kalau ikan mati benar, tapi jika
karena pencemaran tunggu dulu. Karena pintu air waktu itu juga lagi ditutup
dan suasana matahari lagi terik," ujar dia.

*Baca juga:* *Kali Bekasi Tercemar, Ikan Mati dan Ribuan Warga Tak Dapat
Air Bersih *

Suparman menjelaskan, kondisi tersebut memicu naiknya lumpur yang ada di
dasar kali ke permukaan.

"Kondisi lumpur naik, padahal debit air sedikit, jadi menimbulkan warna
hitam pekat," kata dia. Namun, Suparman mengatakan dia masih perlu melihat
kualitas air dari hasil uji laboratorium.

Hasil uji laboratorium itu keluar 10-15 hari mendatang. Suparman juga
menjelaskan, Kali Ancol tidak berpotensi terkena limbah bahan beracun dan
berbahaya (B3). "Karena di Ancol Pademangan bukan kawasan industri.

Jadi limbahnya dari rumah tangga," ujar Suprman. Ia mengatakan, dalam
pantaun visual Sudin Lingkungan Hidup, ikan di Kali Ancol masih layak
dimakan. "Ya nanti kami lihat dulu melalui uji laboratorium.
Kalau dilihat secara visual sih tidak ada masalah karena masih banyak orang
yang menikmati hasil pancingan ikan di sini," ujar Suparman.

Penulis : Tatang Guritno
Editor : Egidius Patnistik
Penulis : Tatang Guritno
Editor : Egidius Patnistik

Kirim email ke