*Bisness Krakatau : “The Company is also engaged in other businesses, such
as real estate and hotel, engineering and construction, port management,
information technology services, hospital operation as well as electricity
and water distribution. Its subsidiaries include PT KHI Pipe Industries, PT
Krakatau Wajatama, PT Meratus Jaya Iron & Steel, PT Krakatau Daya Listrik,
PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Krakatau
Industrial Estate Cilegon, PT Krakatau Engineering, PT Krakatau Information
Technology, PT Krakatau Medika and PT Krakatau National Resources.”*


https://en.antaranews.com/news/122780/indonesia-to-hold-high-level-dialogue-on-indo-pacific-cooperation


Direkturnya Tersangka KPK, Harga Saham KRAS Melemah Saat Pasar Dibuka

*FINANCE* <https://www.jawapos.com/ekonomi/finance>

 25 Maret 2019, 10:08:19 WIB


Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (DOK.ISSAK RAMDHANI/
JAWAPOS.COM)

Share this

*JawaPos.com -* Saham perusahaan plat merah yang tengah tersandung kasus
suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)
melemah pada pembukaan pasar saham pagi in. Direktur KRAS, Wisnu Kuncoro
telah ditetapkan sebagai tersangka terkait penyuapan pengadaan barang dan
jasa dengan pihak swasta.

Harga saham KRAS pagi ini amblas 3,31 persen atau 16 poin ke level Rp 468
per lembar saham. Harga kapitalisasi pasar perseroan saat ini sebesar Rp
9,09 triliun.

Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Direktur Wisnu
Kuncoro. Wisnu ditangkap di rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD)
City, Tangerang Selatan, Jumat sore, 22 Maret 2019 lalu.

Namun, Direktur Utama Krakatau Steel (KRAS) Silmy Karim memastikan proses
pemeriksaan hukum yang tengah berjalan tidak mengganggu kinerja perseroan
tahun ini.

Restrukturisasi tetap lanjut, sudah banyak yang dilakukan dalam 6 bulan
kepempinan saya berlanjut. Rencana kami dalam hal 10 juta ton cluster
Cilegon tidak akan berubah,” ujarnya di gedung Krakatau Steel Jakarta,
Minggu (24/3).

Tercatat, saat ini perseroan tengah melakukan restrukturisasi utang dengan
target USD 2,2 miliar. Proses tersebut ditargetkan rampung pada akhir Maret
2019.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : Romys Binekasri

Kirim email ke